Scandal

Scandal
Part 58


Edgar bersikukuh mempertahankan Lara, dengan kuat ia menarik wanita itu hingga berada di pelukannya.


Melihat bagaimana Edgar memeluk Lara. Lagi-lagi membuat Miranda, Nela, Robert, dan Lily terkejut bukan main.


"Jangan berbuat konyol Edgar Collins! Lepaskan Lara!" Bentak Robert dengan mengancam karena amarah yang tak terbendung lagi.


"Tidak bisa Dad, dia milikku."


"What?" Robert mengerutkan keningnya dengan bingung. Begitu pun dengan Miranda dan Nela. Mereka mencoba mencerna kata milik yang dilontarkan Edgar.


"Dengar Lara dalam hitungan ketiga kita lari!" bisik Edgar.


"Apa? Ta-tapi..."


"Tiga!" ucap Edgar sembari menarik tangan Lara di saat kedua orang tua mereka kebingungan.


Keduanya berlari keluar dari ruangan ballroom meninggalkan semua tamu undangan termasuk Robert, Miranda, Nela, dan Lily yang tampak shock sampai tak bisa berkata-kata. Bahkan begitu terkejutnya mereka sampai baru tersadar kalau Edgar sudah membawa Lara pergi.


"Kalian kenapa diam saja, cepat kejar mereka!" perintah Robert pada anak buahnya yang kini berlarian keluar dari ballroom.


Sementara Miranda dan Nela yang masih terkejut hanya menatap kepergian putra dan putri mereka dengan tatapan tak percaya, dan di detik berikutnya ke-duanya terjatuh luruh diatas lantai sembari memanggil nama anak-anak mereka.


"Mom.. Tante..." Lily yang juga masih shock dengan apa yang diperbuat Edgar pada Lara, jadi bingung sendiri harus berbuat apa. "Kenapa jadi begini?" Gumamnya pada diri sendiri.


*


*


Sementara itu Lara dan Edgar yang sudah masuk ke dalam pintu lift. Saling menatap dengan napas terengah-engah.


"Kau baik-baik saja?" Edgar menatap perut Lara tanpa menjawab pertanyaan wanita itu. Sungguh ia khawatir karena sudah membuat wanita yang tengah mengandung benihnya berlarian dengan cepat.


Lara menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya dimana Kak Rose?" ia mengulangi pertanyaannya.


"Kakakmu melarikan diri."


"What?" pekik Lara dengan terkejut. "Tapi bagaimana bisa? Dan kenapa kak Rose tak mengajakku?"


"Kau.." Edgar mentoyor kepala Lara. Sesuatu yang sejak tadi ingin dilakukannya pada wanita yang kelewat polos dan bodoh.


"Kak!" Lara mengusap kepalanya dengan wajah yang ditekuk.


"Sudah cepat!" Edgar bergegas keluar dari pintu lift yang terbuka dengan menggenggam tangan Lara.


Mereka berjalan keluar dari hotel menuju mobil Edgar tentunya. Dan beruntungnya Edgar selalu membawa kunci mobil berserta dompet di kantung celananya sehingga ia tidak perlu susah payah berlari ke kamar hotel lebih dulu untuk mengambilnya.


"Sekarang kita mau kemana kak?" Tanya Lara setelah masuk ke dalam mobil.


Edgar tidak menjawab pertanyaan Lara, karena fokusnya kini segera mengendarai mobilnya menjauh dari hotel saat melihat di belakang mereka ada tiga orang berpakaian jas hitam tengah berlari mengejar mobil mereka. Tiga orang tersebut pastinya para pengawal suruhan Dad Robert.


"Untuk sementara kita bersembunyi. Setelah semuanya mereda baru kita kembali." Ucap Edgar tanpa mengalihkan tatapannya pada jalanan yang padat merayap. Untung saja ketiga orang suruhan Robert tidak mengejar kendaraannya, kalau tidak sudah dapat dipastikan mereka akan tertangkap.


Sementara itu di dalam ballroom. Robert yang sangat marah dengan apa yang dilakukan putra dan putrinya segera keluar dari tempat tersebut. Tidak ia pedulikan para tamu undangan yang berbisik-bisik tentang kejadian yang menghebohkan tadi, dan keluarga Darwin yang meminta pertanggung jawaban atas gagalnya pernikahan putra mereka. Ia juga tidak mempedulikan Miranda dan Nela yang saat ini mengejarnya dari belakang.


Yang ingin dilakukan Robert saat ini adalah mencari Edgar dan Lara sampai ketemu, untuk menanyakan pada keduanya kenapa membuat malu nama keluarga Collins. Terutama pada Edgar, yang bersikap aneh pada Lara seolah-olah Lara adalah kekasih Edgar padahal jelas-jelas mereka kakak beradik walaupun...