Scandal

Scandal
Part 117


"Agar tambah seru, Mom." Jawab Rose juga dengan berbisik.


"Tapi Rose...."


"Mom tenang saja, Lara tidak bisa akan melukai Edgar dengan tongkat tersebut."


Tapi perkiraan Rose ternyata salah karena kini Lara tengah menghajar Edgar dengan tongkat itu dengan membabi buta setelah mereka sampai di tempat yang sudah dipersiapkan Edgar untuk melamar Lara. Bahkan Dad Robert dan Nelson hanya diam saja tidak mencoba melerai, karena sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Lara.


"Lara hentikan!" Edgar yang sejak tadi diam dan menghindar kini menangkap tongkat baseball yang ada ditangan Lara dan membuangnya. "Kenapa kau memukulku?" tanyanya dengan bingung.


Sungguh Edgar tidak habis pikir pada Lara, yang datang-datang langsung menghancurkan ruangan yang sudah di dekorasi dengan begitu indahnya untuk menyambut kedatangan wanita itu. Bahkan ia pun terkena pukulan dari Lara tanpa tahu apa penyebabnya.


Padahal Edgar sudah berlutut dihadapan Lara saat wanita itu datang dengan menunjukkan sebuah cincin yang sekarang entah ada di mana, karena cincin tersebut terkena pukulan tongkat baseball yang dipegang Lara.


"Kau jahat Kak, kau bilang tidak akan melupakan aku. Tapi baru dua hari berlalu kau sekarang akan menikah dengan Julia." Ucap Lara sembari menangis.


"Menikah dengan Julia? Siapa yang mengatakannya?"


"Mom." Tunjuk Lara pada Mom Miranda.


Semua orang yang ada diruang tersebut langsung menatap pada Miranda, sedangkan yang ditatap kini tersenyum sembari menelan salivanya dengan susah payah.


Edgar sendiri menghela napasnya dengan perbuatan Miranda, karena acara lamaran yang semestinya romantis kini berantakan karena ulah calon ibu mertuanya.


"Dengar sayang, itu semua bohong aku tidak menikah dengan Julia."


"Bohong? Lalu semua ini apa?" Lara menatap kesekelilingnya dimana ruangan yang tadinya dipenuhi bunga, kini tampak berantakan. Ia pun membaca sebuah tulisan besar yang ada dibelakang Edgar. "Lara will you marry me? Kenapa ada namaku?" Tanyanya dengan bingung.


"Oh..." Lara hanya beroho ria, namun di detik berikutnya ia menatap Edgar dengan terkejut. "Kau melamarku?"


Edgar menganggukkan kepalanya dengan tersenyum, meskipun senyum itu terasa menyedihkan karena semua rencananya untuk memberikan Lara kejutan gagal total. Karena dialah yang mendapatkan kejutan karena kemarahan Lara.


"Benarkah? Tapi Mom..." Lara menatap Mom Miranda penuh tanya.


"Ya sayang, Mom sudah merestui kalian." Ucap Miranda tanpa berani mendekat karena tidak ingin menganggu lagi acara yang kini sepenuhnya milik Edgar dan Lara.


Edgar pun langsung berlutut di depan wanitanya. "Lara Collins, maukah kau menikah denganku?"


Lara menatap Edgar dengan tersenyum haru, karena pada akhirnya pria itu benar-benar melamarnya dengan restu Mom Miranda. Namun senyum itu langsung memudar saat melihat tak ada apa pun ditangan Edgar.


"Cincin nya mana?" Karena biasanya jika seseorang melamar harus disertai dengan cincin bukan.


"Cincinnya sudah kau hilangkan tadi." Ucap Edgar dengan menghela napasnya, terlebih saat melihat kekecewaan di raut wajah wanitanya. "Sebentar." Ia pun mengambil bunga berikut tangkainya dan membentuknya menjadi sebuah cincin.


Setelahnya Edgar kembali berlutut dihadapan Lara. "Will you marry me?"


Tentu saja Lara menganggukkan kepalanya tanda setuju, meskipun cincin yang diberikan Edgar hanya dari bunga yang di bentuk menjadi sebuah cincin.


"Yes I will."


Edgar pun tersenyum memasukkan cincin tersebut pada jari manis wanitanya, lalu mencium bibir Lara dengan penuh kelembutan yang lama-kelamaan berubah menjadi sangat menuntut. Sampai akhirnya Robert turun tangan dengan menarik Lara, agar Edgar menghentikan ciuman mereka.