Scandal

Scandal
Part 93


"Kak bangun," Lara mengusap wajah Edgar dengan perlahan. "Jangan seperti ini. Aku lebih baik melihatmu menikah dengan Julia dari pada kau terluka." Ucapnya dengan jujur.


Ya, Lara lebih rela melihat pria yang dicintainya menikah dengan wanita lain dari pada melihat Edgar yang terbaring koma tak berdaya.


"Aku mohon sadarlah." Pinta Lara berulang kali dengan terisak. Namun Edgar tetap diam tak merespon sama sekali dengan permintaannya. "Ya tuhan, apa hubungan kita akan berakhir seperti ini? Kau akan pergi ke Singapura dan aku..." Lara terdiam sesaat sambil mengusap air matanya. "Entah Mom akan membawaku kemana." Lirihnya.


"Nona kita tidak boleh terlalu lama diruangan ini." Perawat itu mengingatkan.


Lara yang mengerti menganggukkan kepalanya. "Kak Edgar aku pergi. Jaga dirimu, dan aku akan selalu berdoa agar kau cepat sembuh." Lara mengecup pipi pria yang sangat dicintainya itu. "Aku akan selalu mencintaimu dan menunggumu, jadi cepatlah sadar." Bisiknya sebelum keluar dari ruangan tersebut.


Dan lagi-lagi air mata keluar dari kedua sudut mata Edgar yang terpejam. Seakan pria itu mendengar semua yang dikatakan Lara tadi.


"Sudah?" Tanya Lily saat melihat adiknya bersama perawat keluar dari ruangan.


Lara tidak menjawab pertanyaan Lily. Kedua matanya justru menatap sosok pria yang dipastikan menjadi lawan bicara Mom Miranda tadi, dan ternyata sosok itu adalah pria yang bertemu dengannya di Club dan Hotel beberapa waktu yang lalu.


"Kapan Edgar dibawa ke Singapura?" tanya Lara yang kembali menangis.


Nelson mendekat pada Lara, dan mensejajarkan tubuhnya pada wanita muda yang duduk di kursi roda itu.


"Besok kami akan pergi, apa kau ingin ikut?" Ajaknya dengan tatapan penuh kasih setelah mengetahui kisah Lara dan Edgar dari Lily.


"Aku tidak bisa." Lirih Lara dengan menggelengkan kepalanya, juga dengan air mata yang sejak tadi tak berhenti mengalir di kedua sudut matanya.


"Kenapa?" Nelson mengusap air mata Lara. Entah mengapa sejak pertama kali bertemu dengan wanita itu, ia merasa sangat sayang pada Lara.


"Aku tidak bisa meninggalkan Mom Miranda." Ya, Lara tidak ingin menyakiti hati Mom Miranda lagi dengan kepergiannya. Cukup satu kali dirinya membuat Mom Miranda kecewa dengan scandal yang diperbuatnya.


Meskipun kini Lara tahu tidak ada hubungan darah diantara ia dengan Edgar, yang artinya mereka bisa melanjutkan hubungan. Tapi tetap saja Lara tidak bisa melakukannya, karena disamping terkendala dengan restu Mom Miranda, juga karena Edgar sendiri pun tidak pernah mencintainya.


"Kau bisa ikut dengan Nelson, untuk urusan Mom aku yang akan menangani." Sahut Lily yang memang ingin melihat adiknya bahagia.


Lara lagi-lagi menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa kak." Ia kini menatap pada Nelson. "Aku mohon jaga Edgar, dan buatlah dia sembuh dengan cara apa pun." Pinta Lara dengan penuh harap.


"Pasti, aku janji akan menjaga dan membuatnya kembali sembuh seperti sediakala." Ucap Nelson sambil mengusap rambut Lara penuh kasih.


"Terima kasih." Lara memberanikan diri memeluk Nelson. "Jika Edgar sadar nanti, sampaikan padanya aku akan selalu mencintainya." Bisik Lara yang kembali menangis.


"Akan aku sampaikan, tapi kau harus berjanji untuk cepat sembuh dan menjaga dirimu untuk Edgar."


Lara menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka pergi dari ruangan tersebut tanpa menoleh kembali ke belakang. Bagi Lara ini adalah pertemuannya dengan Edgar yang terakhir, dan jika memang dirinya berjodoh dengan Edgar pasti mereka akan segera dipertemukan kembali dengan cara apa pun.