
Haiiiii ... aku datang lagi .... maaf menunggu lama
happy reading!
••••
Kai mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari papa Kevin. Sudah lama lelaki yang kini menyandang status sebagai opanya Kean tidak memukuli anak laki-lakinya itu.
Berita pertengkaran Krystal dan Kai sudah menyebar luas hanya dalam hitungan jam. Entah bagaimana bisa, ada beberapa video yang tersebar di internet yang menunjukan pertengkaran Kai dan Krystal di loby apartemen tadi.
Hampir semua stasiun televisi dan portal berita online menampilkan potongan adegan dari video itu. Tidak lupa mereka menambahkan judul yang sangat clikbait agar orang-orang penasaran dan langsung membukanya.
Pengusaha sukses bernama Kaisar Wira Atmadja kepergok sang istri sedang bersama perempuan lain di sebuah apartemen.
Skandal kedua yang dilakukan oleh seorang Kaisar.
Kaisar Wira Atmadja dan segala skandal yang ia miliki.
Kira-kira hampir seperti itulah semua judul berita yang ada di televisi dan media online. Papa Kevin sangat marah saat melihat berita itu keluar. Ia murka hingga kembali memukuli anaknya itu. Padahal, semenjak Kai sudah memiliki Kean, atau tepatnya ketika Kai menikah dengan Krystal. Papa Kevin tidak pernah lagi mencampuri hidup anaknya itu.
Papa Kevin berusaha mendidik Kai menjadi lelaki baik dan bertanggung jawab dalam versinya sendiri. Tetapi, yang terjadi kali ini malah Kai membuatnya kecewa lagi.
"Ini kedua kalinya kamu buat masalah sama Krystal. Mau ditaro dimana muka papa, Kai? Ryan pasti gak akan maafin kamu, ini kedua kalinya loh kamu nyakitin anaknya."
Entah bagaimana Kai harus menanggapi, jelas papa Ryan tidak akan tinggal diam dengan masalahnya kali ini. Tapi jujur, Kai sama sekali tidak pernah berpikir kalau perempuan itu akan memiliki rencana sejauh ini. Mungkin karena ia sudah memiliki anak dan jarang berada di dunia malam, Kai jadi begitu bodoh untuk mengetahui kelicikan perempuan.
Ia tahu penjelasannya akan menjadi tidak bergitu berarti karena berita skandal ini sudah tersebar, tapi ia berusha untuk menjelaskan itu pada papa Kevin dan juga meminta beberapa bantuan untuk menyelesaikan masalah ini.
***
Sementara Kean sudah tertidur di dalam pelukannya.
Sesampainya mereka di dalam rumah, papa Ryan yang sudah mendengar berita itu langsung murka, ia bahkan meminta Krystal untuk berpisah dengan Kai. Krystal yang dilanda kegalau pun kembali menangis di dalam kamarnya. Tidak pernah sedikit pun di dalam kepalanya, Krystal ingin berpisah dengan Kai, ia sangat mencintai lelaki itu, ia membutuhkannya sangat banyak. Tapi rasa sakit dan benci atas perlakuan Kai beberapa hari ini seolah membutakan rasa cintanya itu.
"Lo harus dengerin penjelasannya Kai, Krys." Airin duduk di tepi ranjang, menatap punggung sang adik yang sedang berbaring miring menatap kosong putra kecilnya. "Kai gak bermaksud seperti itu, dijebak."
"Aku gak peduli, kak." Krystal berdecih. "Kalo aja dia jujur sama aku, ceritain semuanya, mungkin kesalahpahaman ini gak akan ada. Dia juga gak perlu masuk berita seperti itu."
"Dia cuma gak mau elo kepikiran ... gue tahu, Kai emang salah, tapi lo mau pisah sama dia gara-gara ini?" Airin menjeda kalimatnya. "Elo berdua bisa sampe di titik ini, itu penuh perjuangan, Krysa, dan sekarang lo sama Kai udah punya Kean, seenggaknya lo pikirin dia."
Krystal berbalik, memandang Airin yang sejak tadi dipunggungi olehnya. "Kak Airin bisa ngomong kayak gitu karena gak tahu rasanya jadi aku."
"Gue emang gak tahu rasanya jadi lo, tapi gue mencoba memahami ... Krys, anak mana sih yang mau orang tuanya berpisah, apa lagi Kean? Dia baru lima tahun. Elo tega ngebiarin dia jauh dari bokapnya."
Krystal terdiam, merenungi ucapan Airin. Bukan ini yang ia mau, tidak sama sekali. Tapi hati yang terlanjur dilukai rasanya sangat sakit. Sudut mata Krystal kembali berair. Ia harus apa? Jelas melihat Kai saat ini hanya akan menambah luka di hatinya.
"Elo butuh waktu ... gue anterin lo ke rumah papa bukan untuk menyetujui lo sama Kai berpisah, tapi gue pengen ngasih lo waktu buat mikir, buat nenangin diri. Elo bukan lagi anak umur dua puluh tahun yang masih bisa ngambek, elo udah punya Kean. Dia butuh kedua orang tuanya baik-baik aja lebih dari apa pun."
Iya, Krystal sadar itu. Alasan mengapa ia belum mau memiliki seorang anak lagi adalah karena memikirkan kasih sayang yang akan Kean dapat dari kedua orang tuanya. Lalu, percuma kalau kini ia juga tidak akan mendapatkan kasih sayang yang lengkap kalau Kai dan dirinya berpisah.
Krystal merenungi itu dalam diam.
••••
terima kasih buat yang masih setia. jangan lupa poin dan koin nya ya buat yang punya. i love you ❤❤❤