Scandal

Scandal
Part 92


Nelson menganggukkan kepala, membuat Miranda yang terkejut sampai tak bisa berkata-kata. Jujur ia sangat membenci Nela, tapi Miranda juga tidak bisa menutup mata pada kenyataan bahwa Edgar telah menyelamatkan Lara.


Jika pria itu tidak menyelamatkan putrinya, entah apa yang akan terjadi pada Lara mengingat betapa fatalnya kecelakaan tersebut. Bahkan bisa saja nyawa putrinya tidak tertolong, mengingat Edgar saja sampai koma.


"Baiklah aku pergi sekarang." Ucap Nelson sambil berdiri dari duduknya. "Sampai berjumpa lagi." Ia mengulurkan tangannya pada Miranda.


Miranda menerima uluran tangan tersebut sambil berdoa dalam hati agar Edgar cepat sembuh dan tersadar dari koma. Sebenarnya ia ingin sekali melihat keadaan Edgar, namun tidak bisa meninggalkan Lara sendirian jadi Miranda hanya bisa menatap kepergian Nelson.


"Mom..." Lily berlari menghampiri Mom Miranda.


"Kenapa sayang?" tanya Miranda dengan cemas saat melihat wajah putri keduanya yang panik.


"Mom, Dad di rawat. Penyakit jantungnya kambuh." Terang Lily.


Miranda hanya diam dan datar mendengar kabar tentang Robert karena sudah tidak peduli lagi pada keadaan pria itu. Hatinya sudah sangat marah dan kecewa setelah apa yang dilakukan Robert selama ini.


"Mom..." Lily menahan langkah Mom Miranda yang ingin masuk ke dalam ruangan. "Daddy ingin bertemu denganmu, beliau bilang ada hal penting yang ingin disampaikan."


"Mom tidak tertarik untuk mendengarnya."


"Mom jangan seperti ini, kasihan Daddy. Walau bagaimanapun beliau masih suami Mom. Temui sebentar saja." Pinta Lily dengan memohon, mengingat bagaimana Dad Robert yang menangis minta untuk bertemu Mom Miranda.


Miranda terdiam sesaat. Benar apa yang dikatakan Lily, walau bagaimana pun Robert masih suaminya dan juga ayah kandung dari ketiga putrinya.


Lily menganggukkan kepalanya, lalu memberitahu Mom Miranda dimana Dad Robert di rawat. Ia pun segera masuk ke dalam ruang rawat Lara untuk menjaga adiknya itu, namun Lily terkejut saat melihat Lara yang tenyata berdiri di dekat pintu dengan wajah pucat menahan sakit.


"Kenapa kau ada disini?" Lily segera menopang tubuh Lara yang hampir terjatuh.


"Kak aku ingin bertemu Edgar." Pinta Lara dengan menangis setelah mendengar semua pembicaraan Mom Miranda tadi. Sungguh Lara terkejut saat mengetahui kalau ternyata Edgar bukanlah anak Robert. Dan lebih terkejut lagi saat mengetahui keadaan pria itu yang koma.


"Tapi Lara kau masih sakit dan—"


"Edgar akan pergi kak, dia akan dibawa ke Singapura. Aku ingin bertemu dengannya sekali saja." Pinta Lara lagi.


"Edgar akan dibawa ke Singapura." Lirih Lily dengan bingung harus melakukan apa. Di satu sisi ia ingin membantu Lara bertemu dengan Edgar, namun di satu sisi lainnya keadaan Lara masih tidak memungkinkan.


"Kak aku mohon."


Lily menganggukkan kepalanya. "Kau tunggu disini, kakak akan panggil perawat untuk membantu kita kesana."


Dan disinilah mereka berdua berada. Di depan ruang ICU. Nelson yang sempat terkejut melihat kedatangan putri-putri Miranda terutama Lara yang masih terlihat lemah, akhirnya mengijinkan Lara yang didampingi perawat untuk masuk setelah putri Miranda yang lain berjanji akan menjelaskan apa yang terjadi.


"Kak..." Lara menggenggam tangan Edgar sambil menangis. Bagaimana tidak menangis saat melihat keadaan pria yang dicintainya yang begitu mengenaskan dengan perban yang membalut di kepala dan beberapa luka lainnya. "Kak..." Lirih Lara semakin menangis dengan menenggelamkan kepalanya di tangan Edgar.


Tanpa Lara ketahui di kedua sudut mata Edgar yang terpejam pun meneteskan air mata, membuat suasana di ruang ICU itu terasa begitu menyedihkan.