Scandal

Scandal
Part 57


Saat semua mata kini tertuju pada Edgar. Nela hanya bisa tersenyum kaku sembari menarik tangan putranya untuk mendekat.


"Ed pelankan suaramu!" bisik Nela.


Edgar sendiri tak mempedulikan ucapan Mom Nela karena masih terkejut mengetahui Lara yang menjadi mempelai penggantinya. Dengan penuh emosi ia pun berjalan mendekat pada Lara untuk meminta penjelasan dari wanita itu.


"Ed kau mau kemana?" Nela yang bingung dengan sikap Edgar akhirnya mengikuti putranya.


"Apa yang kau lakukan Lara Collins?" sentak Edgar dengan mencengkram tangan Lara. Sungguh ia sangat marah, karena wanita yang semalam mengaku tengah mengandung benihnya justru bersedia menikah dengan pria lain.


"Anak ****** apa yang kau lakukan? Minggir, jangan menghalangi jalan!" sentak Miranda dengan suara tertahan agar semua tamu undangan tak mendengar. Miranda juga berusaha melepaskan cengkraman ditangan Lara.


"Jawab aku Lara, apa yang sedang kau lakukan?" Edgar kembali menyentak dengan keras hingga membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut saling menatap dengan bingung. Tanpa terkecuali Miranda dan Nela tentunya.


"A-aku..." Lara yang bingung kenapa Edgar tiba-tiba marah hanya bisa diam sembari menatap bergantian pada Mom Miranda dan Lily.


"Edgar Collins kau itu kenapa sih?" Nela yang sebenarnya terkejut dan bingung melihat perubahan sikap putranya. Berusaha tetap tenang dengan mencoba melepaskan cengkraman tangan Edgar.


Dan kini baik Miranda dan Nela sama-sama berusaha melepaskan cengkraman Edgar yang begitu kuat di tangan Lara.


"Maaf, sepertinya ada sedikit kesalahpahaman. Aku akan kembali membawa Lara." Robert segera menghampiri Edgar dengan terburu-buru.


"Jawab aku Lara?" Edgar mengulangi pertanyaan untuk ketiga kalinya tanpa melepaskan cengkeramannya meskipun Mom Nela dan Miranda berusaha melepaskan.


"Edgar apa yang kau lakukan?" Robert menatap putranya dengan marah. "Cepat lepaskan Lara! Dia harus bersama calon suaminya karena acara pernikahan mereka akan dimulai."


"Iya kak lepaskan aku! Aku harus bersama calon..." Lara terdiam karena merasa ada yang salah dengan kalimat Robert. "Seharusnya kak Rose yang bersama Calon suaminya. Kenapa jadi aku?" Lara menatap Mom Miranda, dan Lily yang terlihat gugup. Ia juga menatap Robert, Nela, dan Edgar tentunya.


Melihat semua orang terdiam. Lara pun menatap ke seluruh ruangan untuk mencari Kak Rose, namun ia tak menemukan keberadaan kakak tertuanya itu. Membuat otak kecilnya mulai berpikir dengan keras mengaitkan semua kejanggalan yang sejak tadi dirasakannya juga kemarahan Edgar. Tidak lupa ia pun menatap gaun yang dikenakannya saat ini.


"Jangan katakan aku yang akan menikah?" tanya Lara. Membuat Miranda, Robert, dan Lily terdiam tak bisa berkutik.


Berbeda dengan Edgar yang kini menghela napasnya dengan panjang. Kini ia tahu apa yang sebenarnya terjadi saat melihat kebingungan di wajah Lara, karena sudah dapat dipastikan wanitanya itu tidak mengetahui akan dijadikan pengantin pengganti. Ingin rasanya Edgar mentoyor kepala Lara saat ini juga. Bisa-bisanya wanita itu tidak tahu akan dijadikan pengantin pengganti, padahal jelas-jelas sudah mengenakan gaun pernikahan. Betapa unik bukan wanitanya itu, polos dan kelewat bodoh.


"Mom kenapa diam saja?" Lara menunggu jawaban dari Mom Miranda.


"Sudah bicaranya nanti saja, sekarang ikut Daddy!" dengan paksa Robert menarik tangan Lara. Namun betapa terkejutnya ia saat di waktu yang sama Edgar juga menarik tangan Lara hingga kini terjadi saling tarik menarik diantara mereka. "Lepaskan Lara, Edgar!" Bentaknya dengan penuh amarah pada sikap putranya yang sejak tadi bersikap aneh dan sudah kelewatan.