
Melihat Nela pingsan Nelson lagi-lagi tak peduli. Ia hanya diam saja saat orang-orang yang memakai seragam kepolisian menolong Nela dengan membawa wanita itu entah kemana, karena yang ia pedulikan saat ini hanyalah keponakannya yang tengah koma. Nelson bahkan berniat untuk memindahkan putra Elliot ke rumah sakit yang lebih bagus yang ada di luar negeri. Tapi sebelum itu ia harus menemui seseorang lebih dulu, seseorang yang secara tidak langsung telah mempertemukan dirinya dengan Nela dan keponakannya.
"Bagaimana keadaan putrimu?" Tanya Nelson pada Miranda, yang saat ini berada di depan ruang rawat putri wanita itu.
"Keadaannya baik." Jawab Miranda dengan singkat tanpa mau menjelaskan secara rinci keadaaan Lara. Karena Miranda curiga pada Nelson setelah mengetahui ternyata pria itu mengenal Nela. Siapa tahu Nelson ternyata teman baik Nela dan bisa saja kejadian yang menimpanya di Club waktu itu ada kaitannya dengan Nelson dan Nela.
Keduanya kini terdiam terutama, Nelson. Ia bingung ingin melanjutkan pembicaraan mereka karena merasa sikap Miranda berbeda seperti menjaga jarak.
"Aku kemari karena ingin bertanya apakah kau masih membutuhkan bantuanku untuk menjelaskan kejadian di Club waktu itu pada suamimu?" Tanya Nelson dengan miris saat mengatakan kata suami. Sungguh ia tak menyangka suami Miranda ternyata suami Nela juga, itu artinya salah satu diantara mereka adalah istri kedua Robert.
"Aku rasa tidak perlu, cukup dengan hasil tes DNA itu saja. Urusan dia percaya atau tidak aku tidak peduli." Jawab Miranda dengan datar tanpa ekspresi.
Hanya aura dingin yang terasa menyelimuti wanita itu, seolah menggambarkan apa yang tengah di rasakan seorang Miranda.
"Baiklah kalau begitu aku pamit, karena ada hal penting yang harus kulakukan. Kapan pun kau butuh bantuan ku, aku pasti akan datang. Karena berkat dirimu aku bisa menemukan orang yang kucari selama ini." Ucap Nelson dengan tulus.
Nelson menganggukkan kepalanya. "Karena melalui dirimu aku bisa bertemu Nela, dan akhirnya bisa menemukan keponakan yang sudah lama aku cari." Jelas Nelson. Ia pun menceritakan semua yang terjadi pada Miranda bagaimana akhirnya bisa menemukan putra Elliot.
Miranda sendiri terkejut setelah mendengar cerita Nelson. Ia tidak menyangka Edgar Collins tenyata benar-benar bukan anak Robert. Edgar ternyata anak dari pria yang bernama Elliot, juga keponakan Nelson. Sungguh kalau tidak melihat situasi mereka saat ini yang berada di rumah sakit, rasanya Miranda ingin sekali tertawa keras. Menertawakan kebodohan Robert yang ternyata sudah ditipu oleh Nela berpuluh tahun lamanya. Pria bodoh itu bahkan menuduh Lara bukan darah dagingnya dan menelantarkan ketiga putrinya hanya untuk seorang anak dari pria lain.
"Kalau kau ingin tertawa, tertawa lah!" Ucap Nelson saat melihat bibir Miranda yang berkedut.
Miranda pun akhirnya tertawa namun diiringi dengan tetesan air mata di kedua pipinya. Ya, meskipun Miranda bahagia karena Robert mendapatkan hukuman atas perlakuan pria itu selama ini yang menelantarkan putri-putrinya. Tapi tetap saja semua itu tidak bisa mengembalikan keadaan mereka. Kini keluarga mereka menjadi hancur berantakan dan semua terjadi karena keegoisan semua orang termasuk dirinya.
"Jangan menangis." Nelson ingin menghapus air mata Miranda, namun tidak berani karena tidak pantas melakukan itu pada wanita yang telah bersuami. "Kemungkinan aku akan memindahkan Edgar ke Singapura melihat kondisinya yang koma." Jelas Nelson sebelum berpamitan.
"Edgar koma?" Tanya Miranda dengan terkejut.