Scandal

Scandal
Part 74


Meninggalkan mansion Miranda dimana semua penghuninya tengah merasakan kesedihan baik itu Lara dan Edgar, Miranda dan Robert, juga Lily yang mendengar perdebatan kedua orang tua nya.Ya, seseorang yang ada di balik pintu itu adalah Lily. Dia yang bermaksud memberitahu Mom Miranda akan pergi keluar untuk menghilangkan setres karena permasalahan yang ada di keluarga mereka. Justru mendengar sesuatu yang mengejutkan, yaitu kebenaran tentang Mom Miranda yang selingkuh dan Lara yang di tuduh bukan anak kandung Dad Robert.


Di tempat yang berbeda, Nela yang bertemu dengan Ferdy justru tengah menyuruh pria itu untuk mencelakakan Lara agar putri bungsu Miranda itu keguguran.


"Kau gila, menyuruhku mencelakai Lara?" Ferdy sampai terkejut mendengar perintah Nela, terlebih mendengar Lara yang kini tengah mengandung anak Edgar. Benar-benar sebuah scandal besar yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya, tapi mengingat bagaimana scandal kedua orang tua mereka Fredy pun jadi tidak heran anak-anak mereka terlibat scandal seperti itu.


"Ya, aku memang gila. Aku tidak peduli bagaimana pun caranya, janin yang ada di kandungan Lara harus lenyap. Karena pernikahan Edgar dengan Julia sebentar lagi akan dilaksanakan, jadi aku tidak mau sampai ada penghalang."


Ferdy menggelengkan kepalanya. "Kau kejam sekali, setelah membuat hubungan Robert, Miranda, dan ketiga anak-anaknya berantakan. Kini kau ingin melenyapkan cucu mu sendiri."


"Itu bukan cucuku."


"Dia cucumu Nela, lagi pula kenapa kau berusaha memisahkan Edgar dan Lara? Mereka bukan kakak dan adik dan berhak untuk menikah terlebih putri Miranda tengah hamil."


"Tutup mulutmu Fredy!" sentak Nela dengan penuh emosi.


"Kenapa? Bukankah yang aku katakan itu benar, mereka bukan kakak adik, karena Edgar bukan anak Robert Collins."


"Oh ayolah kenapa kau marah? Bukankah aku mengatakan yang sebenarnya." Fredy tersenyum dengan seringai tipis di bibirnya.


"Tidak, Edgar adalah anak Robert jadi kau jangan berkata yang tidak-tidak." Nela menghempaskan cengkraman Fredy.


Fredy pun tertawa mengejek. "Jelas-jelas kau tidur dengan pria lain, dan Robert yang terkena getahnya. Dan beruntungnya janin yang kau kandung laki-laki sehingga Robert bersedia menikah denganmu karena berpikir anak itu adalah penerus keluarga Collins, tetapi yang sebenarnya entah anak siapa Edgar."


Ya, Fredy tahu betul bagaimana kisah Nela. Karena mereka berteman baik dan tahu bagaimana terobsesinya Nela menjadi istri seorang Robert Collins sampai bersedia dihamili pria lain, dan menjebak Robert dengan mengaku janin yang dikandungnya itu anak Robert.Tapi sayang waktu itu Robert tidak mau bertanggung jawab kalau janin yang dikandung Nela bukan anak laki-laki, sehingga Nela harus menunggu sampai kandungannya berusia hampir lima bulan. Dan beruntungnya Nela, janin itu anak laki-laki sehingga Robert menikahi wanita itu. Dan bagaimana Fredy tahu anak itu bukan anak Robert, karena dulu dia yang bertugas menukar hasil tes DNA milik Edgar saat anak itu baru lahir, karena Robert ingin lebih yakin anak yang dilahirkan Nela benar keturunan Collins.


"Diam kau!" Nela yang kesal hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Dengar Fredy aku kemari bukan untuk membahas tentang Edgar. Tapi aku ingin kau buat Lara kecelakaan sampai keguguran, bahkan kalau bisa meninggal sekalian."


Fredy menggelengkan kepalanya karena Nela bersikeras melenyapkan janin Lara, sampai tidak peduli jika Lara sampai meninggal. "Kau bersikeras menikahkan Edgar dengan Julia, agar suatu saat nanti jika Robert tahu tentang Edgar setidaknya kau tidak perlu khawatir jatuh miskin bukan? Dasar otakmu itu yang ada hanya harta dan harta. Tapi aku suka, karena artinya keuanganku pun akan ikut lancar." Fredy tersenyum puas. "Baiklah sama seperti aku menjebak Miranda belasan tahun silam, aku juga akan membuat Lara keguguran. Kau siapkan saja uangnya."


Nela pun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum lega. Kini masalahnya satu persatu selesai, Edgar akan menikah dengan Julia dan Lara akan keguguran.