
Raline menatap intens ke arah Kendrick yang tengah memakan makan malamnya dengan tenang, satu porsi steak dan redwine yang menjadi santapan makan malam mereka. Beberapa orang bodyguard mengelilingi meja tempat dimana Raline dan Kendrick menyantap makan malamnya. Kendrick mengangkat gelas wine-nya, menggoyangkan dan menghirupnya, Ia meminumnya sedikit lalu menyimpannya kembali. Raline memutarkan kedua bola matanya, mengalihkan pandangannya dari Kendrick.
Raline mendesis pelan, “Menyebalkan! ” umpatnya
Kendrick menyulut rokoknya, lalu Ia menghisap dan menghembuskan asap tebal tepat di depan wajah Raline. Seketika Raline langsung merasa batuk, Ia tidak sengaja menghirup asap rokok yang telah di hembuskan oleh Kendrick. Raline terlihat mengibas-ngibaskan sebelah telapak tangannya, sehingga asap rokok yang mengepul itu perlahan pudar dan hilang.
“Kau! ” Raline menggeram, matanya menyorot tajam ke arah Kendrick,
Kendrick menyimpulkan senyumnya, lalu Ia mengangkat sebelah telapak tangannya dan tertuju kepada salah seorang bodyguard yang berdiri di belakangnya. Kemudian, bodyguard tersebut memberikan beberapa lembar kertas kepada Kendrick. Kendrick langsung menerimanya dan melempar kertas tersebut ke atas meja, tepat di hadapan Raline.
“Baca ini dan setujuilah! ” ujar Kendrick, lalu menghisap rokoknya kembali.
Raline berkerut kening, Ia memalingkan wajahnya dari menatap Kendrik, dan tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh pria yang tengah duduk dan berhadapan dengannya.
Kendrick mengangkat kedua halisnya menatap Raline, lalu mematikan sulutan rokoknya. “Apa kau masih kecewa mengenai kejadian tadi? ” tanya Kendrick
Raline terbelalak, wajahnya langsung menoleh dan menatap tajam Kendrick. Kemudian, Kendrick mengibaskan tangannya, tanda bahwa Ia memerintahkan seluruh bodyguardnya untuk meninggalkannya berdua dengan Raline, lalu mereka pun mengerti dan menganggukan kepalanya, kemudian berhamburan pergi.
“Satu tahun bersama Daniel, pasti membuatmu sangat kesepian. ” ujar Kendrick enteng
“Apa-apaan kau ini! ” teriak Raline, dan beranjak dari tempat duduknya.
“Duduk dan tenanglah, baca itu dan pahami. ” ujar Kendrick, dagu kokohnya mengarah kepada beberapa lembar kertas yang tersimpan di atas meja.
“Tidak! ” balasnya berteriak kepada Kendrick, “Pertama kau katakan terlebih dahulu kepadaku, tempat apa ini, kemana kau membawaku? ” tanya Raline, pandangannya mengedar menelusuri setiap inci bagian tempat itu.
Awalnya, Raline mengira bahwa dirinya terbangun di sebuah Resort yang sebelumnya telah Ia pesan. Namun, ketika Kendrick membawanya ke luar untuk makan malam, ini jelas bukan tempat yang sebelumnya telah Ia pesan untuk menginap. Entah dimana ini, Raline sama sekali tidak tahu mengenai tempat ini, tempatnya begitu asing. Sedari tadi, Raline selalu menanyakan kepada Kendrick, namun kendrick sama sekali tidak menjawab pertanyaanya.
“Kau berada di pulau pribadiku, ” jawab Kendrick
“Apa? ” mata Raline membulat, mulutnya mengaga lebar. “Untuk apa kau membawaku kesini? Tidak! Aku ingin pulang! ” ujar Raline gusar
“Pulanglah, tapi pikirkan dengan caramu sendiri. ” ujar Kendrick kembali dengan enteng
“Sialan kau! ” umpat Raline,
Kendrick menatapnya tajam, “Gadis ini, ” ujarnya dalam hati. “Jika kau ingin pulang, maka bacalah berkas itu lalu tandatangani. ”
Raline langsung meraih berkas yang tersimpan di atas meja, Ia membuka halaman satu persatu dan membacanya. Raline terbelalak lebar ketika membaca lembaran kertas pertama pada beberapa tumpukan kertas yang lainnya. Surat perceraian. Raline menatap sekilas ke arah Kendrick, lalu melanjutkan membaca beberapa lembar kertas lainnya.
“Apa ini? ” tanya Raline menatap bingung ke arah Kendrick
“Kau gila! ” Ia membanting berkas tersebut ke atas meja,
“Untuk apa kau mempertahankan seorang pria buruk sepertinya, yang tidak pernah melirikmu sama sekali, pria yang tidak pernah menghargaimu dan selalu merendahkan harga dirimu. ” Kendrick mengangkat kedua halisnya, menatap ke arah Raline.
Nafasnya semakintak beraturan, pria di hadapannya ini bersikap begitu lancang kepadanya. “Lalu apa bedanya denganmu? Kau bahkan menyentuh dan menculik istri keponakanmu sendiri! ” ujar Raline dengan sangat kesal, lalu beranjak pergi
“Sekarang atau nanti, kau akan tetap menyetujuinya. ” ujar Kendrick
Kendrick mengeluarkan handphone dari dalam saku dan memutarkan sebuah video.
“Sentuh aku, aku menginginkanmu! ” sepenggal suara dari video tersebut
Langkah Raline tercekat, ketika video itu di putar. Raline mendengar dengan jelas, bahwa itu adalah suaranya. Namun, mengapa Kendrick memiliki rekaman akan dirinya, sebenarnya video apa itu. Tiba-tiba, Raline langsung berbalik arah dan melangkah mendekat ke arah Kendrick. Mata Raline terbelalak ketika Ia melihat dirinya tengah di gending oleh Kendrick di dalam video tersebut. Dan yang membuatnya lebih terkejut adalah, posisinya saat itu, dimana Raline tengah di gendong oleh Kendrick dan berusaha menciumnya dengan berceloteh beberapa kata aneh.
Secepat kilat lenganya menyambar ponsel Kendrick yang berada di atas meja, namun usahanya sia-sia, ketika Kendrick lebih cepat meraih ponselnya kembali. Raline menatapnya tajam, sementara Kendrick dengan sikapnya yang tenang, memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
“Berikan itu padaku! Hapus itu! ” ujar Raline dengan lantang
Kendrick menatapnya kemudian tersenyum tipis, “Setujuilah, lalu aku akan menghapusnya. ” jarinya menunjuk ke arah lembaran berkas tersebut.
Raline terdiam menatap ke arah Kendrick. Sejenak Raline berpikir, siapa Kendrick sebenarnya, mengapa Ia bisa melakukan hal-hal yang mustahil dengan begitu mudah, semudah membalikan telapak tangan saja. Dan mengapa segala keinginannya harus di turuti seperti itu.
“Siapa kau? Siapa kau, yang dengan berani mengatur hidupku seperti itu? ” tanya Raline berteriak lantang
“Mengapa kau begitu keras kepala, kau cukup menyetujui semua itu dan hidup bahagia bersamaku. ” ujar Kendrick
“Cih ... Walaupun aku harus berpisah dengan Daniel, aku juga tidak mau menjadi wanitamu! ” Raline beranjak pergi dengan kekesalannya, sementara Kendrick hanya terkekeh melihat tingkah lakunya.
“Menarik, ” gunamnya
Banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasihnya walaupun hanya dengan hitungan waktu beberapa jam saja, beberapa wanita menyerahkan dirinya begitu saja. Pergi kencan bersama seorang pengusaha sukses seperti Kendrick adalah impian bagi semua seorang gadis. Selain menjadi seorang pengusaha sukses terkenal dan kaya raya, Kendrick juga mempunyai wajah yang begitu tampan. Wajar jika banyak wanita yang tergila-gila olehnya. Namun, Kendrick adalah seorang yang pemilih. Sekalipun wanita itu datang dari kalangan menengah ke atas, jika hatinya tidak menyukainya, maka Kendrick akan menolaknya begitu saja. Justru wanita yang seperti Raline lah yang mampu menarik perhatiannya hingga begitu dalam.
Namun Raline, wanita itu benar-benar menolaknya begitu saja. Berbeda dari wanita sebelumnya, yang dengan mudah tertarik ke dalam pelukannya hanya dengan satu kalimat rayuan saja.
Raline merasa kesal, Ia berjalan tanpa mengetahui ke arah mana kakinya melangkah. Raline bahkan tidak tahu jalan yang mana, yang akan membawanya kembali ke dalam kamarnya.
Tiba-tiba, Raline merasakan bahwa seseorang tengah berjalan mengikutinya dari arah belakang. Langkahnya terhenti sejenak, Raline langsung menoleh ke arah belakang dan secepat kilat sepasang lengan itu merangkul dan membekap mulutnya hingga membuat Raline tidak sadarkan diri.