
happy reading
****
"Laki-laki."
"Coba dicek sekali lagi, Dok, mungkin ada kesalahan."
Dokter wanita yang sedang menggerakan alat USG di perut Krystal tersenyum dengan gelengan kecil. "Saya sudah yakin ini laki-laki ... lihat ada antenanya," jelasnya lagi sembari menunjuk layar monitor.
Kai mendesah pasrah. Ia sedikit tidak terima saat memgetahui kalau ternyata anak keduanya yang sedang dikandung Krystal berjenis kelamin laki-laki, tapi bukan berarti ia tidak sayang. Hanya saja ia sedikit merasa kecewa, padahal ia sudah mengharapkan ada Kesya di tengah-tengah keluarga mereka.
"Bayinya sehat, untuk vitamin harus terus diminum ya, Bunda." Dokter wanita itu mengakhiri pemeriksaan itu sambil terus memberi arahan. "Ada keluhan lain?"
"Gak ada sih, Dok ... cuma kalau habis berhubungan perut saya terasa kaku gitu, kayak keram."
Dokter itu tersenyum. "Memang biasa, Bunda gak boleh stres, jangan banyak pikiran. Kalo kram nya datang lagi, ayahnya harus bantuin bunda, di usap-usap, dipijitin, ajak jalan-jalan. Ayahnya bisa?"
"Eh?" Kai tersentak kaget. Duh, kenapa harus diberitahu lagi, tidak tahukah beberapa hari ini ia tersiksa karena harus memijat dan mengusap di saat yang bersamaan dengan dua tangan yang ia punya. "Hm ... pasti, Dok."
"Tuh, dengerin, Yah, jangan ngeluh kalo aku minta pijetin."
Gimana tidak ngeluh kalau ia meminta itu di saat yang bersamaan. Benar, mungkin sebentar lagi Kai akan berubah menjadi monster gurita.
"Iya ...," Kai hanya menjawab pasrah.
Jawab saja, dari pada tidak dapat jatah.
Setelah pulang dari rumah sakit, Kai mengajak Krystal makan dulu. Hari ini Kai izin tidak bekerja, meski sebenarnya pekerjaan di kantor sangat banyak.
"Kemarin sebelum tidur, Kean berdoa. Katanya dia gak mau punya adik cewek, maunya adik cowok aja biar bisa di ajak main tobot x."
Kai mendongak dengan kerutan di dahi. Ia mendengus kecil sebelum kemudian membalas ucapan Krystal. "Pantes jadinya anak laki-laki."
"Kamu kalah doa sama Kean berarti." ledek Krystal.
"Iya, kan aku bisanya cuma ngebuat."
Satu cubitan panas menghampiri perutnya. Krystal selalu kehabisan kata setiap Kai melemparkan kata-kata konyol seperti itu. "Otak kamu gak jauh dari itu ya?"
Kali ini Krystal yang menatapnya dengan kerutan di dahi. "Kenapa tanya gitu? Mau godain abege ya kamu. Inget, anak udah mau dua, awas aja genit-genit sama cewek lain." dengusnya.
Kai merengut masam. "Ya kali aku mau godain abege, gak tau diri banget. Istri udah segini cantiknya masih godain cewek."
"Terus kenapa tanya gitu?"
"Gak apa-apa, aku mau ngegym jadinya, biar tetep bugar dan kelihatan seumuran sama kamu."
Krystal sontak tergelak kencang. "Ngegym? Bangun pagi aja susah ... lagian ya, Yah, kamu setiap hari minggu di ajakin lari pagi sama tetangga aja gak mau, malah milih selimutan lagi terus tidur. Apalagi ngegym?"
"Ya .... usaha dulu lah, siapa tau bisa."
"Hm ... aku sih dukung, karena olah raga kan untuk kebaikan juga, biar gak gampang sakit. Apalagi kamu udah tua, biar gak sakit-sakitan."
Kai mendengkus. "Ini kamu ngasih saran apa ngeledek sih? Bikin kesel aja." ujarnya dengan bibir mencebik.
Krystal tergelak lagi, ia lalu mengusap wajah Kai dengan punggung tangannya. "Biar tua aku cinta kok, mau kamu berubah kayak gimana pun aku tetep akan cinta sama kamu."
"Ulu-ulu ... ini pasti begini karena ada maunya nih?"
"Nah, tuh kamu tau." Krystal menyengir. "Prada lagi ngeluarin tas baru nih, beliin yaa."
"Heee." Kai merengut masam. "Udah aku tebak."
"Tapi mau kan? Kalo mau, besok malem lagi deh." bujuk Krystal. Selalu ada hal itu di setiap obrolan mereka.
Sontak kedua mata Kai melebar. "Serius?"
"Mana pernah aku bohong," Krystal mengedip manis. "jadi mau, kan?"
"Siyaaaappppppp....."
*****
hahahahahahhaha ya gitulah keluarga absurd ini, semuanya pada gelo wkwkwk
aku udah bilang kan yaa kalo part part ini cuma untuk senang senang, jadi jangan ada yang minta aneh aneh, aku cuma berharap kalian menikmati tulisan ku