
Miranda dan Lily segera berlari mendekat pada Lara yang tergeletak tak berdaya di jalanan, tidak jauh dari tempat Edgar yang juga tergeletak tak sadarkan diri dengan bersimbah darah yang sudah dapat dipastikan kondisi pria itu sangat parah.
Ya, tadi Edgar mendorong Lara menjauh hingga pria itu lah yang tertabrak mobil. Namun naas nya Lara pun terdorong kuat ke jalanan hingga keduanya sama-sama tak sadarkan diri.
"Edgar..." Teriak Nela dengan berlari sampai tak menghiraukan semua orang yang menahannya untuk mendekat. Sungguh ia begitu terkejut saat mencari keberadaan putranya yang melarikan diri dengan Lily, justru melihat pemandangan yang mengerikan dimana tubuh Edgar terpental setelah ditabrak mobil yang melaju dengan kencang.
"Jangan Nela!" Dengan tangan gemetar karena begitu shock melihat putranya tertabrak mobil, Robert menahan wanita itu untuk mendekat karena tahu Nela pasti akan jatuh pingsan, dan benar saja sebelum Nela mendekat pada putranya wanita itu sudah jatuh pingsan terlebih dahulu.
Robert yang khawatir pada keadaan Edgar, segera mendekat setelah menyuruh anak buahnya untuk menjaga Nela yang pingsan. Sungguh hatinya begitu pilu melihat keadaan Edgar yang penuh dengan darah, ia bahkan sekuat mungkin menahan rasa sakit di dadanya karena terlalu shock dengan apa yang dilihatnya kini.
"Cepat panggil ambulan!" Teriak Robert dengan panik, yang ada dipikirannya kini hanyalah menyelamatkan Edgar. Menyelamatkan putra satu-satunya penerus keluarga Collins.
Miranda yang juga panik dengan keadaan Lara, merasa miris saat melihat Robert tidak mempedulikan sama sekali keadaan putri mereka. Pria yang bertahun-tahun menjadi suaminya itu lebih mementingkan keadaan Edgar, padahal Lara pun dalam keadaan terluka.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit." Nelson yang melihat kebingungan di wajah Miranda segera membantu wanita itu. Untuk korban yang satunya ia tidak melihat dengan jelas wajahnya tapi yang pasti keadaannya lebih parah dari keadaan wanita muda yang sangat ia kenal karena beberapa kali mereka pernah bertemu. Sungguh ia tak menyangka Lara adalah putri Miranda, pantas saja Nelson merasa pernah mengenal wajah seseorang saat melihat Lara karena tenyata kedua wanita itu ibu dan anak.
Miranda menganggukkan kepalanya, dan akhirnya Lara dibawa lebih dulu ke rumah sakit, sedangkan untuk Edgar menunggu mobil ambulans datang.
Setelah sampai di rumah sakit Lara langsung di bawa ke ruangan IGD untuk diperiksa dokter. Beberapa saat kemudian Edgar pun sampai di rumah sakit yang sama dengan Lara. Robert yang sangat cemas dengan keadaan Edgar yang tengah diperiksa dokter sampai tidak mempedulikan Nela yang masih pingsan di dalam mobilnya.
Robert yang berada ditempat yang sama dengan Miranda, baru tersadar jika Lara juga menjadi salah satu korban tabrak lari tersebut.
"Putri Anda selamat dan sekarang akan dipindahkan ke ruang perawatan."
"Syukurlah..." Miranda yang tengah berpelukan dengan Lily kini bisa bernapas dengan lega.
"Tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di kandungannya, karena benturan yang dialami pasien di perutnya cukup kuat yang mengakibatkan keguguran." Ucap dokter kembali, membuat Miranda dan Lily menangis.
Sementara Robert yang juga terkejut mendengar Lara keguguran, berjalan mendekat pada istri pertamanya lalu memeluk wanita itu untuk memberikan dukungan.
"Lepas!" Miranda yang marah menghempas tangan Robert dengan kasar.
"Miranda aku turut berduka dengan keadaan Lara, aku —"
"Diam kau!" Miranda menatap tajam pada Robert karena amarahnya sudah tak terbendung lagi. Di saat putri mereka terluka, Robert lagi-lagi mengabaikan dan memilih mendampingi Edgar. Sebenarnya tidak masalah suaminya itu peduli pada Edgar, karena selain Edgar juga putra Robert, Edgar pun sudah menyelamatkan Lara dengan mengorbankan diri sampai terluka parah.Tapi seharusnya Robert juga peduli pada putri mereka meskipun hanya secuil. "Mana suratnya!" Miranda meminta hasil tes DNA Robert dengan Lara pada orang kepercayaannya yang berdiri di samping Lily.