Scandal

Scandal
Part 49


Edgar yang sudah berada di dalam kamar hotel bersama Julia, tiba-tiba merasakan sesak di dadanya dengan air mata yang menetes tanpa sebab.


"Kenapa ini sering terjadi padaku?" Tanya nya dalam hati sembari menghapus air matanya. Sungguh Edgar bingung karena sudah tiga kali ini ia merasakan sesak dan menangis tanpa sebab. Tadi saja ia meneteskan air matanya bahkan sampai terisak saat menjemput Julia untuk pergi ke hotel.


Sementara itu Julia yang sejak tadi melihat Edgar diam dengan berdiri membelakanginya, berjalan mendekat dan langsung memeluk pria itu.


"Ed..." Dengan gerakan sensual ia mengusap otot six pack milik Edgar yang mulai membuat otaknya bertraveling.


"Lepas Julia!" Ujar Edgar dengan tegas, namun wanita itu justru semakin berani menyentuh tubuhnya


"Bagaimana kalau kita coba sekali lagi." Pinta Julia sembari menyentuh milik Edgar yang masih tertutup celana.


Ya, Julia dan Edgar pernah hampir bercinta beberapa hari yang lalu saat calon suaminya itu tampak murung seperti memiliki banyak masalah. Entah apa yang terjadi pada Edgar, tapi Julia tahu harus memanfaatkan situasi tersebut untuk bisa memiliki Edgar dengan menggoda pria itu. Namun sayang rencananya tidak berjalan dengan mulus karena beberapa kali mencoba membuat milik Edgar bergairah, tapi tak berhasil. Entah apa yang salah pada pria itu hingga tidak bergairah melihat tubuh polosnya, padahal tubuhnya begitu seksi dan pastinya banyak pria yang ingin menidurinya.


"No!" Edgar melepaskan pelukan Julia, membalik badan dan dengan tajam menatap calon istri nya yang sudah berani menyentuh tanpa ijin.


"Oh come on Ed, sebentar lagi kita akan menikah jadi aku ingin mencobanya sebelum malam pertama kita." Julia mencium bibir Edgar dengan sangat menuntut meskipun tak mendapat balasan dari pria itu.


Julia terus memprovokasi Edgar dengan cara melepaskan satu persatu pakaiannya tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


"Cukup!" Edgar menahan tangan Julia yang hendak membuka celana yang dikenakannya. Ia juga mendorong wanita itu yang sudah setengah telanjang untuk menjauh.


Sungguh Edgar tidak berminat sama sekali menyentuh Julia atau pun wanita lain, terlebih pikirannya kini terus tertuju pada satu nama yaitu Lara Collins.


"Kenakan pakaianmu, dan pulanglah!"


"Tapi Ed..."


"Aku tidak mau Ed, aku ini calon istrimu apa kata orang jika aku tidak ada di sampingmu sampai acara selesai." Julia mencoba untuk menggoda Edgar kembali, namun tubuhnya lagi-lagi di dorong dengan kasar hingga membuatnya hampir terjatuh ke lantai.


"Keluar Julia!" sentak Edgar dengan emosi.


Melihat kemarahan Edgar, Julia pun tidak berani untuk memaksa.


"Baiklah aku pulang, tapi nanti malam aku kembali kesini." Dengan perasaan kesal Julia mengambil pakaiannya yang tercecer di atas lantai, memakainya kembali dengan terburu-buru lalu meninggalkan pria itu yang kini sendirian di dalam kamar tersebut. "Aku jadi ragu apa benar dia pria sejati?" gumam Julia setelah berada di luar. Walaupun ia tahu Edgar memiliki banyak kekasih, namun Julia tetap curiga dengan orientasi pria itu karena sudah dua kali Edgar menolak untuk bercinta.


*


*


Sementara itu Edgar yang berada di dalam kamar, mengambil ponselnya untuk menghubungi sosok yang sejak tadi menganggu pikirannya. Sosok wanita yang beberapa saat lalu menghubungi ponselnya namun tidak diangkatnya, sosok itu tidak lain dan tidak bukan Lara Collins.


"Angkat ponselnya Lara!" Edgar terus mencoba menghubungi ponsel adiknya.


Karena tidak juga diangkat ia pun memutuskan keluar untuk mencari Lara. Edgar bahkan mendatangi kamar yang ditempati Miranda untuk mencari adiknya itu, dan setelah mencari kesana kemari disinilah Edgar berada, duduk bersama Dad Robert, Miranda, Mom Nela dan tentu saja Lara. Entah bagaimana ceritanya wanita itu bisa bersama ke-dua orang tua mereka, sesuatu yang pastinya tidak disukai Lara.


"Tengah malam datanglah ke kamar dua ratus dua, aku menunggumu." Bisik Edgar pada Lara saat Dad Robert, Miranda dan Mom Nela terlibat perbicangan serius.


Lara yang terkejut menatap pada orang tua mereka lalu menatap Edgar. "Aku takut ketahuan Kak." Balas Lara dengan berbisik.


"Aku tidak mau tahu, kau harus datang ke kamarku atau aku yang ke kamarmu!"


"What?" Pekik Lara tanpa sadar, hingga membuat Mom Miranda, Robert, dan Nela menatap kearahnya.