Scandal

Scandal
Part 86


"Dimana Edgar? Bagaimana keadaannya?" Tanya Julia dengan panik dan tentunya masih mengenakan gaun pernikahan. Dia tidak sempat berganti pakaian, karena terburu-buru pergi ke rumah sakit saat mendengar kabar calon suaminya itu kecelakaan.


"Keadaan Edgar kritis, dan dokter sedang berusaha menyelamatkannya." Jawab Nela dengan gemetaran karena masih takut dengan ancaman Robert.


"Ya Tuhan." lirih Julia dengan menangis. Hari yang semestinya menjadi hari bahagia bagi Julia karena akan menikah dengan Edgar, kini berubah menjadi hari sial. Karena pernikahannya batal dan calon suaminya sedang dalam keadaan kritis.


"Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa yang dilakukan Edgar di luar hotel sampai tertabrak mobil?" tanya Philip dengan curiga pada Robert. Karena seharusnya Edgar ada di dalam hotel mengingat acara pernikahan yang sebentar lagi akan di mulai.


"Sebenarnya putraku..." Robert bingung harus menjawab apa, karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya kalau Edgar melarikan diri hingga akhirnya tertabrak mobil hanya untuk menemui Lara. Ditengah kebingungannya, Robert pun bernapas dengan lega saat melihat kedatangan dokter yang menangani Edgar. "Bagaimana dok, apa cocok?"


"Iya, bagaimana dok?" tanya Nela juga dengan tidak sabaran, meskipun ia tahu kemungkinan besar darah Nelson cocok dengan Edgar.


Dokter yang ditanya hanya diam saja sambil berjalan masuk ke dalam ruangan. Sedangkan Nelson langsung mendekat pada Nela setelah mendonorkan darahnya untuk anak yang ia yakini anak Nela.


Seharusnya saat ini Nelson beristirahat setelah memberikan darahnya. Namun karena ingin segera bertemu Nela untuk menanyakan perihal anak itu, ia pun tak perduli dengan keadaan tubuhnya sendiri.


"Kita harus bicara!" Nelson menarik tangan Nela dengan kasar.


Robert yang melihat istri keduanya di tarik dengan kasar, langsung menghalangi karena tidak enak di lihat oleh keluarga Philip.


Nelson menatap pria yang pernah berkenalan dengannya di hotel beberapa waktu yang lalu itu, kemudian menatap pada Nela dengan kening berkerut.


"Jangan membuat keributan disini! Apa kau tidak lihat kami sedang berduka? Anak kami ada di dalam sana sedang berjuang untuk hidup." Ucap Robert kembali.


"Anak kami?" Nelson kembali menatap tajam pada Nela sambil melepaskan tangan wanita itu, karena menyadari ini bukan waktu yang tepat untuk meributkan anak siapa yang ada di dalam ruang UGD tersebut.


Nela pun kini bisa bernapas dengan lega meskipun masih merasa takut, karena kapan pun bom bisa meledak menghancurkan semua rencana yang selama ini dibuatnya susah payah.


Sementara itu Lily yang sejak tadi menguping pembicaraan semua orang yang ada di ruangan tersebut, memilih pergi dari tempat itu untuk melihat keadaan Lara tanpa mengajak teman Mom Miranda karena sepertinya ada urusan yang harus diselesaikan oleh pria itu dengan Nela. Untuk masalah Edgar dan kecurigaan Dad Robert, ia akan memberitahu Mom Miranda dan pastinya jika kecurigaan itu benar maka ada kesempatan bagi Lara dan Edgar untuk bersatu.


Lily tak perduli dengan semua permasalahan keluarga mereka terutama Dad Robert dan Nela, yang ia pedulikan saat ini hanyalah kebahagiaan Lara dan Mom Miranda tentunya.


"Mom bagaimana keadaan Lara?" tanya Lily setelah masuk ke dalam ruang rawat adiknya.


"Adikmu masih belum sadar." Jawab Miranda sambil mencium tangan putri bungsunya dengan raut wajah sedih dan cemas. Ia khawatir dengan keadaan Lara apalagi jika nanti putri ketiganya itu tahu kalau kandungannya keguguran. Untuk masalah janin yang keguguran itu entah apakah Miranda harus bersyukur atau merasa sedih. Namun tidak bisa di pungkiri dihatinya yang terdalam ia merasa bersyukur, karena janin itu kini tidak akan menanggung malu karena perbuatan ke-dua orang tuanya.