Scandal

Scandal
S2 - Part 27


Haiiiiii ... aku nulis ini ngebut banget, yang penting update kan yaaa ahahah jadi kalo ada typo, kalimat gak nyambung sama adegan yang terasa aneh, tolong di maapkan, saya hanya manusia biasa. pokoknya poin sama koin yaa jangan lupa.


happu reading!!!


••••


"K—kak, lepas ..." Krystal mencoba berontak, mendorong tubuh Kai yang berada di atasnya. Mata yang biasa Krystal dapati selalu hangat dan penuh kasih sayang kini berubah sayu dengan kilatan setan.


"Kenapa kamu giniin aku sih, Krys?"


"Kak, kamu mabuk."


"Gue kurang apa, Krystal??" Kai berteriak nyaring di depan wajahnya. Ia bisa melihat ada air mata pada sorot mata lelaki itu.


"Kak—" suara Krystal tercekat takut. Kai saat ini benar-benar menyeramkan. Belum sempat ia mendorong dada lelaki itu, Kai sudah lebih dulu mencengkram tangannya ke atas, lalu mencium bibir Krystal dengan kasar.


Kai sangat tidak suka penolakan, apa lagi sebelumnya Krystal sudah menolak untuk hamil lagi. Amarah Kai semakin menjadi-jadi, tidak hanya mencium sang istri dengan kasar, ia juga mengecupi rahang Krystal lalu menuju ke lehernya meski sang perempuan itu menolaknya.


Tangis Krystal pecah. Percintaan dengan paksaan dan di bawah pengaruh alkohol memang sangat menyakitkan. Krystal tidak bisa melakukan apa pun selain pasrah di bawah kungkungan lelakinya. Tenaga Kai sangat kuat hingga membuat Krystal tidak memiliki akses untuk berontak.


Ia semakin kasar mencumbui Krystal, mengabaikan ringisan dan air mata yang keluar membasahi wajah istrinya. Kai hilang kendali, dengan sekali sentak ia berhasil melepas gaun tidur Krystal, merobeknya dan melempar itu ke atas lantai.


"Kai ... kamu harus sadar, jangan kayak gini sayang." tangisnya semakin menjadi-jadi, tapi Kai tidak memperdulikan itu. Kesadarannya sudah tertutupi oleh kabut gairah yang besar.


Kai melepas cengkraman pada tangan Krystal, lalu wajahnya turun untuk melahap dua bongkahan kenyal yang tak berpenghalang. Krystal refleks melenguh, mencondongkan dadanya ke depan.


"Ah ..."


Kai benar-benar hilang kesadaran, ia tidak memperdulikan tangis Krystal yang begitu menyakitkan. Puas dengan tubuh bagian atas istrinya, Kai lalu turun untuk merobek kain terakhir yang menempel di sana.


Alkohol memang berbahaya, semua akal yang Kai miliki lenyap begitu saja. Tanpa kesiapan apa pun, lelaki itu memasuki sang istri dengan sangat kasar. Seluruh tubuh Krystal rasanya hancur, luluh lantah. Kai menyetubuhinya begitu keras dan cepat, tidak ada kelembutan sama sekali.


Ia bergerak begitu brutal membuat Krystal terkoyak sambil menahan rasa perih di pusat tububnya. Ia mencengkram pundak Kai kuat-kuat. Air matanya tidak berhenti menetes.


"K—kak ... sakit, stop! Akh—"


Tubuhnya bergoyang seiring gerakan Kai di atasnya. Lelaki itu memompanya tanpa henti, menarik kaki Krystal dan meletakannya ke atas pundak. Posisi seperti ini memudahkan Kai memaju mundurkan tubuhnya.


"Krys ... akh," lenguh Kai tanpa sadar.


Hati Krystal hancur, Kai menyetubuhinya seperti binatang, mengoyaknya begitu saja tanpa amoun. Di saat suaminya sendiri sibuk mencari kepuasan di dalam tubuhnya,l. Krystal bepikir, apa ini balasan yang harus ia terima karena telah berbohong pada suami? Apa harus seperti ini hukuman yang ia terima? Sebesar apa kesalahannya?


Tangis Krystal semakin tumpah seiring cairan hangat milik Kai yang meluber keluar. Mereka berdua sama-sama melenguh, mencapai itu bersamaan. Tubuh Kai seketika ambruk di atasnya sementara Krystal masih merasakan nyeri di pusat tubuhnya.


Perlahan, deru napas Kai yang tadinya memburu mulai berhembus normal. Lelaki itu sudah masuk ke dalam dunia mimpi, terasa dari dengkuran halus yang Krystal dengar. Ia menggeser tubuh Kai ke samping, melepas penyatuan mereka dengan pelan. Rasa nyeri terasa sekali saat itu.


Krystal menoleh, dan mendapati darah segar keluar dari intinya. Kai benar-benar melukainya, bukan hanya hati tapi juga fisik. Noda biru keungu-unguan juga terkihat jelas di sepanjang lengan, dada, dan pangkal pahanya.


Bagian paling menyedihkan dari cinta adalah saat dirinya diperlakukan dengan kasar, tapi ia tidak bisa membencinya.


***


Sinar matahari diam-diam masuk ke dalam ruangan gelap itu melalui celah gorden. Kai dan Krystal masih tidur dengan tubuh yang saling berpelukan. Dalam keadaan apa pun, tubuh mereka memang tidak bisa berbohong, saling menginginkan.


Kai melenguh, mengerjapkan matanya secara perlahan. Kepalanya terasa sangat nerat dan sakit. Pengaruh alkohol masih bisa ia rasakan. Di saat ia masih mengumpulkan nyawanya untuk tersadar secara penuh, Kai merasakan gerakan lain di atas dadanya.


Krystal.


Mata Kai terbuka lebar secara cepat. Ia cukup sadar dengan apa yang terjadi tadi malam setelah melihat kepolosan tubuh mereka pagi ini, apa lagi ditambah dengan bercak-bercak merah kebiru-biruan yang ada di tubuh Krystal.


Apa semalam ia melakukannya dengan kasar?


Kai menyibak selimut itu dan menemukan noda darah di sprei dan juga kewanitaan Krystal. Ia bergerak panik, menggoyang tubuh sang istri—takut-takut Krystal pingsan karena kebringasannya semalam.


"Krys ... sayang ...."


Merasakan goyangan pada tubuhnya, membuat Krystal perlahan membuka matanya. Ia mengerjap kecil, lalu tak lama mengulas senyum simpul di bibirnya.


"Kok udah bangun? Kamu laper?"


Astaga, bahkan setelah perlakuan kasarnya semalam kepada perempuan itu, ia masih saja mendapatkan senyuman manis dari istrinya. Hati Kai menjerit sakit.


"Kamu gak apa-apa?" tanyanya khawatir.


Krystal dapat mengerti apa yang Kai maksut. Ia lantas tersenyum lagi. "Gak apa-apa, kok."


"Semalem a—aku ... kamu serius? Ini berdarah."


Krystal segera menarik selimut itu untuk menutupi area intimnya. "Gak apa-apa ... kamu laper, mau aku buatin sarapan?"


Kai menggeleng lalu berpaling. Kepalanya benar-benar terasa berat. Sejujurnya masih ada satu hal yang mengganjal di hati Kai dan membuat ia tidak ingin menatap Krystal. Sesuatu yang ia temui di dalam Black Devil kemarin malam hingga membuatnya hilang kendali dan minum terlalu banyak.


"Aku mau mandi," balas Kai dingin.


Krystal terhenyak. Apa Kai belum memaafkannya? Lelaki itu beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi begitu saja. Krystal benar-benar dibuat bingung dengan sikap Kai barusan.


Dadanya tiba-tiba bergemuruh.


••••


Please, aku bagi poin sama koin dong, Scandal turun banget nih huhuhu sedih hatikuuuu 😭😭