Scandal

Scandal
Scandal


Raline membuka matanya secepat kilat, Ia terkejut mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar yang sama, kamar saat dirinya pertama kali sampai di tempat ini. Raline sangat ingat kejadian terakhir kali sebelum Ia tidak sadarkan diri, Raline tahu betul bahwa dirinya di bius oleh seseorang. Tapi Ia tidak tahu siapa orang itu, dan dengan maksud apa sampai membius Raline.


Raline berpikir bahwa dirinya akan di culik dan di bawa pergi dari tempat ini, namun ketika Ia terbangun, dirinya masih berada di dalam tempat yang sama dan dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Tanpa ada lecet sedikitpun.


“Nona, kau sudah bangun? ” tanya seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Raline. Wanita itu menganggukan kepalanya pelan, tak lama beberapa orang wanita lainnya masuk menyusul.


Raline menatapnya heran, beberapa dari mereka tampak membawa sesuatu di tangannya.


“Nona, silahkan bersiap. ” Ia mengulurkan lengannya menunjuk ke arah kamar mandi, dan membungkukan setengah badannya.


Raline berkerut kening, “Ada apa ini? ”


“Tuan, meminta kami untuk segera mempersiapkan anda, Nona. ”


“Aku bisa bersiap sendiri, ” ketus Raline


“Maaf, Nona. ” Ia menganggukan kepalanya lagi ketika menatap beberapa pelayan di dalam ruangan Raline. Seketika beberapa pelayan itu mencoba membawa Raline dengan paksa dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


“Tunggu, tunggu! Apa yang kalian lakukan! ” protes Raline, “Baiklah, aku akan bersiap! ”


Para pelayan yang tadi memaksa Raline masuk ke dalam kamar mandi itu langsung mundur dan berjajar pada posisinya masing-masing, dengan wajah yang tertunduk seperti tidak berani menatap langsung ke arah Raline. Namun satu orang tampak berbeda, seorang wanita yang selalu memerintahkan mereka.


Wanita tersebut tersenyum tipis, “Silahkan, Nona. ”


***


Raline duduk di depan cermin, di dampingi oleh beberapa pelayan yang tengah merias dirinya. Baju, aksesoris bahkan tatanan rambut, semua di siapkan oleh pelayan. Tidak hanya menyiapkannya, mereka bahkan memakaikannya langsung ke tubuh Raline. Raline benar-benar di perlakukan seperti seorang putri raja. Namun seperti tidak punya privasinya sendiri.


“Nona, kau terlihat sangat cantik. ” menatap bayangan Raline di cermin dan tersenyum


“Siapa kau? ” Raline beranjak dari tempat duduknya, berbalik badan dan menatap wanita yang berada di hadapannya.


“Ya, perkenalkan saya Elsa. Saya khusus di pekerjakan tuan Kendrick untuk melayani anda. ” Raline mengangkat kedua halisnya, Elsa tersenyum tipis. Tingkahnya terlihat begitu tenang dan elegan, di tambah wajahnya yang cantik, menambah pesona akan dirinya.


“Baiklah, ”


“Saya akan membacakan jadwal anda hari ini, Nona. ”


“Jadwal apa? ” Raline sontak terkejut dan meninggikan suaranya


Elsa langsung membuka tab yang sedari tadi di pegangnya dan mulai membacakan beberapa jadwal yang sudah tertera di dalamnya. Raline hanya menganga ketika mendengarnya, beberapa jadwal yang sangat tidak masuk akal baginya.


“Apa aku harus melakukan semua itu? ”


Elsa memperlihatkan video yang kemarin malam Kendrick tunjukan padanya, Raline mengangkat tangannya meminta Elsa untuk berhenti memutar video tersebut.


“Mari, Nona. ” Elsa memandu jalan, Raline mengikutinyya dari belakang.


***


Suasana terlihat sangat ramai, beberapa orang berkumpul dan asik berbincang. Ternyata, Kendrick tengah mengadakan sebuah pesta. Kendrick begitu terkenal dan berpengaruh, semua orang yang hadir di dalam pestanya adalah orang-orang tertentu, seperti pejabat, pengusaha sukses terkenal, bahkan selebritis. Raline tidak canggung melihat pemandangan seperti ini, pada kenyatannya ini adalah kesehariannya dan sejak kecil Raline sudah di ajarkan beberapa mengenai hal seperti ini.


“Aku tidak pernah tahu, Daniel mempunyai keluarga yang menakjubkan seperti ini. Bahkan Daniel hanyalah seorang yang biasa, ” gunam Raline menatap sekitar


“Pesta apa ini? ” tanya Raline


“Silahkan masuk, Nona. ”


Raline mendesis pelan, “Kau ini, seperti robot! ” ketus Raline


Raline melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam ruangan yang Elsa tunjukan tadi, di dalam ruangan tersebut, Kendrick dengan beberapa tamu lainya tengah asik berbincang. Elsa menutup pintunya rapat, Ia tidak ikut masuk ke dalam ruangan bersama Raline. Menunggunya di luar.


Kendrick menatap Raline, begitupula tiga pria lainya yang berada di dalam ruangan tersebut.


Seorang pelayan pria menggunakan sapu tangan khusus menarikan kursi untuk Raline dan mempersilahkan Raline duduk, Raline terduduk tepat bersebelahan dengan Kendrick. Pelayan itu tak lupa menuangkan wine ke dalam gelas Raline. Mereka semua terdiam termasuk Raline, suasana tampak begitu tegang dan mencengkam bagi Raline, Raline menelan ludahnya susah payah ketika semua mata tertuju padanya.


“Ckckck, ayolah. ” ujar salah seorang pria


Kendrick tersenyum simpul, Ia menyulut rokok dan di apitnya di selah jemarinya. “Lihatlah wanitaku, begitu tegang. Berhenti mempermainkannya. ” Raline menatap ke arah Kendrick dengan wajah bingung.


“Kakak ipar, ” Raline terkejut ketika seseorang memanggilnya seperti itu, “Perkenalkan, aku Yohan, dan ini adalah Juan, dan pria di sebelahmu adalah Lucas. ” Ia tersenyum kuda, Raline tersenyum canggung.


“Bagaimana kau bisa mendapatkannya? ” tanya Lucas, pandangan Raline langsung mengarah ke arahnya.


“Tidak mungkin jika aku berkata ... aku menggodanya karena mabuk. ” batin Raline, “Ah, aku ... ” Raline gugup


“Tidak hari ini, ini adalah pesta kepulangan Ken, kita harus bersenang-senang dan tidak boleh membuat suasana menjadi canggung. ” sambar Yohan, mengangkat gelasnya ke atas


Cheers!


***


Yohan sudah terkapar di atas meja, Ia minum terlalu banyak sehingga tidak mampu membuka matanya lagi, begitupula dengan Juan dan Lucas. Sementara Raline, Ia masih tersadar dan tengah menatap Kendrick yang tenang dengan rokok di selah jemarinya.


“Hei kau! Kau mengapa kau, melakukan ini kepadaku? ” teriaknya lantang, mengepalkan jemarinya lalu memukul-mukul dadanya sendiri, Kendrick mengangkat kedua halisnya


“Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Dasar kau ... kau seperti seekor anj*ng! ” gunam Raline melantur karena mabuk, seketika Kendrick mematikan sulutan rokoknya.


Kendrick mencengkam pipi Raline menggunakan jemarinya, “Kau berani sekali, kau akan menyesal ketika kau sadar nanti. ”


***


Raline membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat pengar karena terlalu banyak minum semalam. Ia menutup matanya kembali, menarik selimut dan menutup dirinya rapat, semakin membenamkan diri ke dalam peraduannya.


“Pemalas, ”


Raline membuka matanya secepat kilat, Ia langsung duduk dan melihat ke asal suara tersebut. Di atas sofa, Kendrick tengah terduduk santai dengan gaya bossynya.


Raline memegang kepalanya, merasakan pengar yang begitu kuat, “Kepalaku ... ” rengeknya,


“Cepat bersiaplah, aku akan menunggumu untuk sarapan. ” perintah Kendrick, kemudian berlalu pergi keluar kamar Raline. Tak lama, Elsa dan beberapa pelayan itu masuk kembali ke dalam kamar Raline. Raline mengangkat kedua halisnya, Ia mengira jika pelayanan khusus seperti kemarin hanya karena ada pesta. Namun, itu berlaku pada hari-hari biasa.


Raline segera beranjak dari peraduannya, sebelum Ia di geret masuk kembali ke dalam kamar mandi seperti kemarin. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Ia sekilas melihat bayangan dirinya di depan cermin, Ia berjalan lebih dekat ke arah cermin, “Apa ini? ” gunamnya, jemarinya menelusuri lehernya yang di penuhi bintik merah.