Scandal

Scandal
S2 - Part 39


haiiii genkssssss.....selamat membaca yaa, semoga suka


happy reading ❤❤


••••


Mereka berdua sadar betul kalau Kean termasuk ke dalam anak yang hyperaktif. Kean tidak memiliki rasa lelah meski sudah memberatakan seluruh isi rumah sekalipun. Pernah suatu hari Krystal kelelahan hanya karena mengikuti langkah Kean yang berlari ke sana kemari di dalam mall, Kean memang anak yang  membutuhkan pengawasan lebih dari orang tuanya.


Namun kini, ketika dirinya sibuk bertengkar dengan Kai, Krystal malah kehilangan sang anak.


"Kean dimana?" ujarnya panik.


Kai yang biasanya tampak tenang kini pun ikut menjadi panik. Mata mereka mencari ke sekeliling. Bergerak ke sana kemari memasuki toko satu persatu. Lalu, saat mereka sibuk mencari Kean, Krystal ingat sesuatu. Di lantai ini, ada play land yang sering ia dan Kean datangi. Entah mengapa pikiran Krystal langsung terarah ke sana.


"Kai, kayaknya kita cari dia di play land deh. Aku rasa Kean di sana."


Kai mengangguk. "Ya udah."


Wajah Krystal yang sudah pucat kini bertambah semakin pucat saja. Bahkan napasnya pun mulai terasa berat. Perutnya melilit, dan jantungnya berpacu lebih cepat. Bisa gila ia jika Kean tidak bisa ditemukan, harta berharga yang ia miliki, melebihi apa pun.


Dan di tengah-tengah rasa takut, Krystal akhirnya bisa bernapas lega saat anak laki-lakinya itu terlihat sedang menangis di depan pintu masuk play land. Mungkin Kean memaksa masuk ke dalam sementara panjaga area bermain itu melarangnya.


"Kean." jerit Krystal. Ia segera berlari dan diikuti oleh Kai dari belakang.


Dipeluknya tubuh mungil itu dengan erat. "Kean kenapa pergi sendirian sih?"


"Aku mau main bunda, aku mau masuk ke dalam." adu sang buah hati.


Krystal lalu menoleh ke arah penjaga wanita yang tadi terlihat kesulitan membujuk Kean tafi. "Maaf ya, mbak."


"Gak apa-apa, bu. Cuma tadi saya bingung kok adeknya sendirian." jelas penjaga tersebut. "Baru saya mau anterin ke satpam tadi."


Kean masih menangis, merengek ingin masuk ke dalam. Kai menghampiri, mengelus puncak kepala anaknya. "Kean mau main?"


"Iya ayah."


"Ya udah, tapi jangan lama-lama ya, bunda lagi sakit."


Krystal yang melihat wajah semringah anaknya pun mengangguk. "Iya boleh."


Lalu sahutan riang dari bibir Kean terdengar nyaring di sana. Mereka kemudian memilih untuk duduk di salah satu meja bundar, menunggu sang jagoan bermain di dalam.


Krystal terlihat terus memijat kepalanya, kini rasa mual terasa mendera di perut atasnya. Ia menahan rasa tidak enak itu meski sebenarnya Krystal sudah ingin pulang dan merebahkan dirinya di atas ranjang.


"Kamu masih kuat gak? Mau pulang?"


Suara Kai membuat Krystal tersentak, ia menoleh dengan gelengan pelan. "Gak apa-apa kok, kasian Kean."


"Kalo kamu mau pulang, besok aku bisa ajak Kean main ke sini lagi. Jangan dipaksa, muka kamu pucet gitu."


Lagi-lagi Krystal menggelengkan kepalanya. "Nanti juga enakan, tadi karena kaget aja Kean gak ada."


Kai menyentuh dahi Krystal, merasakan suhu tubuh perempuan itu. "Gak panas."


Krystal menepis. "Ya kan aku bilang gak apa-apa."


Mode galaknya kembali lagi. Padahal selama mereka mencari Kean tadi, Krystal terus menggandeng tangan Kai. Mungkin perempuan itu lupa, atau terlalu panik.


Kai mendengkus pelan, memaklumi sikap wanitanya. "Ya udah, kalo kamu gak kuat nanti bilang aja, ya."


Tidak ada percakapan lagi setelahnya, baik Kai maupun Krystal sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Krystal yang terus mengamati Kean dari jauh, dan Kai yang sibuk dengan ponselnya karena ada beberapa kerjaan yang menumpuk serta baru saja ia mendapat kabar dari anak buahnya mengenai informasi tentang Raisa.


Beberapa jam kemudian, Kean telah selesai bermain di play land, anak laki-laki itu tertidur di dalam gendongan Kai, sementara Krystal berjalan di sebelahnya. Kai terus mengamati wajah Krystal yang kelelahan, perempuan itu beberapa kali mengelus perutnya yang terasa tidak enak.


Sesampainya mereka di mobil, Kai merebahkan Kean di kursi belakang, tadinya Krystal memaksa ingin pulang menggunakan taksi karena kalau Kai mengantara mereka lelaki itu akan kejauhan untuk balik ke kantor. Tapi Kai yang merasa harus memperbaiki hubunganya dengan Krystal tetap memaksa untuk mengantar mereka berdua.


"Gak mau pulang ke rumah, Krys?" tanya Kai setelah setengah perjalanan terlewati.


Krysta tetap tidak merubah pandangannya, dan juga tetap pada pendiriannya. "Aku mau pisah."


••••


masih boleh minta poin sama koin gak sih 😂😂 enjoy ajah deh genkss