Scandal

Scandal
S2 - Part 45


Haiiii .... semoga menykai karya saya.


happy reading


••••


Setelah kematian Raisa, Kai akhirnya mengadakan konferensi pers untuk memperbaiki namanya, dan juga mengklarifikasi semua berita yang beredar.


Konfrensi pers itu disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, baik berupa media cetak atau elektronik. Beberapa jam setelah klarifikasinya berlangsung, saham perusahaan meningkat kembali, gosip tentang dirinya perlahan menghilang, namun tidak sepenuhnya, ada beberapa yang masih menggiring masyarakat untuk berpikiran buruk.


Bagi Kai itu tidak penting, selama Krystal mempercayainya, ia akan baik-baik saja.


Krystal dan Kean akhirnya kembali ke rumah, anak laki-laki itu terlihat sangat senang saat Kai memberitahukan kalau sebentar lagi ia akan memiliki adik perempuan seperti Naira. Lalu Krystal buru-buru membenarkan, belum tentu perempuan, bisa saja laki-laki seperti Kean waktu kecil.


Senang dan bahagia itu hanya sesaat, setelah beberapa hari kemudian, Kean menjadi sangat manja pada Krystal, sekarang anak laki-laki itu inginnya selalu tidur bersama bunda, makan disuapi bunda, sekolah diantar bunda dan tentu saja membuat Kai merasa jengkel karena lagi-lagi Krystal harus dikuasai oleh Kean.


Jangan lupakan kalau Kean dan Kai memiliki sifat yang sama. Sama-sama mendominasi Krystal.


Pagi itu, saat matahari baru saja keluar dari persembunyiannya. Krystal sudah bisa mendengar suara keran air dari dalam kamar mandi berserta dengan suara muntahan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Kai.


Semenjak Krystal hamil, yang mengalami morning sickness adalah lelaki itu. Hampir tiap pagi dan malam sebelum tidur Kai merasa mual pada perutnya hingga membuat dirinya harus memuntahkan semua isi perutnya.


Krystal tersenyum tidak tega saat Kai keluar dari kamar mandi. Wajah lelakinya sangat pucat, serta hidung dan matanya memerah.


"Mau aku buatin teh?" tawar Krystal.


Kepala Kai menggeleng lemah, ia melewati Krystal dan kembali berbaring di atas ranjang, tentunya di sebelah Kean. Lelaki itu kembali menyelimuti dirinya, menutup hingga kepala. Sepertinya, tenaga Kai terkuras habis hanya karena muntah-muntah itu.


"Ya udah gak usah kerja dulu." Krystal menghampiri, mengusap puncak kepala Kai. "Mau makan apa? Jangan sampe gak makan, semalam kamu muntah, terus makan malamnya keluar semua, sekarang juga muntah lagi." bujuk Krystal.


Kai menurunkan selimutnya sedikit, menatap Krystal yang sudah terduduk di tepi ranjang. "Makan kamu udah boleh belum sih, Krys?"


Seketika wajah Krystal memerah. Astaga, masih sempat-sempatnya saja lelaki mesum ini memikirkan itu.


"Makan aku gimana sih, jangan ngaco deh."


Kai mendengus. "Yaelah, kamu kayak gak tahu aja maksud aku."


"Masih pagi." Krystal menjawil hidung Kai. "Ada Kean juga."


"Kamar mandi, atau kamar Kean?" tawar Kai lagi. Hampir dua bulan ia dan Krystal tidak pernah berhubungan badan. Untuk sosok Kai, dua bulan itu benar-benar sangat lama. "Ayolah, dari kemarin kamu ngurusin Kean terus, gak ada waktu buat aku, mumpung si little devil lagi tidur nih,"


Krystal memukul bahu Kai dengan pelototan tajam, sekarang Kai sering memanggil Kean dengan sebutan little devil karena anak laki-lakinya itu selalu mencuri Krystal darinya.


Dasar ayah konyol.


Krystal menghela. "Kamar mandi aja, nanti kalo Kean bangun aku masih bisa denger."


"Yes!"


Dan pagi itu, Kai mendapatkan sarapanya kembali. Seperti biasa, Krystal akan menjadi favoritnya. Akan menjadi skandal yang paling ia suka, dan akan selalu ada di hatinya.


***


Morning sickness membuat Kai semakin menghargai Krystal, semakin mencintai perempuan itu. Karena akhirnya ia tahu seperti apa perjuangan Krystal saat hamil Kean dulu. Apalagi di kehamilan pertamanya itu, Krystal harus tinggal jauh dari keluarganya, terutama dari Kai.


Di tengah hormon ibu hamil, di tengah kesulitan manahan makanan yang masuk padahal sudah sangat lapar, ya Tuhan Kai tidak bisa membayangkan bagaimana perjuangan Krystal dulu. Ia saja sangat tersiksa merasakannya.


"Makasih ya, sayang." Tiba-tiba Kai datang ke dapur, memeluk istrinya yang sedang membuatkan kopi dan susu untuknya dan juga Kean.


Tumben sekali lelaki ini.


Bukannya melepaskan, Kai malah mempererat pelukan itu. "Emang kenapa kalo bi Ida lihat? Kita udah sah ini, udah halal Krys, mau ngapain aja boleh."


"Bukan masalah itu, tapi malu kalo dilihat bi Ida, kayak gak ada tempat aja."


"Emang gak ada tempat." Dapat Krystal dengar helaan napas frustrasi dari lelaki itu. "Di kamar, ada Kean, di dapur ada bi Ida, di mobil ada mang Ucep. Terus dimana tempat aku."


"Kamar mandi." jawab Krystal jengah.


Lelaki ini, astaga, Kai akan memiliki dua anak nanti, tapi sifatnya tidak berubah. Terkadang Krystal harus berbuat kekerasan dulu agar suaminya itu tidak menempelinya seperti cicak.


Saat itu, mereka sedang menonton tv, dan Kean tidak jauh dari mereka sedang bermain mobil-mobilan, lelaki itu malah mengusik dua gundukan sintal milik Krystal di sana. Lalu, tiba-tiba Kean datang dan bertanya apa yang sedang ayah bundanya lakukan.


Tentu saja Krystal merasa kesal, Kai itu tidak tahu tempat sama sekali. Sebelum Kean bertanya lebih jauh, Krystal menggigit tangan Kai agar menjauh dari tubuhnya.


Seperti itu, harus ada kekerasan dulu agar Kai tidak menempelinya.


"Bunda ...." jagoannya datang, dan Krystal segera menyikut perut Kai agar lelaki itu melepaskan pelukan mereka.


"Iya sayang?" Krystal berbalik, membawa segelas susu cokelat ke arah anaknya itu.


Semakin besar, Kean semakin terlihat seperti Kai. Dari sifat, postur wajah, dan kejahilannya. Krystal berharap semoga anaknya yang masih di dalam perut nanti mirip seperti dirinya, karena jika gen Kai yang kembali menguasai, akan ada tiga anak kembar di dalam rumah ini.


"Bunda ... hari ini aku mau bawa makanan yang banyak, ya." pinta anak laki-laki itu.


Krystal mengernyit bingung, sedangkan Kai sudah berjalan dan duduk di meja makan. "Memang buat apa bawa banyak-banyak," Kai yang bertanya.


"Aku mau kasih Ara, yah."


Kali ini Kai menoleh ke arah Krystal, meminta penjelasan.


"Itu loh yang pernah aku ceritain. Ansara, anak perempuan di kelas Kean yang suka pake bando unicorn. Yang ada poninya, yang .... cantik, kalo kata Kean." Krystal menekan kata cantik saat mengatakan itu. Ingin memberitahukan pada Kai kalau anak mereka itu benar-benar mirip dengan ayahnya.


"Wihh..." Kai berseru heboh dari tempatnya. "Pacar Kean ya?"


"Iya, yah." sahut anak laki-lakinya dengan tampang polos.


"Eh," Krystal menggeleng. "Gak boleh pacar-pacaran. Ayah nih ngomongnya!"


"Kenapa? Gak ada yang salah dari ucapan aku. Kita tuh harus ngenalin Kean sama lawan jenis, biar dia tahu mana yang boleh mana yang enggak."


"Ya, tapi pacaran belom boleh."


"Jangan kaku lah, mereka juga masih kecil mana ngerti sih pacaran yang bener."


Dasar ayah konyol! Akan selalu ada perdebatan di antara mereka mengenai cara mengurus anak. Krystal yang kaku, dan Kai yang santai. Sebenarnya cara mereka saling melengkapi satu sama lain. Mau sampai kapan pun, ayah dan bunda akan memiliki pemikiran yang berbeda, tetapi semua demi kebaikan sang anak.


Yang pasti, mereka akan selau berdebat untuk hal-hal lucu. Karena itulah nikmatnya berumah tangga.


••••


terima kasih ... terima kasih banyak. sebenernya aku juga bingung ini mau gimana tamatnya, hahaha tapi masih mau nulis kisah mereka. mau biki Kean dewasa terus pacaran sama Ara wkwkwk


nikmatin aja ya gimana cerita ini berjalan. semoga gak bosyan, kalo bosyan bobo aja 🤭🤭🤭


sampai ketemu lagi, The Agreement cerita aku yang baru, itu dulu pernah aku up di wp, cuma aku hapus dan aku perbaiki di sini, awal-awal emang mainstream, tapi cerita ke belakangnya seru abis sih hahaha


pokoknya jangan apus scandal dari library, aku suka update lagi kalo lagi bosan soalnya. anggap aja pelarian kalian dari bacaan yang lain hahaha