Scandal

Scandal
Part 105


Keesokan harinya.


Miranda menatap dengan tajam pada tiga sosok yang kini berdiri dihadapannya, karena dari ketiga sosok itu dua orang nya adalah sosok yang paling dibencinya di dunia ini. Sosok pertama karena membuat hidupnya hancur, dan yang kedua secara tidak langsung membuat kehidupan putri bungsunya juga hancur.


Karena terlalu bencinya pada kedua sosok itu, Miranda bahkan tak sudi untuk bertemu. Entah siapa yang telah berani memberikan ijin pada kedua orang tersebut untuk masuk ke rumahnya, tapi yang jelas Miranda tak terima.


"Berani sekali kalian masuk ke rumah ku!" Sentaknya dengan penuh kebencian. "Siapa yang sudah mengijinkan kalian masuk?"


Lara yang tengah bersembunyi di balik dinding pembatas antara ruangan langsung mengusap dadanya yang berdetak dengan cepat, karena mendengar bentakan Mom Miranda. Ia merasa takut, karena orang yang telah membuka pintu dan mempersilahkan Edgar, Nelson, dan Nela untuk masuk adalah dirinya.


"Miranda bisa kita bicara sebentar." Nelson berusaha untuk berbicara baik-baik dengan wanita itu, karena hanya ia satu-satunya orang yang tidak bermasalah dengan Miranda. Sementara Nela dan Edgar jelas-jelas dua orang yang paling dibenci oleh Miranda.


"Tidak bisa, jika masih ada dua orang ini!" Miranda menunjuk Nela dan Edgar. "Sekarang juga kalian keluar dari rumahku," usirnya. Namun betapa terkejutnya Miranda saat Nela tiba-tiba berlutut dikedua kakinya.


Dan bukan hanya Miranda yang terkejut, tapi juga Edgar, Nelson, bahkan Lara yang menyaksikan kejadian itu secara sembunyi-sembunyi.


"Miranda aku mohon maafkan semua kesalahanku. Aku benar-benar menyesal Miranda." Pinta Nela dengan merendahkan harga dirinya. Karena hanya dengan cara seperti ini, ia bisa mendapatkan maaf dari Edgar juga. Karena putranya itu tidak akan pernah memaafkannya selama Miranda juga belum maafkan atas semua kesalahannya.


"Menyesal kau bilang." Miranda mendorong Nela dengan kasar hingga membuat wanita itu jatuh terjerembab.


"Kau tahu, selama puluhan tahun hidup ku dan ketiga putri ku selalu tersisihkan dan itu karena kau!" Miranda masih mengingat dengan jelas bagaimana kedatangan Nela telah merusak kehidupan bahagianya dulu. Robert berpaling darinya karena kehamilan Nela yang mengandung Edgar pada saat itu. Dan karena fitnah yang diperbuat Nela, ketiga putrinya pun ikut merasakan kehilangan kasih sayang dari ayah kandungnya. "Apa dengan penyesalanmu bisa mengembalikan apa yang telah terjadi?"


Nela diam dengan menangis dan dengan kepala yang tertunduk dalam.


"Tidak bisa Nela, semuanya sudah hancur. Dan kau tahu kesalahan terbesarmu dan putra kesayanganmu itu!" Miranda menunjuk Edgar. "Kalian sudah merusak masa depan putriku bahkan dengan tega nya kau ingin membunuh putriku!" teriak Miranda dengan penuh emosi saat teringat bagaimana Lara kecelakaan dan akhirnya keguguran. "Kau kejam Nela! Kau sangat kejam! Kau bukan manusia tapi iblis, karena tidak ada manusia yang dengan tega membunuh cucu kandungnya sendiri."


Deg.


Nela menggelengkan kepalanya. "Aku bukan pembunuh, aku bukan pembunuh." gumamnya dengan panik.


"Mom..." Edgar menggenggam tangan Mom Nela untuk menguatkan wanita yang melahirkannya itu.


"Edgar.." Nela meneteskan air matanya, karena setelah cukup lama akhirnya putranya itu mau berbicara lagi dengannya bahkan menggenggam tangannya. "Maafkan Mommy, nak."


Edgar menganggukkan kepalanya. Bagi Edgar sudah cukup menghukum mommy Nela selama hampir satu tahun ini, terlebih Mom Nela sudah berubah bahkan rela berlutut dikedua kaki Miranda untuk mendapatkan kata maaf.