
"Katakan mom, siapa yang ingin dilenyapkan?" Edgar mengulang pertanyaannya karena melihat Mom Nela diam saja. Ia pun berjalan mendekat dengan raut wajah yang serius, karena entah mengapa mendengar Mommy nya berkata seperti itu pikirannya langsung tertuju pada Lara.
"Melenyapkan apa? Kau salah dengar Ed." Nela berusaha bersikap tenang meskipun saat ini tangannya bergetar karena ketakutan. Ya, Nela takut Edgar mendengar semua percakapannya tadi bersama Fredy.
"Aku jelas-jelas mendengar Mom menyuruh seseorang di balik telpon itu untuk melenyapkan seseorang. Jadi katakan siapa?"
"Tidak ada Edgar, kau itu kenapa nak? Seharusnya kau itu tidur karena besok hari pernikahanmu dengan Julia. Sekarang keluarlah dari sini!" Nela berjalan menjauh dari putranya berusaha mengusir Edgar dari kamarnya.
Edgar yang diusir hanya diam saja tak beranjak sedikitpun dari tempatnya. "Mom apa kau berencana mencelakai Lara?"
"Apa?" Nela berpura-pura terkejut. "Omong kosong macam apa itu, Ed? Tega sekali kau menuduh ibu kandungmu ini ingin mencelakakan Lara? Untuk apa juga Mom melakukannya." Kilahnya setenang mungkin agar Edgar tak curiga dirinya sedang berbohong.
Edgar terdiam, ia menatap intens Mom Nela dengan mengintimidasi. "Baiklah untuk kali ini aku percaya, tapi ingatlah satu hal kalau sampai terjadi sesuatu pada Lara dan kandungannya maka Mom yang harus bertanggung jawab dan aku bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu!" Ancam Edgar tak main-main.
Ya, bagi Edgar Lara dan kandungannya adalah hidupnya. Bahkan ia rela menukar hidupnya dengan menikah dengan Julia, demi membuat Lara dan darah daging mereka bisa hidup dengan semestinya.
Nela yang diancam oleh putranya sendiri, semakin tidak suka pada Lara. Karena menurutnya Lara sudah membuat Edgar menjadi rusak bahkan kini berani mengancamnya.
"Keluar Ed!" Nela kembali mengusir Edgar dengan penuh amarah.
*
*
Keesokan harinya.
Lara yang tengah bersiap untuk keberangkatannya ke luar negeri lebih tepatnya ke Jerman siang nanti. Menatap foto USG miliknya dengan perasaan sedih. Karena sebentar lagi, tepat pukul sepuluh nanti Edgar akan menikah dengan Julia. Ya, pria yang seharusnya bertanggung jawab pada kehamilannya justru menikahi wanita lain, dan ia tidak bisa melakukan apa pun hanya bisa menerima suratan takdirnya.
"Apa kau tidak ingin melihatnya untuk yang terakhir kali?" tanya Lily yang sejak tadi diam memperhatikan adiknya menatap hasil USG.
"Apa boleh? Bukankah Dad Robert melarang kami bertemu." Lara balik bertanya karena seingatnya Robert melarang bagi Lara dan Edgar untuk bertemu. Itu sebabnya pria tua itu menaruh pengawal pribadi untuk selalu mengikutinya.
"Tentu saja boleh. Aku yang akan bertanggung jawab." Walaupun Dad Robert sudah melarang kedua adiknya untuk bertemu, tapi tidak ada salahnya Lily membantu mereka untuk yang pertama dan terakhir kalinya. "Bagaimana kalau kita berangkat sekarang, agar Mommy tidak curiga." Karena kebetulan Mom Miranda tidak ikut mengantar Lara, karena katanya ada hal penting yang harus dilakukan oleh Mommy nya.
"Oke." Lara pun tersenyum dengan penuh semangat, karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Edgar meskipun pada akhirnya mereka terpisah. Tapi setidaknya Lara bisa melihat pria itu untuk yang terakhir kalinya, agar ia bisa hidup dengan tenang di tempat baru.