Scandal

Scandal
Part 90


Deg.


Nela mengepalkan kedua tangannya dengan perasaan cemas dan takut. Jika sampai Robert menurunkan anak buahnya maka ia tidak akan bisa berkutik, dan Fredy tidak akan bisa mencurangi hasil tes DNA itu lagi.


"Akh..., kalian semua brengsek, bajingan!" Umpat Nela dengan frustasi karena tidak sanggup menahan semua tekanan yang sejak tadi dirasakannya. "Kalian berdebat tentang Edgar disaat putraku dalam keadaan kritis. Dan kau Robert! Ya, Edgar bukan putramu apa kau puas? Dan kau Nelson, apa kau puas merusak masa depan keponakanmu sendiri yang saat ini berjuang untuk hidup." Teriak Nela dengan menangis keras sampai jatuh terduduk diatas lantai. Ya, Nela sudah tidak sanggup lagi untuk menutupi kebohongannya. Karena memang cepat atau lambat Robert pasti tahu kalau Edgar bukan anaknya melalui hasil tes DNA yang akan dilakukan pria itu.


Sementara itu Robert yang mendengar perkataan Nela, sampai tak sanggup untuk berkata-kata bahkan jantungnya kini terasa sakit. Anak yang selalu dibanggakannya sebagai penerus Collins ternyata bukan anak kandungnya. Anak yang selalu diutamakannya bahkan sampai mengabaikan keberadaan Rose, Lily, Lara dan Miranda, tenyata bukan darah dagingnya.


"Kau..." Karena tidak kuat mendapati kenyataan itu, Robert pun jatuh pingsan.


Melihat Daddy nya tidak sadarkan diri, Lily pun segera berlari menghampiri. Meksipun ia sangat kecewa pada Dad Robert tetap saja sosok yang tengah pingsan itu Ayah kandungnya, dan sudah menjadi kewajibannya untuk menolong.


Nelson sendiri hanya diam dan tak peduli melihat semua kekacauan itu, karena tujuannya menemukan anak Elliot sudah berhasil, meskipun keadaan keponakannya sedang tidak baik. Tapi itu bukan masalah bagi Nelson, karena ia bisa menggunakan seluruh kekayaannya untuk menyelematkan anak Elliot bila perlu membawa keponakannya itu untuk berobat ke luar negeri.


"Tolong Daddy ku." Teriak Lily yang kebetulan melihat beberapa perawat lewat. Ia pun segera pergi mendampingi Dad Robert yang dibawa oleh para perawat itu, meninggalkan Nela dan teman Mom Miranda yang masih berdiri ditempat tersebut.


Nela yang masih menangis, lebih tepatnya menangisi kehancuran hidupnya langsung terdiam saat melihat dokter keluar dari ruang operasi. Ya, tadi putranya di operasi karena mengalami pendarahan di otak.


Nelson yang juga melihat, langsung menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan keponakannya.


"Bagaimana keadaan putraku?" tanya Nela masih dengan terisak.


"Maaf, pasien saat ini mengalami koma." Dokter pun menjelaskan keadaan pasien yang ditanganinya kepada pihak keluarga.


"Ini semua karena anak sialan itu!" Nela memang tidak melihat dengan jelas apa yang terjadi, karena ia hanya melihat saat Edgar terjatuh setelah ditabrak oleh mobil. Tapi Nela yakin ini pasti ada hubungannya dengan Lara yang juga terluka ditempat kejadian.


"Mau kemana kau?" Nelson menahan langkah Nela.


"Lepas! Jangan pernah ikut campur urusanku setelah apa yang kau lakukan pada Edgar." Ketus Nela, lalu kembali berjalan untuk mencari dimana keberadaan Lara.


Namun langkahnya terhenti saat melihat beberapa orang dari pihak berwajib menghampirinya.


"Dengan saudari Nela."


Nela menganggukkan kepalanya dengan bingung, karena pihak berwajib yang menangani kasus kecelakaan putranya itu padahal sudah pergi sejak tadi.


"Tolong Anda ikut dengan kami sekarang!"


"Untuk apa?" Karena seingat Nela, ia tidak pernah punya masalah sampai berurusan dengan pihak yang berwajib.


"Anda harus memberikan keterangan berkaitan dengan pernyataan saudara Fredy, yang menyatakan bahwa Anda yang menyuruh saudara Fredy untuk menabrak saudari Lara."


"Apa?" pekik Nela dengan terkejut. Jika memang yang menabrak Lara adalah Fredy, otomatis yang menabrak Edgar juga pria itu. Dengan kata lain yang menyebabkan kecelakaan tersebut karena perintah darinya. Dan yang membuat Edgar koma adalah dirinya sendiri. "Tidak..." Teriak Nela lalu terjatuh pingsan tak sadarkan diri.