
happy reading
****
Kai menghela napasnya berulang-ulang, sesekali ia menguap ngantuk saat mendengar intruksi pelatih senam di depan sana. Sumpah, Kai tidak pernah menyangka kalau ia bisa berada di sini dengan suami-suami lainnya di antara ibu-ibu hamil untuk yang mengikuti kelas senam hamil.
Pagi-pagi sekali Krystal membangunkannya, mengingatkan kalau hari ini mereka ada kelas senam hamil. Kai ingin menolak, tapi mata bening yang mulai berkaca-kaca itu menatapnya, seolah membuat Kai tidak memiliki pilihan lain.
Saat hamil Kean, Krystal memang mengikuti kelas senam hamil, tapi Kai sama sekali tidak berpartisipasi di dalamnya. Maka itu saat Krystal mengajaknya ikut berpartisipasi, Kai benar-benar terkejut, dan lebih terkejut lagi begitu ia sudah berada di sana.
"Oke, untuk ayah bisa pegang pinggang bunda, lalu gerakan mengelus hingga perut depan, dan untuk bundanya bisa berbaring di dada ayah."
Krystal menyandarkan kepalanya ke dada Kai, ia menggiring tangan sang suami untuk melingkar di perutnya. "Yah, yang bener dong." keluhnya karena Kai tidak mengikuti intruksi pelatih.
Tidak mendapat respon apapun dari lelaki itu, Krystal mengadahkan wajahnya ke atas. Ia melihat mata Kai yang terpejam dengan napas beraturan. Lelaki itu tertidur.
"Ih, Ayah!" Krystal menyikut perutnya pelan, membuat Kai terbangun gelapanan. "Kok tidur?"
"Aku ngantuk." balasnya sembari mengerjapkan mata.
"Kamu tuh!"
"Iya-iya, ini ngapain lagi?"
"Itu," Krystal menunjuk pasangan lainnya. "Tuh kayak gitu, elus-elus perut aku."
Kai menghela. "Gini doang, gampang."
"Gampang-gampang kamu tinggal tidur!" dengus Krystal.
Tangan Kai mulai bergerak sesuai intruksi, mengelus perut Krystal dari pinggang hingga ke perut depan. Terus berulang sampai pelatih senam mengganti gerakan itu.
"Nah, sekarang bunda bisa duduk tegak, dan ayah berdiri lebih tinggi ... oke, kemudian pegang kepala bunda, lalu pijat memutar."
Lagi, Kai mengikui intruksi itu. Rasa pijatan tangan Kai di kepala Krystal membuat perempuan itu terpejam. Rasanya lebih enteng dan tenang.
"Duh, enak banget .... Bisa nih kalo aku lagi pusing kamu pijetin kayak gini."
Kai merengut. Tugas baru lagi. Kalau setiap hamil Krystal bakalan seperti ini, Kai lebih baik tidak memiliki Kesya. Biarlah, ini akan menjadi anak terakhir mereka saja.
"Iya maaf, gak sengaja."
Di antara pasangan lainnya, hanya mereka yang terdengar sangat berisik. Padahal banyak pasangan yang baru datang ke sini, tapi mereka tidak sepayah Kai dan Krystal.
"Fokus, dong. Kamu gak ikhlas banget."
"Ribet, Krys, bikin ngantuk. Besok aku nganter ajah deh, gak usah ikutan," keluh Kai. "Nanti aku jemput lagi kalo kamu udah selesai."
Krystal mencebik. "Kalo kamu gak ikut, terus aku minta elus-elus perutnya sama cowok lain gitu?"
"Ya enggak lah," sambar laki-laki itu cepat. "Gak usah ikut senam yang kayak gini, waktu hamil Kean aku gak ikut gak masalah."
"Ya ini kan beda!" Krystal semakin kesal dibuatnya. Lagian, ini semua kan ulahnya, Kai yang membuatnya hamil, Kai yang membuatnya gendut. Masa untuk ikut senam seperti ini saja lelaki itu terus mengeluh. "Kamu tau gak, senam ini tuh buat rileks ibu hamil sebelum lahiran, biar gak stres."
"Biar kamu gak stres, ayo kita baby moon. Aku udah ajak dari kemarin, kamunya aja gak mau."
"Gak mau,"
"Kenapa?" Kai menundukan kepalanya, menatap wajah Krystal dari depan.
"Yang ada bukan liburan, tapi kamu ngerjain aku di sana."
Kai merengut masam. Tangannya turun memijat bahu Krystal sesuai dengan intruksi di depan sana. "Pikiran kamu gak ada yang baik ya buat aku."
"Tapi kamu kan emang mesum," ledek Krystal lagi yang membuat Kai membelalak. Dengan perlahan, tangannya yang berada di bahu Krystal turun ke bawah, lebih ke bawah lagi, semakin turun, dan ....
"Tuh kan!" Krystal memukul tangan lelaki itu yang turun ke depan dadanya.
"Ini baru namanya mesum," balas Kai dengan seringai.
Dasar gila, di saat seperti ini saja Kai masih berusaha mencari kesempatan untuk menyentuh istrinya.
****
lagi kehabisan imajinasi wkwkwkya kalo gak ngefeel maap yakkk