
Haiiii .... selamat tahun baru ya!
happy reading!
••••
Krystal benar-benar menyesali keputusannya karena telah meminum pil itu tanpa memberitahukan Kai lebih dulu. Ia menatap nanar satu persatu pil yang berserakan di atas lantai itu. Bersama dengan botol itu Krystal membuang pil pencegah kehamilan miliknya ke dalam tong sampah.
Air matanya tidak berhenti menetes sejak tadi. Beruntung Kean ada di rumah mama Morena sehingga anak laki-lakinya itu tidak perlu melihat perkelahian kedua orang tuanya.
Krystal masih berusaha menghubungi ponsel Kai, tapi sepertinya lelaki itu sudah me-nonaktifkan nomornya. Krystal menjadi sangat cemas dan takut. Ia tidak pernah setakut ini saat bertengkar dengan Kai, dan perasaan Krystal juga menjadi tidak enak.
Malam itu, pukul sebelas malam. Hujan kembali mengguyur rumah mereka. Deras dan lebat. Krystal masih menunggui Kai di ruang tengah saat bel rumah berbunyi. Tapi, tiba-tiba rasa takut melingkupinya, jika memang itu adalah Kai, biasanya lelaki itu akan langsung masuk ke dalam rumah bukan menekan bel.
Dengan perasaan cemas dan takut Krystal memilih untuk beranjak menuju pintu untuk membuka itu. Mata bening yang sejak tadi tidak berhenti menangis itu pun membulat seketika saat melihat tubuh Kai di depan pintu sedang dibopong oleh kedua temannya.
"Krys, sorry nih ... Kai mabok." ujar Sean membuka pembicaraan setelah sejak tadi mereka melihat Krystal dengan tampang bersalah.
"Tadi udah gue larang minum, tapi dia malah minum banyak banget." timpal Chandra.
Krystal menghela napasnya, menatap sang suami yang sedang tidak sadarkan diri di depannya itu. Kai terlihat berantakan, bajunya basah dan bau alkohol tercium sekali dari tubuhnya.
"Makasih, Kak, udah anterin Kai pulang." Krystal berujar sembari meraih tubuh Kai.
"Mau gue bawa masuk aja gak nih, Krys?" tawar Sean.
Lalu Krystal menggeleng, tersenyum tipis ke arah dua sahabat sang suami. "Gak usah, Kak, aku bisa kok."
Sean dan Chandra terlihat ragu, mereka berdua tahu hubungan Kai dan Krystal sedang memanas, apa meninggalkan Kai yang sedang mabuk bersama Krystal akan aman?
"Yakin, Krys?" tanya Chandra memastikan.
Krystal lagi-lagi mengangguk yakin dan tersenyum. "Iya, kak. Gak apa-apa kok."
Tubuh Kai yang besar membuat Krystal kesulitan membawanya menuju ke kamar. Sudah hampir tengah malam, dan hujan di luar sana juga belum berhenti.
Krystal cukup paham apa yang telah membuat Kai mabuk seperti ini, pertengkaran mereka tadi tentang pil kontrasepsi itu memang akan menjadi penyebab satu-satunya.
Setelah dengan susah payah membawa tubuh Kai melewati anak tangga satu persatu dan masuk ke dalam kamar, Krystal lalu merebahkan tubuh Kai ke atas tempat tidur. Ia beralih menuju kaki sang suami untuk membuka sepatunya.
Selesai dengan sepatu, Krystal lalu beralih pada kemeja Kai yang basah. Tangan mungilnya membuka satu persatu kancing kemeja itu, melepasnya dan mengganti dengan kaos yang sudah ia ambil dari lemari.
Baru hendak ingin memakaikan kaos itu, Kai perlahan membuka matanya. Ia mengerjap kecil lalu tersenyum tipis. "Ini istri aku ya?" rancaunya.
Suara itu terdengar begitu berat dan serak. Krystal mengusap bibir tipis sang suami. "Ganti baju dulu, nanti tidur lagi."
"gak mau, kepala aku pusing!"
Lalu tangan Krystal terangkat mengusap rambut basah Kai. "mau aku ambilin minum?"
Ia menggeleng. Bibir yang tadi menampilkan senyum tipis perlahan berubah menjadi seringai. "Aku mau kamu."
"Ya?"
Secepat mata Krystal tebuka lebar, secepat itu juga Kai menarik tangannya, membalik tubuh mereka hingga tubuh Krystal terkunci di bawah tubuh besar sang suami.
"K—kak ..." ujar Krystal takut-takut.
"Aku mau kamu!"
Jantung Krystal berdegup kencang. Kai sedang berada di bawah pengaruh alkohol, sudah di pastikan lelaki itu akan bersikap kasar padanya kalau mereka bercinta malam ini.
••••
jangan lupa poin sama koin buat yang masih punya yaaa. makasihh ❤❤❤