Scandal

Scandal
Part 114


"Tunggu Ed!"


Edgar yang tengah membuka pintu mobil untuk Mom Nela, kini menatap pada Miranda yang tengah berjalan mendekat.


"Miranda kau berubah pikiran?" Tanya Nela dengan penuh harap, karena jujur ia tidak tega melihat Edgar kehilangan Lara, kehilangan kebahagiaannya.


Miranda sendiri tidak mempedulikan pertanyaan Nela, ia terus berjalan mendekat pada Edgar.


"Kau belum mendengar jawabanku dari keputusanmu Ed." Ucap Miranda dengan tersenyum.


Edgar yang tak mengerti menatap bingung pada Miranda.


"Aku menarik syarat yang ku minta tadi."


"Benarkah?" Tanya Edgar dengan perasaan campur aduk, antara bahagia, terkejut, dan tak percaya.


"Ya, kau boleh menikah dengan Lara. Tapi dengan catatan Nela dilarang datang dan menginjakkan kakinya di hari pernikahan kalian dan di rumah yang kelak kau tempati bersama Lara. Aku tidak mau Nela ikut campur dengan urusan rumah tangga kau dengar Lara kelak. Jadi dengan kata lain aku tidak akan memutus hubungan kalian sebagai ibu dan anak, kau boleh mengunjunginya dan mengurus Nela. Tapi kau dilarang keras membawa Nela masuk kedalam kehidupan keluarga barumu bersama Lara. Hanya itu pintaku."


"Iya Miranda kami setuju." Nela yang menjawab. Sungguh ini kesempatan yang sangat baik untuk mereka. Edgar tidak akan kehilangan orang yang dicintainya dan ia masih bisa memiliki putra kesayangannya meskipun dilarang untuk datang dihari pernikahan Edgar, dan dilarang keras mendekat di dalam kehidupan rumah tangga Edgar dan Lara kelak.


"Tapi Mom, aku ingin kau hadir di hari bahagiaku."


Nela menggelengkan kepalanya. "Percayalah ini adalah jalan terbaik yang diberikan Miranda pada kita. Dia berkorban perasaan untuk bisa menerima kau sebagai menantunya, dan Mom akan berkorban juga demi kebahagiaan kau dan Lara. Jadi tak masalah Mom tidak bisa hadir, tapi doa mom selalu menyertaimu Nak." Nela memeluk putra kesayangannya itu dengan penuh kasih.


"Jadi bagaimana Edgar? Kau setuju atau tidak? Dan ini kesempatan terakhir untukmu?"


Edgar menatap Mom Nela yang tersenyum, lalu menatap Miranda sembari menganggukkan kepalanya.


"Baiklah persiapkan semuanya, bila perlu secepatnya." Miranda hendak berlalu dari tempat tersebut sebelum lengannya di tahan oleh Nela.


"Kau tidak perlu berterima kasih, aku melakukan semua ini demi kebahagiaan putriku."


Ya, Miranda sengaja memberikan satu permintaan tersebut karena selain tidak ingin melihat Nela. Ia juga ingin memastikan kehidupan Lara kelak nyaman tanpa adanya gangguan dari ibu mertua yang pernah dirasakannya dulu saat berumah tangga bersama Robert. Itu sebabnya ia meminta Nela tidak boleh menginjakkan kakinya dan ikut campur di dalam rumah tangga Lara dan Edgar kelak.


"Tapi walau bagaimana pun terima kasih Miranda." Sahut Nelson dengan tersenyum. Ia tahu Miranda bukan orang yang kejam, dia hanya seorang ibu yang ingin memastikan kebahagiaan putrinya.


Miranda hanya diam sembari berlalu dari tempat tersebut tanpa menimpali perkataan Nelson.


"Hei kau mau kemana Ed?" tanya Nelson saat melihat Edgar hendak menyusul Miranda.


"Aku ingin bertemu Lara, aku ingin memberitahu kabar bahagia ini."


Nelson pun tak lagi menahan Edgar untuk masuk ke dalam rumah Miranda, tapi belum juga keponakannya itu masuk ia melihat Miranda yang kembali keluar dari dalam rumah.


Entah apa yang dibicarakan Miranda dengan Edgar, tapi yang jelas keponakannya itu tidak jadi masuk ke dalam rumah Miranda.


"Ayo Paman, Mom, kita pulang."


"Tapi nak, kau tidak jadi memberitahu Lara?" tanya Nela.


Edgar menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Apa Miranda berubah pikiran?" Kini Nelson yang bertanya.


"Tidak Paman, nanti aku jelaskan di dalam mobil." Ucap Edgar dengan tersenyum penuh arti.