Scandal

Scandal
Part 110


Malam harinya.


Seluruh keluarga Miranda kini tengah menikmati makan malam mereka, dan seperti biasa setiap makan malam selalu diselingi oleh percakapan ringan yang akan berakhir dengan sebuah perdebatan kecil. Seperti saat ini, Lara tengah protes pada Mom Miranda.


"Mom sampai kapan aku harus terkurung di dalam rumah?" protes Lara entah untuk keberapa kalinya dalam satu Minggu ini. Karena semenjak Edgar datang, ia tidak lagi diijinkan untuk keluar dari rumah sekalipun untuk berangkat kuliah. Bahkan Dad Robert sampai turun tangan dan berdebat dengan Mom Miranda, karena tidak suka dengan keputusan yang diambil Mom Miranda.


"Setelah Edgar kembali ke Singapura baru kau boleh keluar." Sahut Miranda dengan datar.


"What? Tapi Mom, sudah hampir satu bulan aku tidak masuk kuliah bisa-bisa nilai mata kuliah ku hancur."


"Kau masuk atau tidak, tetap nilai mu itu hancur." Ucap Miranda to the poin.


"Mom jujur sekali." Sahut Rose sembari tertawa.


"Setidaknya jangan langsung di ulti seperti itu Mom." Lily ikut tertawa.


"Kak..." Lara mendengus dengan kesal pada ke-dua kakaknya. Karena bukannya membantu, Rose dan Lily justru ikut memperoloknya.


"Lara apa kau benar-benar mencintai Edgar?" Tanya Miranda.


Dan pertanyaan tersebut membuat rasa kesal Lara berganti dengan rasa terkejut, karena tidak biasanya Mom Miranda mempertanyakan hal itu.


"Jawab Lara!"


"Aku.., Mom ingin jawaban jujur atau bohong? Karena kalau jujur aku sangat mencintai kak Edgar, kalau jawaban bohong aku tidak mencintainya." Jelas Lara panjang lebar.


Membuat Lily dan Rose merasa gemas sendiri dengan kepolosan Lara. Karena adiknya itu memberikan sebuah pilihan pada Mom Miranda, namun dia juga yang menjawab pilihan tersebut.


Sementara Miranda menghela napas dengan berat atas jawaban Lara. "Bukankah sudah satu tahun berlalu, kenapa kau masih mencintainya? Tidak bisakah kau melupakan cinta mu itu demi Mommy, sayang?" pintanya.


Lara terdiam menatap Mom Miranda, lalu tertunduk sesaat untuk mengambil napas. "Tentu Mom, aku akan berusaha melupakan rasa cinta ku ini."


"Lara!" Rose dan Lily kompak menggelengkan kepala.


"Kau tidak kasihan pada perjuangan Edgar selama ini? Apa kau tidak benar-benar mencintainya sampai menyerah dengan begitu mudah?" Rose menyayangkan ucapan adiknya. Apa Lara tidak melihat bagaimana beratnya perjuangan Edgar? Pria itu selalu berdiri di depan gerbang, lalu mengikuti kemanapun Mom Miranda pergi. Menerima dengan baik semua umpatan dan bahkan pernah diam saja saat Mom Miranda mengguyur pria itu dengan air untuk mengusir dari gerbang rumah mereka.


Lara kembali menundukkan kepalanya. "Aku sangat mencintainya kak, tapi aku lebih mencintai Mom." Ucapnya sembari menatap Mom Miranda.


Miranda pun tersenyum puas dengan jawaban Lara, begitu pun Rose dan Lily. Ya, meskipun mereka mendukung hubungan Edgar dan Lara tapi mereka juga tidak bisa melarang Lara untuk berhenti karena alasan kuat Lara yang ternyata lebih mencintai Mom Miranda.


"Terima kasih sayang." Miranda menggenggam tangan putri bungsunya. Kini ia sudah tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan atas hubungan Edgar dan Lara. Dan keputusannya itu kini tergantung pada jawaban Edgar besok, jawaban yang akan menentukan apakah hubungan itu menjadi langkah awal atau bisa jadi akhir dari hubungan keduanya.