Scandal

Scandal
Episode 16


Raline memberengut menatap tak suka ke arah wanita yang duduk di seberangnya. Wanita dengan make up yang tebal dan baju yang terlihat kurang bahan itu terlihat tengah mencari perhatian di depan Kendrick.


Raline memutar bola matanya malas, Ia berdecih kesal. “Menyebalkan!” gerutunya dengan nada rendah.


“Kenapa? Apa kau cemburu?” tanya Nathan yang duduk di kursi sampingnya dengan nada meledek.


Raline tak menghiraukannya. Dan apa alasannya menatap tak suka kepada wanita yang berada di hadapannya itu tak lain karena kejadian beberapa menit yang lalu.


***


Beberapa menit yang lalu saat dirinya mencoba dengan sekuat tenaga dan susah payah untuk melangkah keluar dari kamarnya, hendak mencari udara segar padahal tak lebih menghidar dari mendengar suara erangan-erangan insan yang tengah bercinta. Menyebalkan untuknya. Raline mengutuk pasangan tersebut.


Raline berjalan dengan berjinjit dan mencoba menahan perih luka jahitan yang belum kering di telapak kakinya. Setelah sampai di ambang pintu, Raline bingung kemana arah yang akan membawanya keluar. Tapi tak lama Raline meyakinkan dirinya untuk memilih arah kanan karena terlihat sebuah tangga di sana yang Ia yakini bisa membawanya ke lantai dasar dan menuju pintu keluar.


Sebelum menjangkau tangga, Raline harus melewati satu kamar terlebih dahulu. Mata Raline jelalatan sehingga Ia menangkap sesuatu di dalam kamar yang pintu kamarnya tidak tertutup dengan rapat. Mata Raline membelalak melihat Kendrick yang tengah menindih tubuh seorang wanita. Sial! Bercinta tanpa mengunci pintu.


Raline meringis ngeri lalu mundur beberapa langkah yang Ia yakini dirinya menyenggol sesuatu sebelum kedua pasang mata menatap dirinya dengan tajam. Sebuah pot bunga hias di senggolnya sampai terjatuh dan pecah ke atas lantai, menimbulkan bunyi nyaring sehingga membuat orang yang mendengarnya terkejut. Begitupula Kendrick yang langsung beranjak dari tempatnya dan langsung memungut celana dalam lalu di kenakannya.


Kendrick menangkap dari dalam kamar sosok Raline yang terlihat sangat gugup. Entah apa yang telah di lihatnya sehingga Ia membuat ekspresi mengerikan seperti itu. Kendrick juga berpikir, apakah Raline melihat dirinya yang tengah telanjang di atas tubuh wanita lain. Tiba-tiba bibirnya tertarik ke atas dan membentuk sebuah seringai tajam.


“Ken,” rengek seorang wanita dengan nada manja menahan kepergian Kendrick.


“Cukup untuk hari ini. Bersihkan tubuhmu dan turun menuju meja makan, kita makan siang bersama.” ujarnya dingin seraya mengayunkan kakinya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Memberi jeda untuk permainan yang akan Ia mainkan. Pasti akan sangat menyenangkan nanti. Seringai Kendrick ketika membayangkan raut wajah gadis itu.


Kendrick membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower. Tangannya Ia kepalkan erat dan di senderkan pada tembok depan untuk sedikit menopang tubuhnya. Bayang-bayang gadis itu terus menghampiri walau dalam keadaan gelap sekalipun ketika kedua matanya terpejam kuat.


Ohshit! Selangkah lagi Ia mendapatkan penyatuan dari gadis itu. Jika saja Ia menurut dan tak berontak tadi sehingga menyebabkan lukanya kembali terbuka, mungkin Kendrick sudah mendapatkan apa yang Ia inginkan. Gadis sialan itu selalu bisa membuat hatinya geram.


***


Kembali pada suasana meja makan, dimana Raline yang tengah menatap tidak suka ke arah wanita yang duduk di seberangnya dan kemudian di tegur oleh Nathan. Sementara yang menjadi pusat masalah malah tenang sembari memakan potongan daging steak sebagai menu makan siang.


“Ken,” rengek wanita tersebut dan sukses membuat Raline menatapnya jengah.


Sekilas Raline melirik Kendrick yang tengah menatap wanita tersebut.


“Ken hentikan, geli..” rengeknya kembali.


Raline berkerut kening tak luput dari tatapan keterkejutannya. Geli? Apanya yang geli? Raline menatap Kendrick dan wanita itu secara bergantian.


Raline meletakan ... ah tidak, lebih tepatnya membanting secara kasar pisau dan garfu ke atas meja makan yang berbahan kaca itu, membuat suara nyaring dan melengking ketika keduanya saling beradu secara kasar. Sukses membuat panggutan bibir kedua orang di depannya seketika terlepas. Raline menatapnya tak suka, yang tak Ia sadari saat itu juga Ia menegak gelas winenya hingga tandas.


“Menjijikan!” ujarnya sebelum Ia melangkah pergi menuju kamarnya kembali.


Entah apa yang ada di dalam pikiran Raline sehingga membuatnya kembali masuk ke dalam kamarnya semula di bandingkan untuk pergi keluar dari bangunan mewah tersebut. Tapi yang jelas bagi Raline adalah jika Ia pergi dari sini maka Ia akan bertemu dengan Daniel dan malah akan membuat goresan di hatinya semakin dalam.


***


Gelak tawa Nathan beradu dengan dentuman keras alunan musik di dalam sebuah club malam. Di sana mereka berlima berkumpul dan Nathan dengan nada meledeknya terua saja menggoda Kendrick.


“Jadi kau melakukan hal seperti itu hanya untuk menggoda gadis itu?” tanya Lucas seraya menyimpulkan senyum di wajahnya.


“Sialan, Nathan!” umpatnya lalu menegak satu gelas wine-nya.


“Dia cantik, tidak heran jika seorang Kendrick menyukainya.” timpal Yohan lalu terdengar dentingan ringan dari gelasnya yang saling beradu dengan gelas milik Nathan.


“Bukankah dia adalah istri keponakanmu? Apa kau sangat suka terus menerus merebut miliknya?” sahut Juan yang sukses membuat Kendrick terdiam.


Terus menerus? Sebelumnya Kendrick pernah melakukannya. Sekali, dua kali? Tidak! Bahkan berulang kali. Entahlah, sensasinya sangat berbeda ketika seorang wanita yang Daniel bawa dan malah tertarik kepadanya. Sedangkan Kendrick, lelaki sukses dan mapan di tambah wajahnya yang tampan, selalu menjadi poin plus dan akan mubazir jika di sia-siakan. Kendrick welcome dengan wanita yang mendekatinya, termasuk beberapa mantan kekasih ponakannya. Daniel.


“Semua wanita akan menaiki ranjangnya ketika Ia tertidur, tetapi gadis itu?” Yohan berujar kembali dengan kekehan meledeknya.


Sial! Gara-gara gadis itu Ia di tertawakan seperti ini. Tidak ada kata 'penolakan' seumur hidupnya kecuali dari gadis sialan itu.


Bukankah jelas-jelas saat di pulau Ia begitu patuh dan penurut? Tapi kenapa sekarang Ia begitu keras kepala dan pembangkang?


Bukan Raline namanya jika tidak memiliki akal licik untuk mengelabuhi lawannya.


“Dia sendiri yang datang kepadaku dan memohon untuk sebuah sentuhan. ” ujarnya menyombongkan diri.


“Ckck! Jelas-jelas wanita itu menolakmu dan kau masih menjungjung tinggi harga dirimu seperti itu. Memalukan!” timpal Lucas


Keempat pria itu menyayangkan Kendrick yang selalu terkenal dengan pesonanya ketika menggoda wanita. Harga dirinya jatuh ketika Ia di tolak oleh seorang gadis polos yang bahkan nol pengalaman dalam berhubungan sex. Menggelikan!


“Taruhan!” sahut Yohan. “Jika dalam satu bulan kau tidak bisa mendapatkan Raline, maka mobil sport keluaran terbarumu kau berikan kepadaku!”


Yohan sangat handal jika menyangkut keuntungan dirinya.


“Deal!”