Scandal

Scandal
S2 - Part 28


Haiiiii .... mau bilang makasih buat yang kasih poin sama koin kemarin dan yang udah dukung juga ... i love you ❤❤


happy reading!


••••


"Kamu masih marah?"


Adalah pertanyaan pertama Krystal begitu Kai keluar dari kamar mandi. Lelaki itu masih mengenakan handuk sebatas pinggang, berdiri di depan Krystal dengan sorot mata tajam.


Ia berdecih geli. "Menurut kamu aku gak bisa marah lama-lama masa kamu?"


Krystal menghela. Tadi setelah Kai masuk ke dalam kamar mandi, Krystal bergegas memakai bajunya dan menunggui lelaki itu di depan pintu kamat mandi.


"Oke aku minta maaf, tapi kita bisa bicarain ini baik-baik."


"Gampang banget kamu minta maaf!" dengus Kai. Ia lalu beranjak melewati tubuh Krystal. "Aku gak tahu lagi harus gimana ke kamu! Sekarang kamu itu udah banyak bohongnya sama aku!"


Banyak bohong? Krystal mendelik. Satu-satunya kebohongan yang ia lakukan hanya soal pil kontrasepsi, hanya itu. Dan kenapa Kai mengatakan kalau ia banyak berbohong. Krystal tidak terima, ia membuntuti Kai yang sedang berjalan menuju lemari.


"Aku banyak bohong gimana?" salaknya kesal. Krystal menarik lengan Kai untuk berbalik hingga pandangan mata mereka bertemu. "Kamu jangan masalah satu di besar-besarin, Kak. Aku tahu aku salah soal pil itu, dan aku nyesel! Tapi kamu jangan nyudutin hal lain yang enggak aku lakuin dong!"


Kai berdecak. "Dibesar-besarin? Kamu pikir masalah pil kontrasepsi itu masalah kecil! Aku masih inget dengan jelas kata-kata kamu! Kamu gak percaya kan sama aku? Kamu ngeraguin aku Krystal!"


Cekalan tangan Krystal perlahan terlepas. Perempuan itu menunduk dan menatap nanar lantai kamar. Perlahan pandangannya mengabur seiring air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


"Aku capek berantem kayak gini sama kamu." ujarnya sembari mengangkat wajahnya. "Jadi mau kamu gimana?"


"Loh kok jadi nanya aku maunya apa? Kamu udah gak kuat tinggal sama aku?" Kai berujar dengan tampang sinis.


Kepala Krystal menggeleng lemah, dan air bening itu satu persatu menetes di pipinya. "Percuma aku membela diri, pikiran buruk kamu udah nguasain semuanya. Kamu gak akan bisa lagi dengerin apa kata aku. Sesulit itu kamu maafin aku?"


"Aku di sanggar."


"Di sanggar selama itu?" Kai berdecih sembari mengusap wajahnya dengan kasar. "Yakin kamu di sanggar?"


"Aku beneran ada di sana, kalo kamu gak percaya tanya aja sama Susi."


Lagi-lagi Kai berdecak geli menatap wajah istrinya. "Dari sini aja aku udah tahu kamu bohong."


Kening Krystal mengkerut. "Ada apa sih? Kamu kenapa?"


"Keluar kamu!" usir Kai. "Aku gak mau lihat muka kamu saat ini."


Dalam hitungan detik, Kai mampu membuat dunia Krystal hancur. Hatinya mencelos sakit. Ia bahkan hanya bisa mematung dengan lelehan air mata yang memenuhi wajahnya.


"Keluar aku bilang!" bentak Kai lagi.


"K—kak ..."


"Keluar atau aku bakalan nyetubuhin kamu lebih kasar dari semalam," ancam Kai yang sama sekali tidak membuat Krystal beranjak dari kamar itu.


"Kamu kenapa? Aku salah apa? Jangan kayak gini, kak!"


"Kamu nantang ya," bibir Kai tertarik menyeringai. "Ini pilihan kamu loh." Lalu dengan kasar Kai menarik tangan Krystal dan melempar tubuh perempuan itu ke atas ranjang.


Rasa sakit akibat benturan antara ranjang dan punggungnya yang biru membuat Krystal meringis. Dan pagi itu, Kai mengulangi perbuatannya pada Krystal. Ia menyetubuhi istrinya dengan kasar dan brutal.


••••


Jangan lupa poin sama koin yang punya yaa, tolong hibahin ke sini hahaha