Scandal

Scandal
Part 51


...Tengah malam datanglah ke kamar dua ratus dua, aku menunggumu....


Perkataan Edgar terus terngiang di telinga Lara sampai membuatnya tidak bisa tidur. Apalagi perkataan pria itu yang nekat akan datang ke kamarnya jika Lara tidak datang.


"Jika keadaannya seperti ini apa yang akan terjadi?" Gumam Lara dalam hati sembari menatap Mom Miranda yang sudah tertidur pulas disampingnya.


Ya, setelah kejadian tadi siang. Mom Miranda tidak mengijinkan dirinya tidur di kamar yang sudah dipesan mereka. Ia dipaksa untuk tidur bersama Mommy nya hanya karena Mom Miranda tidak mau Robert datang ke kamar dan menganggu.


"Bagaimana ini?" Lara yang bingung, berusaha untuk tidak mempedulikan apa yang akan terjadi. Biar saja Edgar datang ke kamarnya lagi pula ia ada di kamar Mom Miranda.


Baru saja Lara bisa bernapas dengan lega setelah menyadari Edgar tidak mungkin datang ke kamar Mom Miranda. Namun sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselnya membuat Lara kembali gelisah.


...Aku menunggumu Lara Collins. Kalau kau tidak datang aku akan datang ke kamar Miranda dan membawamu dengan paksa....


"Dasar gila!" umpat Lara.


"Siapa yang gila?"


Lara yang terkejut langsung menatap Mom Miranda. Ia pikir Mommy nya itu terbangun tapi ternyata Mom Miranda hanya mengigau terlihat dari kedua matanya yang masih terpejam.


"Mom hebat, bisa mengigau dengan tepat." Seloroh Lara dengan tertawa, namun tawanya langsung terhenti saat teringat dengan pesan singkat yang dikirim Edgar. "Aku harus pergi sekarang sebelum dia berbuat nekat."


Lara segera turun dari atas ranjang, berjalan mengendap-endap agar Mom Miranda tidak terbangun. Setelah keluar dari kamar ia pun mencari kamar dua ratus dua yang masih berada di satu lantai yang sama. Dan tak perlu mencari dengan susah payah, karena ternyata Edgar sudah menunggu di depan pintu kamarnya.


Dengan memberanikan diri Lara pun berjalan mendekat, menghampiri sosok pria yang telah menanamkan benih di perutnya.


"Ayo masuk!" Edgar menggenggam tangan Lara, membawa wanita itu masuk ke dalam kamar tanpa menyadari ada sosok yang menatap mereka dengan wajah yang terkejut.


"Lara.. Edgar..." Rose merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini. Adik tirinya membawa adik kandungnya masuk ke dalam kamar ditengah malam. "Apa yang akan mereka lakukan?" Rose yang merasa curiga hendak menghampiri, namun langkahnya terhenti saat ponselnya berdering.


Dengan cepat Rose pun berjalan menuju lift setelah teringat dengan apa yang menjadi tujuannya.


"Aku harap kalian tidak melakukan hal yang aneh." Rose berusaha berpikiran positif dengan apa yang dilihatnya tadi, meskipun sulit mengingat kedua adiknya itu masuk ke dalam kamar di saat semua keluarga sudah tertidur dengan lelap.


Ya, Rose melarikan diri karena tidak mau menikah dengan pria yang dijodohkan oleh Mom Miranda. Ia tidak mencintai calon suaminya karena hatinya sudah menjadi milik pria lain.


"Maafkan aku Mom..." Rose yang mengenakan topi dan kacamata hitam keluar dari lift, berjalan menjauh dari hotel lalu masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya sejak tadi.


*


*


Sementara itu Lara yang kini berada di dalam kamar Edgar, duduk dengan gugup karena sejak tadi pria itu menatapnya dengan intens.


"Lara.. kak.." ucap keduanya bersamaan setelah cukup lama terdiam.


"Kau duluan!"


"Tidak, kau saja yang duluan." Sahut Lara.


Edgar menghela napas tanpa memutus tatapannya pada Lara. "Tadi siang apa yang ingin kau sampaikan?"


"Tadi siang?" Lara balik bertanya dengan bingung, membuat Edgar kembali menghela napasnya dengan berat.


"Saat aku bersama Julia, kau seperti ingin menyampaikan sesuatu. Apa ada masalah?"


"Oh itu, tadinya aku ingin memberitahu kakak kalau aku hamil. Tapi ada kak Julia jadi aku—"


"Apa? Tadi kau mengatakan apa?" Tanya Edgar dengan terkejut.


"Ck, aku tadi bilang ingin memberitahu kakak kalau aku..." Lara yang tersadar sudah kelepasan berbicara, langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Aku apa..?" Sentak Edgar tak sabaran dengan jantung yang berdetak dengan cepat.