Scandal

Scandal
F


happy reading gaes!!!


****


Krystal mematut dirinya di depan kaca, berputar ke kanan lalu ke kiri, mengelus perutnya yang membuncit, sesekali melihat lengannya yang besar layaknya petinju profesional.


Ia menghela, mengamati tubuhnya yang kini terlihat sangat gemuk. Iya, gemuk bukan lagi gemuk seperti ibu hamil. Nafsu makannya bertambah dua kali lipat di kehamilan kedua ini, di tambah, Krystal sama sekali tidak merasakan morning sickness.


"Aku lebar banget ya, Yah?"


Kai yang sedang duduk berselonjor di atas ranjang dengan laptop di pangkuannya menoleh. Ia menatap Krystal dengan tatapan was-was. Ini sih pertanyaan menjebak. Kai tahu kalau ia mengatakan tidak, Krystal pasti akan marah dan manudingnya sebagai pembohong. Tapi .. kalau ia mengatakan iya, yakin lah kalau perempuan itu pasti akan mengamuk—parahnya, ia akan kehilangan jatah mingguannya.


"Em ...," Kai mengelus dagunya bingung. "Kamu ... ideal kok buat aku." Cukup lama ia berpikir hanya untuk mengatakan itu. Semoga jawabannya tidak salah.


Tapi, bibir mengerucut dengan sorot mata kesal itu menatapnya tajam. "Jadi kamu pikir tubuh gendut kayak gini itu ideal? Ngeledek kamu ya?"


Nah ... salah lagi kan dia.


"Bukan ... buat aku kamu itu selalu ideal, mau kayak gimana pun."


Krystal menoleh. "Ih, bohong."


"Bener,"


"Apa ... kemarin kamu bilang aku berat?" ujarnya melotot.


Kai langsung gelagapan. Hm, salah mulutnya yang suka berbicara tanpa berpikir. "Yaaa, kan kamu berat karena ada bayi di perut kamu."


"Kamu tuh bohong terus," rengek Krystal seraya duduk di pinggir ranjang. Bibirnya mencebik kesal. "Pasti aku udah kayak sapi hamil, ya?"


Kai mendesah dengan pejaman mata pusing. Tangannya memijat pangkal hidung berusaha meredakan nyeri kepala.


Astaga, Kenapa semua ucapannya terdengar salah terus di telinga Krystal?


"Enggak, sayang. Kamu itu malah kelihatan sexy." rayu Kai, semoga rayuannya itu berhasil.


Dan benar, Mata bening itu menatap ke arahnya penuh binar. "Beneran?"


"Ya bener dong," Kai mendesah lega. "Semua orang juga tahu itu."


Biarlah ia menjadi penggombal ulung, asal malam ini Krystal tidak merengek karena tubuhnya yang melebar mirip seperti babon itu. Ups, Kai meringis. Kalau Krystal tahu bisa mampus dia.


"Tapi aku ngerasa jadi pegel banget di kaki, gak kayak waktu hamil Kean," keluh wanitanya. Kai sudah tahu kemana arah perbincangan ini. "Pijetin, ya?"


Tuh kan ... benar sekali tebakannya.


"Mau kan?" Krystal meminta dengan mata berkedip lucu.


Krystal tersenyum senang, ia kemudian naik ke atas ranjang setelah Kai selesai menutup laptopnya dan memindahkan benda itu ke atas nakas. "Sekalian usap-usap ya." pintanya lagi.


Yang satu saja belum kelar, sudah minta yang lain. Kai mengangguk dengan senyum terpaksa.


Beberapa saat Kai memijat kakinya, Krystal terus berceloteh, membicarakan tentang sanggarnya, tentang tetangga mereka yang suka sekali bergosip, dan sesekali tentang Kean.


"Oh iya, aku udah daftar untuk ikut senam hamil."


Kini Kai tidak lagi memijat kaki Krystal, lelaki itu sudah merebahkan diri di sebelah sang istri tapi dengan tangan mengelus perut buncit itu.


"Hm," jawabnya setengah mengantuk.


"Lusa udah mulai kelas."


"Ya udah, tapi kamu jangan capek-capek."


Krystal mendongak untuk melihat wajah sang suami. Terlihat sekali matanya yang hampir terpejam itu. "Kamu ikut, ya."


"Iya aku anter."


"Bukan anter ... kamu ikut kelas juga."


Mendadak rasa ngantuknya yang sudah berada di alam mimpi hilang. Ia mengerjap. "Kenapa aku ikut?"


"Memang harus sama suami,"


"Tapi aku malu, Krys."


Bibir Krystal mengerucut. "Kenapa malu, bukan cuma kamu aja bapak-bapak yang ikut senam hamil, di sana ada banyak."


"Tapi—"


"Mau kan?" Mata bulat itu menatapnya lagi dengan penuh permohonan. "Kamu gak mau?"


Ya Tuhan, salah apa dia? Setahunya, kesalahan yang ia lakukan adalah menghamili Krystal, membuat perempuan yang banyak maunya itu menjadi sering merajuk.


Apa yang harus ia perbuat? Menolak tentu saja membuatnya mati secara perlahan.


"Hm," Tak lama kepalanya mengangguk. "Iya, aku mau."


****


ya namanya ibu ibu hamil, apa aja harus diturutin yekhan?? haha yang sabar ya ayah Kai.