Scandal

Scandal
Part 80


Kedua kakak beradik itu pun segera keluar dari kamar setelah menyuruh pelayan untuk membawa semua koper milik Lara, dan beruntungnya bagi mereka ternyata Mom Miranda sudah pergi entah kemana. Tapi yang jelas Lara dan Lily bisa pergi dengan tenang tanpa perlu diinterogasi terlebih dahulu kenapa berangkat ke bandara lebih awal.


Setelah sampai di dalam mobil, Lily langsung mengendarai mobil yang ditumpangi mereka ke tempat pernikahan Edgar dan Julia.


"Kak para pengawal mengikuti kita." Ucap Lara yang melihat mobil orang suruhan Robert tepat dibelakang mereka.


"Kau tenang saja, sekarang kencangkan sabuk pengamannya!" perintah Lily.


"Untuk apa kak?' Tanya Lara dengan bingung.


"Sudah lakukan saja." Lily menatap kaca spion, melihat mobil yang dikendarai para pengawal Dad Robert.


"Oke." Belum sempat Lara melakukan apa yang diperintah Lily, jantungnya sudah lebih dulu dibuat terkejut saat mobil yang ditumpanginya tiba-tiba melaju dengan sangat cepat. "Kak kau gila?" umpat Lara sambil mengencangkan sabuk pengamannya. Tidak lupa ia berdoa demi keselamatan mereka karena Lara tidak ingin mati muda. Ia masih ingin hidup, terutama masih ingin melihat Edgar.


"Sudah jangan berisik!" Dengan lihai Lily mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi lalu memotong jalan agar mobil para pengawal pribadi Dad Robert tidak bisa mengikuti mereka. Beruntungnya Lily pernah berkencan dengan seorang pembalap, sehingga ia berhasil mengelabuhi para Bodyguard tersebut tanpa membuat mereka celaka. "Kau lihat, mereka sudah diamankan." Lily menatap kaca spion dengan tersenyum bangga.


Lara ikut menatap kebelakang, dan benar saja mobil para pengawal itu sudah tak terlihat. "Ya, mereka sudah diamankan tapi jantungku jadi tidak aman. Lain kali tunggu sampai aku selesai kak." Protes Lara dengan kesal. Bagaimana tidak kesal jika hampir dibuat mati karena jantungan.


"Kau yang terlalu lama berpikir, seharusnya tadi kau langsung kerjakan tanpa bertanya." Sahut Lily dengan santai.


Lara pun hanya bisa diam dengan bibir yang mengerucut tajam, sampai akhirnya mobil yang dikendarai mereka berhenti tepat di sebuah gedung pencakar langit ditengah kota.


"Apa kita sudah sampai kak?" Lara menatap kesekelilingnya.


Lily tidak menjawab, dia menatap gedung tinggi diseberang jalan yang jaraknya tidak jauh dari tempat mereka berada. "Sepertinya penjagaannya sangat ketat."


"Kak, kau lupa ini pernikahan putra Collins dan putri keluarga Philip tentu saja penjagaannya ketat. Apalagi Robert pernah gagal menikahkan Kak Rose, jadi dia pasti memastikan agar pernikahan Edgar tidak gagal." Jelas Lara panjang lebar sampai membuat Lily terdiam.


"Sepertinya kehamilanmu membuat otak kecil ini jadi bisa berpikir dengan benar." Sahut Lily sambil menyentuh kepala Lara.


"Kak..." gerutu Lara dengan kesal. Lalu membuka tasnya untuk mengambil sesuatu yang sudah disiapkannya sejak semalam. "Aku titip ini untuk Edgar." Karena Lara tahu jika mereka berdua memaksa untuk masuk maka akan tertangkap oleh para penjaga, terlebih dirinya yang pasti sudah masuk dalam daftar orang yang dilarang untuk masuk ke dalam hotel tersebut.


Lily mengambil sebuah surat dan hasil usg dari tangan Lara sambil menatap adiknya dengan intens. Dia tidak boleh menyerah, jika Lara tidak bisa masuk maka akan ia buat Edgar yang keluar untuk menemui adiknya.


"Kau tunggu disini, aku akan masuk ke dalam."


"Tapi kak..."


"Dengar Lara, aku akan pastikan membawa Edgar keluar menemuimu. Jadi ingat tetap disini dan jangan kemana-mana!" Ucap Lily dengan tegas sambil membuka pintu mobil setelah mengecek riasan diwajahnya, karena dia tidak mau terlihat jelek dalam situasi apa pun.


"Kak..." Lara menahan tangan Lily dengan tatapan berkaca-kaca.


"Sudah kau tenang saja aku tidak akan kenapa-kenapa." Ucap Lily yang mengerti kekhawatiran adiknya.


"Bukan itu kak, tapi tolong bawa kue atau makanan apa pun disana, aku sangat lapar." pintanya penuh harap, karena memang dari pagi dia belum mengisi perutnya sama sekali.


"Lara kau sungguh terlalu." Dengan kesal Lily menutup pintu mobil. Bagaimana tidak kesal disaat ia berpikir Lara mengkhawatirkannya, tapi yang terjadi adiknya justru mengkhawatirkan isi perutnya sendiri. Untung Lara adiknya, kalau bukan sudah ia usir dari dalam mobilnya.