Scandal

Scandal
C


Dengan napas yang masih terengah, tubuh molek Krystal beringsut duduk, mengambil selimut lalu menutupi tubuh telanjangnya dan Kai. Sementara lelaki itu, setelah puas bermain dengan tubuh sang istri, ia terlentang di sebelahnya, mengatur napas yang tak kalah berantakan.


"aduh ..."


Refleks Kai menoleh terkejut saat mendengar ringisan kecil keluar dari bibir Krystal. Istrinya itu mengeluh sembari memegangi perutnya yang mulai berbentuk.


"Kenapa?" tanya Kai.


Krystal menggeleng pelan seraya memejamkan matanya. Melihat itu membuat Kai panik dan langsung terlonjak bangun dari baringannya.


"Sakit?"


"Iya, kaku gitu. Mungkin keram." Masih meringis, Krystal menjawab pertanyaan Kai.


"Ke dokter?"


"Gak usah, biasa kok kalo abis dijenguk ayahnya suka gini."


Kai jadi merasa bersalah. Harusnya ia bisa menahan hasratnya untuk tidak menyetubuhi Krystal malam ini. Kata dokter mereka boleh berhubungan, tapi jangan terlalu sering.


"Maaf ya."


Krystal menoleh dengan kernyitan bingung. "Kenapa kamu minta maaf?"


"Ya itu, gara-gara aku kamu kesakitan."


"Loh ... terus kamu nyesel? Abis enak aja langsung nyesel." dengusnya. "Awas ya minta di enakin lagi."


Kai langsung beringsut memeluk Krystal, mengecup perut sang istri yang sudah tertutup selimut. "Ya gak gitu sayang. Aku sih kalo kamu mau, aku juga malah mau banget," ujarnya dengan cengiran.


Krystal meraup wajah Kai. "Modus," lalu ia mengecup bibinya cepat. "Tanggung jawab kamu."


"Kan udah aku nikahin, masa mau di nikahin lagi? Emang bisa?"


Terkadang Krystal merasa heran, kenapa Kai bisa memimpin perusahaan besar dengan otak dangkal seperti itu. Bahkan saat seperti ini pesona CEO nya saja sudah tidak terlihat.


"Tanggung jawab maksud aku itu kamu usap-usap perut aku," Krystal mendengkus. "Pijetin kaki aku, ambilin minum."


"Ohhh bilang dong," Kai beranjak mengambil pakaiannya dan mengenakan itu. "Aku ambilin minum dulu ya." Sebelum keluar kamar, ia menyempatkan diri mengecup kening Krystal, kebiasaan mereka setelah berhubungan.


Beberapa saat Kai mengambil minum, Krystal kembali memakai pakaiannya. Rasa nyeri di perutnya belum juga hilang, tumben sekali rasanya sesakit ini.


Tidak ingin membuat Kai khawatir, Krystal memilih menahan rasa sakit itu.


"Kok udah pake baju?" Kai masuk ke dalam kamar dengan segelas air putih di tangan. Ia menghampiri Krystal dan memberikan air putih itu. "Katanya mau aku usap-usap."


"Ya kan di usap-usap masih bisa pake baju." Krystal berujar sembari mengambil gelas tersebut, lalu menegak isinya hingga habis. "Pegel banget aku, pijitin ya." ujarnya dan mengembalikan gelas itu pada Kai.


Krystal mengernyit. "Yakin?"


"Yakin dong, kamu ngidam? Mau apa?"


"Aku mau kamu pijitin aku aja," Krystal menepuk-nepuk sisi ranjang. "Ayo naik."


"Oke," sahut Kai. Setelah meletakan gelas bekas minum Krystal, Kai segera naik ke atas ranjang. Duduk di sebelah Krystal. "Aku pijet kakinya ya."


"Iya,"


Kai mulai memijat kaki Krystal, menekan-nekan dengan pelan dan lembut. Krystal tersenyum melihat itu. "Yang kanan dong, Yah."


"Siyaaappp." Kai masih menjawab dengan semangat. Ia berpindah, memijat kaki kanan Krystal. Beberapa menit berlalu, tapi Krystal tidak juga tertidur. Perempuan itu malah terlihat lebib segar. "Kok gak tidur, Bun?"


"Gak bisa tidur."


"Kenapa?"


"Kamu belum usap-usap perut aku."


Ya? Kai melebarkan matanya. Astaga, apa ia juga harus mengusap perut Krystal.


"Ya udah, sini aku usap." Kai beralih mengusap pert Krystal, tapi perempuan itu malah mendengkus kesal.


"Kok pijitinnya berhenti?"


"Kan kamu minta usap-usap." jawab Kai lirih.


Sumpah demi apapun, ini sudah jam dua belas malam, dan ia sudah sangat mengantuk.


"Ya dipijitin sambil usap-usap."


Astaga ... apa lagi ini?


"Gimana bisa, tangan aku cuma dua?"


"Tapi aku mau dipijit sambil usap-usap," rengeknya.


Kai mendesah. "Oke ... oke ...." dikira ia monster gurita yang memiliki banyak tangan. "Aku pijitin sama usap-usap."


Tahan Kai, tahan ... semoga saja setelah ini ia tidak berubah menjadi monster gurita.


****


hahaha siyapa yang masih setia baca kelakuan absurd keluarga ini???