
Setelah hari dimana Robert membuka semua scandal Miranda yang disembunyikannya selama bertahun-tahun, dan juga Lily yang mengetahui rahasia kedua orang tua nya. Robert pun memutuskan menyetujui keinginan Edgar untuk melanjutkan pernikahan dengan Julia, agar bayi yang kelak dilahirkan Lara di asuh mereka. Sedangkan untuk Lara, Robert memutuskan untuk mengirim anak bungsu Miranda itu keluar negeri agar tidak ada satu orang pun tahu mengenai scandal besar tersebut hingga nama baik keluarga Collins tetap terjaga.
Jangan tanyakan bagaimana pendapat anggota keluarga Miranda dengan keputusan Robert, tapi yang jelas Lara begitu shock. Karena selain harus menerima pria yang menanamkan benih di rahimnya itu menikah dengan wanita lain, Lara juga harus siap tinggal di luar negeri yang artinya hidup jauh dari keluarganya.
"Mom mau kemana?" Lily menahan langkah Mom Miranda. Sungguh ia tak habis pikir pada Mommy nya yang masih bersikap tenang seolah-olah tak terjadi apa pun setelah semua masalah yang menimpa keluarga mereka. Wanita yang melahirkannya ke dunia itu justru terlihat bersemangat pergi keluar dengan penampilan cetar seperti biasa.
Ingin rasanya Lily bersikap tak peduli pada semua yang dialami keluarga mereka, setelah mengetahui Mommy nya selingkuh dan Lara yang bukan anak kandung Dad Robert. Namun Lily tidak bisa, karena saat ini posisinya adalah anak tertua di keluarga mereka setelah Rose pergi melarikan diri entah kemana.
"Ada yang harus Mom kerjakan. Kau jaga Lara." Miranda mengenakan kacamata hitamnya dan kembali melangkahkan kaki keluar dari mansion.
"Mom, tidak bisakah kau bersikap sebagai seorang ibu yang baik. Lara sedang membutuhkan perhatian mu Mom." Lily hanya ingin Mommy nya lebih perhatian pada Lara. Karena setelah kejadian kemarin, Mom Miranda malah mengurung diri di dalam kamar tak mempedulikan dirinya dan Lara yang menanggung beban begitu berat, terutama bagi Lara yang tengah mengandung.
Miranda menghentikan langkahnya, diam bergeming tanpa menatap kebelakang. "Kau kerjakan saja apa yang Mom katakan tadi." Setelah itu ia kembali melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan panggilan dari Lily, karena ada hal penting yang harus dilakukannya setelah berpikir seharian di dalam kamar.
"Lara..." Lily yang teringat pada adiknya langsung berjalan menuju kamar Lara. Ia ingin memastikan keadaan adik bungsunya itu karena seperti Mom Miranda, Lara juga mengurung diri di dalam kamar.
Setelah masuk ke dalam kamar, Lily pun bisa bernapas dengan lega saat melihat sang adik tengah duduk sambil makan coklat, namun dengan air yang menetes di kedua pipi chubby nya.
"Kalau lagi makan jangan menangis nanti tersedak." Lily duduk di samping Lara lalu merebut coklat yang tengah dimakan adiknya.
"Kak kembalikan!" Rajuk Lara dengan kesal. Bagaimana tidak kesal, saat dirinya sedang patah hati karena Edgar mengatakan cintanya sudah milik wanita lain, dan sebentar lagi pria itu akan menikah dengan Julia. Kini kakak keduanya itu justru merebut coklat miliknya, coklat adalan yang membuat kesedihan Lara sedikit berkurang.
"Ck, kau itu pelit sekali." Lily mengembalikan coklat tersebut pada Lara, lalu mengusap kepalanya adik bungsunya itu. "Jangan menangis Lara, yakinlah semua masalah pasti akan ada jalan keluarnya." Ucapnya untuk menyemangati sang adik.
Meskipun kemungkinan besar Lara bukan anak Dad Robert, tapi adiknya itu tetap saudara kandung Lily karena mereka dilahirkan dari rahim yang sama. Jadi Lily akan menjaga dan melindungi Lara sampai kapanpun.