Scandal

Scandal
W


haiii .... hehehe udah sampai di W aja nih, bentar lagi Z. abis Z kira-kira kalian masih mau lanjut gak?? ceritain si Kean sama Ara gitu wkwkwk


happy reading yayy


****


Kai sudah kembali lagi ke Makassar. Benar kata Krystal, lebih baik ia segera menyelesaikan masalah pembangunan ini secepat mungkin, lalu setelah selesai ia bisa langsung menghabiskan waktu bersama Krystal dan Kean.


Kurang lebih sebulan lagi keluarga kecilnya akan bertambah satu personil lagi. Meski bukan Kesya yang akan hadir, tapi Kai tidak sabar untuk menyambut anak keduanya itu. Krystal juga terlihat semakin dewasa. Semenjak kepergian papa Ryan—meski rasa kehilangan masih terlihat jelas dari sorot mata perempuan itu, tapi Krystal mencoba untuk terlihat baik-baik saja.


Mereka ikhlas, dan berusaha membangun kehidupan yang baik setelahnya.


Airin dan Rendi pindah ke rumah besar itu, semata-mata untuk menemani mama Maria yang kini sudah tinggal sendiri. Sedangkan Krystal, ia mulai rajin menemui mama Maria. Kehamilannya berjalan dengan baik, tidak ada keluhan apa pun. Di saat Kai sedang keluar kota seperti ini, Krystal akan menginap di rumah mama Maria.


Ia juga jadi sering mengupload foto kebersamaannya dengan Kai di akun media sosial lelaki itu. Tentu saja itu ia lakukan tanpa diketahui oleh sang suami. Biarlah ini menjadi urusannya dalam menghadapi wanita ular seperti Devia.


Krystal pernah hampir menyerah, dulu, sekali. Saat rumah tangganya diganggu oleh Raisa. Hampir kehilangan Kai membuat Krystal merasa gila dan sulit bernapas, untuk itu ia tidak akan menyerah kali ini. Sekuat tenaga ia akan mempertahankan miliknya, dan tentu saja rumah tangganya.


Saat Krystal sedang sibuk memainkan ponselnya, tiba-tiba ada satu notifikasi masuk ke dalamnya.


Deviadyakasa menandai anda dalam sebuah kiriman.


Oh ya, Krystal tidak perlu tekejut. Semenjak ia mengupload foto dirinya dan Kai di akun media sosial sang suami, Devia seolah tidak mau kalah. Baru kali ini ia melihat seorang wanita yang ingin merebut suami orang secara terang-terangan. Bahkan tanpa takut sama sekali.


Tentu saja secara terang-terangan, namanya juga merebut laki orang, kalau sembunyi-sembunyi namanya selingkuh haha


Krystal lalu menekan notifikasi itu, dan terpampang lah sebuah foto Kai saat sedang duduk di depan meja yang terhampar banyak makanan, di dalam sebuah restoran. Telihat jelas latar restoran itu yang ada di belakang tubuh Kai, karena Devia mengambil gambar secara candid dari depan. Suasana di sana terkesan manis dan sedikit .... romantis. Entah lah, memang itu terlhat romantis atau hanya perasaan Krystal yang sangat sensitif mengingat dirinya sedang hamil.


Deviadyaksa : Dia kalo makan banyak banget.


Tidak lupa perempuan itu menambahkan emoticon hati di tulisannya. Tanpa menunggu waktu lama, Krystal langsung menghubungi Kai.


"Hallo—"


"Kamu dimana?"


"Lagi makan malam sama—"


"Coba video call, aku mau lihat!" Kini nada suara Krystal tidak selembut tadi.


Kai menghela, tanpa perlu ditanya, ia tahu kalau istrinya itu sedang cemburu.


"Ayah! Ayo video call!" bentaknya, lagi. Terdengar langkah menjauh dari seberang sana. "Loh, kamu pindah? Aku mau lihat di sana ada siapa aja."


"Aku gak ngerti deh, dari kemarin kamu tuh selalu tahu waktu-waktu aku lagi bersama Devia."


"Tuh kan, wanita ular itu ada di sana!"


"Krys, bahasanya."


Krystal langsung mengelus perutnya, bergumam kata 'amit-amit' yang entah berpengaruh atau tidak. "Kamu makan malam berduaan kan sama dia? Seneng kamu?"


"Gak berdua ... serius. Tadi aku lagi makan malam sama perwakilan daerah, semacam izin pembangunan gitu."


"Terus?"


"Ternyata Devia ada di sana juga, makan malam di sebelah meja aku."


"Kenapa kamu bisa duduk berdua sama dia?"


"Loh?" Terdengar nada bingung dari jawaban Kai. "Berdua gimana sih? Aku duduk sama Pak Hendrawan. Dia di sebelah meja aku."


Dan ... Krystal mulai bingung kenapa Devia bisa mendapatkan foto Kai seolah sang suami sedang duduk di depannya?


"Ck, dia maunya apa sih? Devia itu bener-bener wanita ul—"


"Wanita ulekan maksud aku." ralatnya. Semenjak sering mengumpat pada Devia, Kai melarang Krystal berkata kasar, karena takut berimbas kepada anak mereka. "Dia tuh minta di ulek banget deh!"


"Aku gak tahu kamu dapat informasi ini dari mana. Tapi aku berharap banget kamu jangan menelan mentah-mentah semuanya, Krys." Kai menghela. "Kamu bisa nanya aku, dan aku pasti akan jawab jujur. Sumpah, sikap kamu yang kayak gini lebih bikin aku pusing. Aku takut kamu sakit, sayang."


"Aku baik-baik aja kok."


"Oke, mungkin fisik kamu baik-baik aja, tapi pikiran kamu yang gak baik-baik aja. Aku tahu kamu pasti lagi mikirin yang engga-engga, kan?"


Ya, benar. Meski ia selalu percaya sama Kai, tapi ia sulit sekali percaya dengan wanita ular itu. Hampir setiap malam Krystal jadi berpikir kalau Devia secara diam-diam masuk ke dalam kamar Kai, lalu menggoda suaminya.


Kucing kalo dikasih ikan asin, pasti juga diembat.


Kai masih lelaki normal, Krystal hanya takut kalau ia terlalu sering digoda akan membelok juga.


"Krystal? Sayang? Hei?" Kai memanggil-manggil Krystal di seberang sana karena tiba-tiba sambungan itu menjadi hening. "Hei ... bunda—"


"Iya, Yah. Bunda denger."


"Kamu gak apa-apa?"


Krystal diam lagi. Ingin sekali ia mengatakan kalau ia sedang tidak baik, tapi Krystal tahu suaminya pasti akan langsung membeli tiket penerbangan untuk pulang saat itu juga.


"Sayang ... kamu mau aku pulang sekarang?"


"Jangan!" sentak Krystal cepat. "Jangan, nanti semakin lama urusan kamu di sana kelarnya. Aku cuma minta kamu selesain urusan di sana dengan cepat, setelah itu pulang dan peluk aku lagi."


Kai terkekeh di seberang sana. "Kangen ya? Aku juga kangen banget. Aku usahain deh, pulang lebih cepat. Aku juga udah gak nyaman di sini."


"Iya, kalo bisa besok udah selesai ya, Yah." kelakar Krystal. Ia tahu itu tidak mungkin.


Ada rasa menyesal di hati Krystal karena terpancing oleh Devia. Perempuan itu pasti sengaja mengupload foto Kai untuk memanas-manasinya, dan sialnya itu berhasil.


Tidak ingin kalah, Krystal juga ingin mengupload fotonya di akun Kai. Sebuah foto kebersamaannya dengan sang suami di atas ranjang. Masih dalam batas normal, karena mereka masih mengenakan pakaian lengkap, hanya saja keintiman itu terlihat sekali. Krystal masih ingat foto itu ia ambil saat mereka baru saja bangun tidur, di atas ranjang sambil berpelukan, dan Kai menyerukan wajahnya di atas buah dada Krystal.


Kaisar_wiraatmadja : tempat ternyaman ❤


Setelah foto itu berhasil terupload, dua menit kemudian ia mendapat banyak sekali komentar. Beberapa dari teman-teman Kai, seperti Chandra dan Sean, beberapa dari klien Kai. Namun ada satu komentar yang sangat mengganggunya, siapa lagi kalau bukan Devia.


Deviadyaksa : jadi ingat pagi tadi.


Dan ya, komentar ambigu dari wanita itu telah kembali berhasil membuat Krystal menggeram kesal. Sialaaaannn! Niat Krystal hanya ingin membalas memanas-manasi wanita itu, tapi malah dirinya sendiri yang terbakar.


Oke! Krystal tidak menyerah, ia masih mempunyai satu foto lagi yang pastinya akan membuat huru-hara pada malam hari ini.


Foto terupload.


Detik selanjutnya, berbagai macam komentar masuk memenuhi notifikasi media sosial itu. Dan huru-hara yang Krystal maksud benar saja terjadi. Mungkin bukan hanya Devia yang akan menggeram kesal, Kai pun juga akan begitu.


Karena foto itu menujukan sebuah gambar dirinya dan Krystal yang baru saja selesai bercinta. Meski tertutupi oleh selimut, tapi siapa pun pasti tahu kalau di dalam selimut itu mereka tidak mengenakan apa pun.


Benar saja, baru beberapa menit ia mengupload foto itu, ponselnya berdering. Nama Kai tertera di atas layar.


"BUNDA!!! NGAPAIN UPLOAD FOTO ITU?"


****


hahaha inget ya, ini tuh cuma buat seru-seruan aja. Sampai Z kayaknya bakalan aku tamatin kisah ayah Kai dan Bunda Krystal, tapi aku lagi ada ide buat bikin kisah Kean sama Ara wkwkwk lanjut di sini aja, aku gak mau pindah biar banyak.


kalo kalian udah bosen gak papa kok hihi


thankyu yaaayyy