Scandal

Scandal
S2 - Part 19


Holllaaaa ... adakah yang rindu πŸ˜‚πŸ˜‚ baru sehari masa udah rindu?? wkwkwk


langsung aja ya, cekidot, happy reading!!


β€’β€’β€’β€’


Selesai liburan, mereka semua akhirnya kembali pada rutinitas sehari-hari. Krystal kembali disibukan dengan Kai dan Kean pagi ini. ia selalu bergerak dengan lincah di dalam dapur untuk membuatkan dua jagoannya sarapan. Tidak lupa membangunkan mereka yang sama sekali tidak mudah.


Kai bersiul dari tangga dengan tangan sibuk memasang jam tangannya. Ia lalu turun menuju meja makan, dimana sang anak sudah lebih dulu duduk di sana dengan wajah tertekuk malas. Hampir setiap pagi ia melihat pemandangan itu.


"Hai, boy." Kai mengecup puncak kepala anaknya. "Semangat dong."


"Aku mau liburan lagi ayah," keluh bocah kecil itu saat Kai sudah duduk di depannya. Wajah gembil itu mencebik malas. "Aku gak mau sekolah." lanjutnya.


Krystal yang baru datang dari dapur dengan satu piring nasi goreng di tangan segera menjawab, "Memang Kean mau jadi bodoh? Kalo Kean bodoh nanti gak bisa beli tobot x loh." Dan meletakannya di depan sang suami.


Kai menerima itu dengan senyum.


"Kan ayah yang beliin aku tobot x." balas anak laki-lakinya.


Krystal langsung mendelik ke arah Kai, yang dibalas dengan kedikan santai dari lelaki itu. Ini karena Kai yang selalu memanjakan Kean, anak laki-lakinya itu jadi menganggap remeh semua hal. Bagaimana Krystal bisa memiliki anak lagi kalau seperti ini.


"Ayah gak bisa terus-terusan beliin Kean tobot x. Jadi Kean harus belajar biar bisa beli tobot x." ujarnya sembari menyuapi Kean dengan sosis goreng dan telur.


Anak laki-laki itu menggeleng. Bibirnya semakin maju ke depan, dan raut wajahnya berubah, seperti hendak menangis. Salah satu kelemahan Kai.


"Gini deh, kalo Kean sekolah, nanti kita liburan lagi. Kali ini sama Naira, mau?"


Dalam sekejap mata sayu itu berubah berbinar saat nama Naira disebut. "Mau ayah!" Ia melompat dari kursinya dan loncat-loncat kegirangan. "Yeay, aku mau main sama Naira. Yeay...."


Krystal menghela napas, menoleh ke arah Kai. "Jangan dibiasain dong."


"Ya aku kan cuma mau kasih dia reward aja setelah dia mau sekolah. Gak usah dipermasalahin, Krys. Neyenengin anak kok." Kai lalu menarik pinggang Krystal mendekat. Membuat tubuh mereka berpelukan. "Sekarang yang penting kamu jangan capek-capek. Gak usah ngerjain apa-apa, kan udah ada Bi Ida, percuma dong aku gaji dia." Kai tersenyum.


"Coba deh, kamu kalo ngomong sama aku gak usah jahil gini tangannya. Itu masih ada anak kamu!" keluh Krystal sedikit kesal. Lelakinya ini selalu tidak bisa untuk tidak berbuat mesum. Padahal masih ada Kean yang sedang lari-larian di sana.


"Gak mau bunda," tolak sang anak.


Krystal mendengus, lalu ikut berlari mengejar Kean. Ia menarik tangan anaknya yang dengan lincah berlari kesana-kemari. "Stop, ayo makan dulu."


Kean menutup bibirnya dengan tangan saat Krystal akan menyuapi sarapan anak itu ke dalam mulutnya. "Aku gak mau bunda." ujar Kean diselingi dengan gelengan kepala.


"Harus makan, berangkat sekolah itu gak boleh kalo gak makan."


"Nggak bunda, aku gak mau." Kean berontak, menarik tangannya yang berada di genggaman Krystal hingga kemudian membuat piring yang ada di tangan perempuan itu terlempar jatuh ke bawah.


Seketika semuanya menjadi hening. Krystal memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam. Tiba-tiba saja rasa kesal di dalam dirinya berkobar. Ia lalu melotot pada sang anak dengan galak. "Kalo bunda bilang makan tuh makan, Kean!" bentaknya dengan nada tinggi hingga membuat Kean berjengit takut.


Anak laki-lakinya itu sontak saja langsung menangis. Kai yang masih duduk di atas kursinya segera menghampiri mereka. Menatap Krystal tidak suka.


"Kamu gak usah bentak-bentak kayak gitu juga, Krys!" ujar Kai dan membawa Kean yang sedang menangis ke dalam gendongannya. "Ada cara lain yang lebih baik!"


"Apa? Manjain dia gitu?"


Kai mendelik bingung. "Loh? Kok jadi marah sama aku?"


Krystal menggeram, menatap Kai dengan sengit. "Aku pusing tahu gak! Ini yang bikin aku gak mau ada Kesya! Satu anak aja kamu manjain habis-habisan kayak gini! Gimana ada dua? Kean belum tentu tumbuh jadi anak baik, lihat sifatnya, mirip banget sama kamu!" Lalu ia beranjak dari sana dengan dada yang bergemuruh hebat, meninggalkan Kai yang terdiam bingung di tempatnya.


Mirip banget sama gue? gumam Kai tidak terima.


β€’β€’β€’β€’


ya namanya juga rumah tangga, namanya juga emak-emak, kadang kesel kadang baik ahahah itu manusiawi sih, sehebat-hebatnya bunda pasti ada titik dimana ia jengah sama hal-hal di sekitarnya, itu juga yang Krystal rasa.


jadiiiiii, jangan lupa poin sama koinnya ya genks


πŸ˜‚πŸ˜‚ maachiii ❀❀❀