Scandal

Scandal
Part 62


Dua hari kemudian.


Robert meletakkan ponselnya dengan kasar di atas meja setelah menerima panggilan dari Philip. Calon besan sekaligus rekan bisnisnya tadi begitu marah, karena sampai hari ini dia belum menemukan keberadaan Edgar. Padahal lima hari lagi acara pernikahan Edgar dengan Julia akan diselenggarakan.


Semuanya kini kacau dan berantakan setelah Scandal yang dibuat putra dan putrinya. Rose yang melarikan diri ke Korea, serta Edgar yang membawa Lara pergi entah kemana dengan alasan yang tidak jelas, membuatnya pusing dan setres bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Bagaimana ini?" Robert yang marah keluar dari ruang kerjanya untuk mencari langsung keberadaan Lara dan Edgar. Karena entah mengapa ia merasa ke-dua nya menyembunyikan sesuatu yang lebih besar, dari pada apa yang telah mereka lakukan dengan melarikan diri dua hari yang lalu.


Dan sesuatu yang besar itu berkaitan dengan hubungan terlarang yang kemungkinan besar dilakukan oleh Edgar dan Lara. Mengingat kata milik yang di ucapkan putranya itu pada Lara, dan keduanya yang pernah tinggal bersama di Singapore selama satu Minggu.


"Robert kau mau kemana?" Nela menghentikan langkah suaminya saat melihat pria itu keluar dari ruang kerjanya.


"Tentu saja mencari putramu." Sahut Robert dengan ketus tanpa mempedulikan istri keduanya. Ya, seperti itulah hubungan mereka saat berada di mansion. Begitu dingin tidak romantis seperti yang selalu ditunjukkan oleh mereka ketika berada di luar.


Nela pun hanya diam terpaku menatap kepergian Robert. Setelah memastikan suaminya itu pergi, ia pun bersiap untuk keluar karena Fredy menunggunya di cafe tempat biasa mereka bertemu.


Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit akhirnya Nela sampai ditempat tujuan. Dapat ia lihat Fredy sedang menunggunya dengan tersenyum lebar seperti biasa saat pria itu hendak menerima uang darinya.


"Akhirnya kau datang." Fredy menarik kursi untuk Nela duduk.


Nela langsung duduk tanpa menyahut perkataan pria itu. "Bagaimana, apa kau berhasil menemukan Edgar?" tanyanya to the poin. Ya, tujuannya datang menemui Fredy karena ingin mendengar langsung informasi dari pria yang ia bayar untuk mencari Edgar.


Fredy menggelengkan kepala. "Tampaknya putramu sangat ahli dalam bersembunyi." Kekehnya, membuat Nela berdecak kesal. "Sebenarnya ada hubungan apa antara Edgar dengan putri bungsu Miranda selain hubungan kakak dan adik?" Karena jujur Fredy sangat penasaran saat mendengar berita Scandal keluarga Collins yang menggemparkan selama beberapa hari ini.


"Mereka tidak ada hubungan apa-apa, jadi kau jangan asal bicara!" sentak Nela dengan ketus.


Nela yang memang tidak tahu mengapa putranya membawa lari Lara hanya bisa terdiam sambil berpikir. Meskipun banyak yang curiga pada putranya tapi Nela yakin Edgar tidak mungkin melakukan hal yang aneh-aneh.


"Jangankan memiliki hubungan, mereka bahkan tidak pernah akrab dan bersama, jadi—" Nela tidak meneruskan perkataannya saat teringat sesuatu. Edgar dan Lara pernah tinggal bersama di Singapore selama satu Minggu dan beberapa Minggu lalu Edgar pun menginap di mansion Miranda dengan alasan yang tidak masuk di akal. Ingin memperbaiki hubungan bersama saudari perempuannya. "Tidak.. itu tidak mungkin." lirihnya pada diri sendiri.


"Apa yang tidak mungkin?" Tanya Fredy saat melihat kecemasan di raut wajah Nela.


"Ferdy kau harus segera cari Edgar. Aku tidak ingin kecurigaan Robert menjadi kenyataan." Pinta Nela. Dia tidak mau sampai putranya itu merusak semua rencananya apalagi sampai terlibat Scandal dengan putri Miranda. "Aku tidak ingin Edgar terjebak bersama Lara. Apalagi sampai mereka memiliki hubungan terlarang."


Fredy yang kini mengerti kecemasan Nela pun tersenyum penuh arti. "Hubungan terlarang? Bukankah tidak ada salahnya jika mereka memiliki hubungan."


"Jaga bicaramu! Bisa-bisanya kau berbicara seperti itu. Mereka kakak adik." Bentak Nela.


"Kakak adik?" Ferdy tertawa keras dengan mengejek sembari mendekat pada Nela. "Kau sepertinya melupakan sesuatu? Apa perlu aku ingatkan kalau—"


"Tutup mulutmu Fredy! Aku tidak akan segan-segan..."


"Nela?"


Deg.


Nela yang mengenali dengan jelas sang pemilik suara, perlahan menatap sosok yang memanggil namanya dengan wajah yang terkejut, apalagi sosok itu kini berdiri di samping meja mereka.