
Haiii....aku mau bilang, ini sedikit karena aku sempet-sempetin. nanti malem atau sore yaa aku up lagi, soalnya aku masih sibuk liburan aku update sengaja biar kalian gak kangen (pede banget aku) jadi pliss jangan bilang sedikit karena nanti aku up lagi kan
so, Cekidot, happy reading ❤❤
••••
Krystal membuka pintu kamar itu dengan perlahan. Samar-samar ia bisa mendengar suara kucuran air dari dalam kamar mandi. Kai pasti sedang mandi.
Sebelumnya Krystal sudah membawakan sepiring lauk pauk untuk lelaki itu dari dapur. Setelah tadi puas menangis untuk melampiaskan perasaan sedihnya, Krystal lalu beranjak ke dapur dan menyiapkan malam malam untuk Kai.
Setelah di dalam kamar, Krystal juga tidak lupa mengambil beberapa stel piyama dan pakaian dalam sang suami, meski mereka masih dalam mode bertengkar, Krystal tetaplah istri yang harus memenuhi kewajibannya.
Tak lama berselang saat tubuh Krystal masih berada di dalam kamar dan baru saja meletakan piyama itu di atas ranjang, pintu kamar mandi terbuka. Kai muncul dengan tubuh yang lebih segar, wangi sabun menyeruak begitu saja.
Mereka berdua sama-sama terkejut, lalu Krystal bergerak gugup. "Kamu udah makan belum? Kalo belum, aku tadi bawaain makanan buat kamu."
"Hem," hanya deheman pelan yang terlontar dari bibir Kai. Ternyata lelaki itu masih marah.
Krystal kemudian beranjak dari depan Kai menuju pintu untuk keluar, namun begitu tangannya mencapai gagang pintu, lelaki itu memanggilnya. "Mau kemana?"
"Aku mau tidur di kamar Kean aja." balas Krystal sedikit ketus tanpa mau membalikan tubuhnya.
Memangnya hanya Kai yang bisa marah, Krystal juga tidak mau kalah.
"Oh, ya udah." Lelaki itu berujar santai.
Ya udah? Krystal benar-benar jengkel dengan jawaban itu. Apa Kai berniat untuk melanjutkan perang dingin ini? Oke, Krystal juga tidak akan menyerah dan meminta maaf atas ucapannya kemarin.
***
Pagi adalah waktunya Krystal memulai hari untuk berkutat dengan kehidupan ibu-ibu rumah tangga. Jam lima ia sudah harus bangun, tidak lupa mengecup kening anak laki-lakinya itu dengan lembut. Lalu Krystal beranjak ke dalam kamarnya, ia melihat Kai masih tertidur pulas di atas ranjang.
Setelah selesai merapihkan diri di kamar mandi, Krystal lalu keluar dan segera membangunkan sang suami yang harus berangkat ke kantor pagi ini.
"Ayah ... bangun." Krystal mengguncang bahu Kai pelan, tapi sayangnya itu tidak juga membuat Kai membuka matanya. "Ayah Kean ...," panggilnya lagi.
"Eung ..." hanya terdengar lenguhan pelan dari lelaki itu.
"Bangun yuk," dan Kai bergerak menarik selimutnya hingga menutupi kepala. Selalu seperti itu, sulit sekali dibangunkan.
"Kai! Bangun!" Dari yang halus, lembut lalu berubah menjadi kasar. Membangunkan Kai memang butuh beberapa tahap.
"Ya ampun Kai! Kamu gak kerja?" Krystal menarik turun selimut tebal itu. Ia bisa langsung melihat mata Kai yang mengerjap perlahan.
"Capek, Krys." lirih Kai
Tangan Krystal lalu menyentuh dahinya pelan. "Gak panas kok."
Desau malas keluar dari bibir lelaki itu. "Aku bilang kan capek, bukan sakit."
"Ya biasanya kalo kamu ngeluh capek kan gak enak badan." balasnya nyolot. Ia lalu bergerak menjauh dengan bibir mengerucut. "Buruan mandi ... kamu mau susu apa kopi?"
"Kopi." Jika biasanya Kai akan menjawab cium setiap Krystal bertanya demikian, kali ini berbeda. Kai bahkan mengatakan itu dengan amat sangat singkat sambil beranjak turun dari atas ranjang untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Krystal menghela. Sampai kapan perang dingin ini akan terus berlajut kalau di antara mereka tidak ada yang mau mengalah. Krystal sendiri tidak mau mengalah karena ia tidak mau terlihat lemah, dan Kai, lelaki dengan harga diri tinggi, mana mungkin ia mau mengakui kesalahannya secepat itu.
••••
Poin sama Koin kalo yang ada boleh disumbang ke sini yakk 😂😂
maachii ❤❤