
Sementara itu di lantai satu. Miranda, Lily, serta Nela yang ternyata mengikuti mereka diam-diam. Kini tengah bersiap kembali ke unit milik keluarga Meyer setelah sempat di usir oleh pihak keamanan karena masuk tanpa ijin.
"Miranda..."
Ketiganya menoleh kebelakang dan melihat sosok Robert yang berjalan mendekat.
"Robert..." Ucap Miranda dan Nela bersamaan dengan terkejut. Terlebih Nela yang tak menyangka suaminya berada ditempat tersebut, untung saja Fredy ia suruh menunggu di dalam mobil.
"Apa kau kemari karena anak kita?" tanya Miranda.
Robert menganggukkan kepalanya. Ia datang ke apartemen milik Kenan setelah mengetahui putra dan putrinya ada ditempat tersebut. Namun ia juga tak menyangka Miranda dan Nela juga mengetahui keberadaan anak-anak mereka.
Keempat orang tersebut pun segera naik lift menuju tempat dimana Edgar dan Lara berada, dan selama di dalam lift keempatnya tidak ada yang bersuara karena sibuk menduga-duga apa yang akan terjadi selanjutnya setelah mereka bertemu dengan Edgar dan Lara. Karena baik Robert, Miranda, Nela, dan Lily, sama-sama berharap apa yang dipikirkan mereka selama ini salah.
Sementara itu Edgar yang sejak tadi menunggu kedatangan kedua orang tua mereka, tak menduga saat membuka pintu Miranda langsung memukulnya dengan membabi buta.
"Dimana Lara ku?" Miranda terus memukul Edgar dengan penuh amarah. Amarah yang sudah di ditahannya sejak anak ****** itu membawa lari putri bungsunya.
"Hentikan Miranda!" Nela yang tidak terima putranya di pukul, berusaha melindungi Edgar.
Sementara Lily dan Robert hanya diam melihat kekacauan tersebut, karena yakin Edgar tidak akan mungkin balas memukul Miranda.
"Dasar anak tak tahu diri, anak pelakor. Bisa-bisanya kau membawa lari putriku. Dimana otakmu, Ha!" Miranda terus memukul Edgar yang hanya diam saja tak melakukan perlawanan.
Ya, dari semua pikiran negatif tentang Lara dan Edgar. Nela yakin Edgar membawa lari Lara karena ingin membantu gadis itu dari pernikahan yang hanya dijadikan sebagai pengantin pengganti.
Mendengar ucapan Nela. Miranda menghentikan pukulannya. Robert dan Lily pun ikut mencerna perkataan Nela.
"Putraku ini anak baik yang tidak pernah membuat masalah, jadi tidak mungkin melakukan hal-hal buruk yang dipikirkan kalian." Ucap Nela lagi dengan membela sang putra.
"Mom bukan seperti itu! Aku dan Lara..."
"Diam Ed!" bentak Nela. "Sudah cukup kau membuat keributan demi gadis bodoh pembuat onar itu."
"Apa? Kau bilang putriku bodoh dan pembuat onar?" Miranda kembali meradang karena tak terima putri bungsunya dihina. "Putramu yang yang pembuat onar sampai berani membawa lari putriku. Cepat katakan dimana Lara!" Miranda kembali memukul Edgar dan kali ini dibantu oleh Lily.
Nela yang tak terima putranya disalahkan seorang diri sampai di pukul oleh Miranda dan Lily, langsung mencari keberadaan Lara. Miranda yang melihat pun ikut berjalan mengikuti Nela untuk mencari putri nya karena ada Lily yang ia andalkan untuk memukul Edgar.
Keduanya pun masuk ke dalam kamar utama dan melihat Lara yang tengah berbaring di atas tempat tidur.
"Lara...!" Keduanya masuk ke dalam kamar dengan saling mendorong.
"Mom.. Aunty." Lara yang terkejut langsung terbangun tanpa menyadari selimut yang menutupi tubuhnya terangkat hingga memperlihatkan bagian atasnya yang polos dipenuhi oleh kissmark.
Miranda dan Nela yang melihat semua itu begitu shock hingga keduanya menjerit keras dan pingsan secara bersamaan.