Scandal

Scandal
Part 78


Tak terasa hari pernikahan Edgar dan Julia semakin dekat lebih tepatnya esok hari, dan itu artinya hari keberangkatan Lara ke luar negeri pun semakin dekat. Ya, Robert memutuskan mengirim Lara ke luar negeri dihari yang sama dengan pernikahan Edgar. Itu dilakukan Robert agar Scandal yang terjadi antara Lara dan Edgar cepat terselesaikan.


"Bawa pakaian secukupnya saja, nanti disana kau bisa membeli pakaian baru." Ucap Miranda yang tengah menemani Lara berkemas.


Lara hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ya, putri ketiganya kini tak seceria dulu. Lara lebih banyak melamun hingga membuat hati Miranda semakin sakit.


"Sayang kemarilah!" Miranda menepuk tempat disisinya.


Dengan malas Lara pun duduk disamping Mom Miranda tanpa berani menatap Mommy nya.


"Jangan bersedih, secepatnya Mom dan kak Lily akan menyusul. Kita akan tinggal di sana, berempat setelah Rose kita temukan tentunya. Eh salah berlima dengan anak mu nanti." Jelas Miranda dengan bercanda sambil mengusap rambut panjang Lara.


"Benarkah Mom?" Tanya Lara dengan antusias.


"Ya, sayang. Jadi jangan sedih lagi! Kasihan cucuku jadi ikut bersedih." Miranda mengusap perut Lara.


"Terima kasih Mom." Lara memeluk Mom Miranda dengan erat. Sungguh ia merasa beruntung memiliki Mom Miranda, karena Mommy nya itu mau menerima kehamilannya dan tak menyudutkan seperti yang dilakukan Nela.


Miranda balas memeluk Lara dengan tersenyum. "Kenapa menangis lagi?" Tanyanya saat melihat air mata yang berjatuhan di pipi Lara.


"Mom apa aku benar-benar tidak bisa bersama Kak Edgar?" Tanya Lara sembari menatap hasil USG kandungannya. Ya, tadi siang dengan diantar Lily dan para pengawal dari Dad Robert, Lara melakukan pemeriksaan kandungan karena akan melakukan perjalanan jauh.


"Sayang itu tidak mungkin, kalian kakak adik jadi—"


"Mom boleh kita bicara sebentar?" Lily yang baru datang dan mendengar percakapan antara Mom Miranda dan Lara, sudah tak tahan lagi ingin mengetahui kebenaran tentang Lara, karena tidak tega melihat kesedihan adik bungsunya itu.


"Ada apa Lily?" Tanya Miranda dengan bingung, karena tidak biasanya Putri keduanya terlihat serius.


"Kita bicara di ruang kerja Daddy." Lily segera pergi dari kamar adiknya.


Miranda yang penasaran dengan apa yang akan dikatakan Lily, segera keluar dari kamar Lara setelah menenangkan putri bungsunya itu.


"Ada apa sayang?" Tanya Miranda setelah berada di ruang kerja suaminya.


"Mom apa benar Lara bukan anak Dad Robert?" tanya Lily to the point.


"Mom, aku sudah mendengar semua perdebatan kalian. Aku tidak peduli Mom selingkuh dengan pria lain, yang aku inginkan tanyakan hanya apa benar Lara bukan anak Dad Robert?"


Plak.


Miranda dengan keras menampar pipi Lily. Cukup ia dituduh selingkuh oleh Robert tapi tidak dengan putrinya sendiri.


"Itu tidak benar Lily, bisa-bisanya kau berpikir seperti itu pada mommy mu." Miranda menangis sambil terduduk diatas sofa. "Mom tidak pernah selingkuh dengan pria mana pun."


Melihat Mom Miranda menangis, Lily pun mendekat dan memeluknya. "Maafkan aku Mom, aku.. aku hanya kasihan pada Lara, kalau memang Lara bukan anak Dad Robert itu artinya mereka tidak sedarah dan mereka bisa—"


"Tidak bisa Lily, sekalipun Lara bukan anak Dad Robert mereka tidak bisa bersatu."


"Tapi Mom..."


"Cukup Lily! Besok Edgar dan Julia menikah, dan Lara akan pergi keluar negeri, semua sudah sesuai dengan jalannya."


"Mom..." Lily pun hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi besok, tapi apa pun itu Lily berharap Lara akan menemukan kebahagiaannya.


Sementara itu di mansion lainnya, Nela tengah menghubungi Fredy dengan kesal. Karena sampai detik ini pria itu belum melakukan tugasnya untuk melenyapkan janin Lara.


"Aku tidak bisa bergerak sama sekali. Lara di kawal dengan ketat oleh bodyguard suamimu." Jelas Fredy.


"Ck, aku tidak mau tahu. Besok kau harus melakukan tugasmu karena itu kesempatan terakhir kita. Wanita bodoh itu besok akan pergi ke luar negeri."


"Tapi Nela."


"Aku tidak mau tahu, besok kau harus melenyapkannya!"


"Melenyapkan siapa?"


Deg.


Dengan perlahan Nela berbalik badan, dan begitu terkejut saat melihat sosok yang berdiri tak jauh darinya.