
Dan bukan hanya Robert yang terkejut tapi juga Nela, dia tak menyangka Miranda akan berbuat licik untuk menjatuhkan putranya.
"Wow sangat mengejutkan sekali! Ternyata kau biang dari semua masalahnya. Aku sudah menduga hal ini, karena putra kita tidak akan mungkin berbuat hal memalukan seperti itu, apalagi sampai merusak nama baik keluarga Collins." Sahut Nela dengan tak terima sekaligus memanas-manasi Robert. Ia akan menggunakan kesempatan ini untuk memukul dua lalat sekaligus yaitu Miranda dan Lara. "Sekarang sudah jelas bukan putraku hanyalah korban, dan kau harus mengambil keputusan secepatnya untuk membersihkan nama baik putra kita, dengan menyingkirkan apa yang menjadi masalahnya."
"Apa maksudmu?" Miranda yang sejak tadi diam dengan sindiran Nela, kini menatap tajam pada istri kedua suaminya.
"Ya, apa maksudmu?" Robert ikut bertanya.
"Ck, jalan keluar satu-satunya untuk permasalahan ini adalah menggugurkan kandungan Lara."
"Mom!" protes Edgar dengan mengepalkan kedua tangannya.
Sedangkan Lara langsung menangis karena ketakutan sambil merangkul Mom Miranda. Di sisi lain Miranda dan Lily pun hanya bisa terdiam, karena sejak semalam keduanya sudah menduga hal ini akan terjadi.
"Tapi Nela tindakan itu beresiko pada putriku, dia masih sangat muda."
"Aku tidak peduli! Itu resiko yang harus ditanggung kalian karena sudah berani bermain api. Lagi pula jika anak itu tetap dilahirkan akan jadi apa masa depannya nanti? Anak haram yang dihasilkan dari perbuatan bejat kakak dan Adik sangat memalukan."
"Mom cukup!" Bentak Edgar dengan penuh amarah.
"Kenapa? Apa yang mom ucapkan benar bukan? Kalian kakak adik, mau ditaruh dimana nama baik keluarga Collins kalau seluruh masyarakat umum tahu, seorang penerus Collins menghamili adiknya sendiri." Nela kembali memanasi Robert sekaligus mendesak Edgar agar memutuskan untuk menikah dengan Julia.
"Tapi Mom..."
"Kalian diamlah!" Ucap Robert dengan tegas.
"Sayang kau harus segera bertindak, aku tidak ingin—"
"Cukup Nela!" Bentak Robert dengan tatapan tajamnya sampai membuat Nela terdiam.
"Aku tidak setuju jika Lara mengorbankan diri hanya untuk menutupi nama baik keluarga Collins." Miranda kembali berbicara setelah semuanya terdiam.
"Diam Nela!" potong Robert dengan menyentak. Ia ingin mendengar apa yang akan dikatakan Miranda selanjutnya karena jujur dia pun tidak setuju kandungan Lara di gugurkan, karena walau bagaimana pun yang ada di kandungan Lara adalah cucunya.
"Aku mohon Robert, Lara masih sangat muda untuk melakukan aborsi, terlalu banyak resiko untuk kesehatan rahimnya."
"Ck alasan, lalu apa maumu? Kau ingin Lara meneruskan kehamilannya? Lalu siapa yang akan bertanggung jawab karena tidak mungkin kakak dan adik menikah."
Miranda terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Sementara itu Lara yang sejak tadi menangis karena bingung harus berbuat apa, membuat hati Edgar merasa sangat sakit. Ingin rasanya Edgar memeluk wanitanya, tapi situasi mereka tidak mendukung untuk dirinya melindungi Lara, melindungi wanita yang akan menjadi ibu dari anaknya.
"Aku akan menikah dengan Julia, dan anak yang akan dilahirkan Lara akan kami asuh. Jadi aku mohon biarkan anak itu lahir, karena dia tidak berdosa." Putus Edgar pada akhirnya demi melindungi Lara dan kandungannya.
Dan keputusan Edgar tentu saja membuat semua orang terkejut terutama Lara, tapi tidak dengan Nela yang kini tersenyum senang. Rencana pertamanya sudah berhasil, dan rencana keduanya untuk melenyapkan kandungan Lara akan ia serahkan pada Fredy.
"Bagaimana Dad?" tanya Edgar pada Dad Robert yang hanya diam saja.
"Dad akan memikirkannya, sekarang kau pulanglah bersama Mommy mu." Karena Robert ingin berbicara terlebih dahulu pada Miranda, sebelum memutuskan apa yang akan ia lakukan.
"Kalau kami pulang, kau juga pulang!" Nela tidak akan membiarkan Robert hanya berdua dengan Miranda.
"Pulang Nela! Atau aku akan selamanya tinggal disini!" Ancam Robert tak main-main.
"Ck, kalau begitu kita pulang sekarang Ed!" Nela menarik tangan Putranya.
"Mom pulanglah lebih dulu, aku ingin bicara dengan Lara." Edgar melepaskan tangan Mom Nela.
"Tidak boleh Edgar, kau harus—" Nela tak dapat meneruskan perkataannya saat Robert menatapnya dengan tajam. Akhirnya ia pun tidak bisa berbuat apa-apa saat Edgar membawa Lara ke halaman belakang.
Karena kesal, Nela pun memilih pergi dari Mansion Miranda sambil mengumpat dalam hati dengan sikap Ayah dan anak itu yang sangat kompak. "Ck, mereka sangat menyebalkan. Tapi aku tidak akan menyerah setelah apa yang kulakukan sejauh ini." Ya, Nela tidak akan membiarkan rencananya gagal setelah apa yang dilakukannya pada Robert dan Miranda dengan bantuan Fredy tentunya.