Scandal

Scandal
S2 - part 31


Holllaaaaaa .... maaf kemarin gak up, aku sibuk sekali. sekarang juga masih sibuk tapi aku sempet-sempetin. semoga suka sama part ini.


Happy Reading!!!


••••


Perasaan Krystal menjadi sangat tidak enak sejak tadi, semenjak Kai meninggalkan rumah mereka untuk berangkat ke kantor. Bahkan saat Kean diantar pulang oleh mama Morena, Krystal merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Kenapa, Krys?" Mama Morena bertanya saat melihat gelagat aneh dari Krystal.


Perempuan itu tersenyum mencoba untuk terlihat biasa saja. "Gak apa-apa, mah."


"Kamu sakit?" Mama Morena menyentuh kening Krystal lembut. "Kok pucet gitu?"


"Krystal baik-baik aja, mungkin karena kangen Kean, biasanya ada yang berantakin rumah tapi dua hari ini jadi sepi." ujarnya beralasan.


"Bunda ...." Kean datang menghampiri mereka di ruang tengah.


"Apa sayang?" Krystal memeluk Kean yang menghambur ke arahnya.


"Ayah dimana?"


"Ayah kerja," balas Krystal sembari mengusap rambut sang anak. "Memang Kean mau apa?"


"Mau ajak ayah jalan-jalan, bunda, aku mau ke kebun binatang. Liat tiger sama lion."


"Hm ..." Krystal terdiam sebentar. "Sama Bunda aja mau?"


"Gak mau ... aku maunya sama ayah sama bunda."


"Oma di ajak gak?" sambar Morena.


Kean lalu mengangguk. "Sama oma sama opa, aku juga mau ajak aunty Rin sama Naira, Bun."


Krystal dan Morena terkekeh. Kean itu pintar sekali berbicara, persis seperti ayahnya. Mengingat Kai membuat perasaan Krystal semakin tidak enak. Sebenarnya ada apa?


Lalu tiba-tiba saja telepon rumah berdering. Membuat Krystal beranjak dari sana untuk mengangkatnya.


"Hallo."


"Selamat siang, bu. Maaf ini saya Dimas."


Dimas, asisten Kai. "Iya, Dim, ada apa?"


Kening Krystal mengernyit. Kai? Bukannya lelaki itu ada di kantor?


"Loh, bukannya bapak lagi di kantor, ya?"


"Kantor?" Krystal bisa mendengar nada bingung dari Dimas di seberang sana. "Kan libur, bu? Gak ada yang ke kantor sekarang. ini aja saya mau nanyain soal promposal yang bapak suruh perbaiki."


Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar tepat ke kepala Krystal. Kalau suaminya tidak di kantor, lalu dimana dia?


"O—oh ... ya sudah, Dim, saya coba hubungin ponsel bapak dulu."


"Baik, bu."


Begitu sambungan terputus, Krystal merasakan sesuatu menghimpit dadanya, hingga rasanya begitu sesak.


Samar-samar ia bisa mendengar suara Airin dan Rendi yang baru saja datang bersama mama Maria. Kean berteriak riang, memanggil nama Naira.


Tapi Krystal masih terdiam dengan tangan mencengkram gagang telepon. Saat ia mencoba menghubungi Kai, hapenya sudah mati. Lalu saat itu juga, semua menjadi sangat mengkhawatirkan, perempuan adalah makhluk dengan firasat yang tajam dan firasat Krystal semakin akurat saat handphone-nya berdering, menandakan ada satu chat masuk.


Datang ke alamat ini, gue bakalan nunjukin sama lo kayak gimana suami lo selama ini.


Jantung Krystal berdebar dengan cepat. Ia merasa  dunia ini sedang menjungkir balikan kesadaran dirinya. Tubuhnya seperti tidak memiliki tulang, dan lututnya melemas begitu saja. Mendadak otaknya tidak bisa berpikir apa pun.


Seiring dengan matanya yang memanas, ponsel di tangannya terjatuh membuat bunyi yang cukup keras. Airin menghampiri dengan wajah terkejut.


"Krys, kenapa?"


"K—kak ..." ia berujar terbata dan napasnya memburu.


"Ada apaan?" tanya Airin khawatir. Baru saat Krystal menoleh ke arahnya, Airin tahu ada yang tidak baik pada adiknya itu.


"Kai ... kak, tolong anterin aku. Kai ada di apartemen perempuan." Wajahnya melemah, sementara Airin menganga terkejut.


"Ada apa?" Rendi datang menghampiri. Ia juga terlihat bingung melihat dua wanita itu terdiam dengan wajah yang berbeda. "Rin, ada apaan?"


"Sayang, anterin aku sama Krystal sekarang!"


••••


Berikan dukungan kalian berupa vote dan like. poin dan koin bagi yang punya boleh hibahin ke sini. maachiii ❤❤❤