Scandal

Scandal
S2 - Part 42


Haiiiii .... semoga suka yaaa. aku mau bilang makasih buat yang masih setia. semoga kalian sehat selalu.


happy reading


••••


Malam itu, ranjang yang biasanya hanya ditempati oleh Krystal dan Kean, kini harus terbagi lagi oleh tubuh besar dan jangkung milik Kai. Sesuai permintaan dari jagoan mereka yang menginginkan tidur bersama ayah bundanya, Krystal terpaksa membiarkan Kai tidur bersamanya.


Langit sudah semakin larut, tapi mata Krystal sulit sekali terpejam. Kean yang ada di tengah-tengah mereka sedang sibuk memegangi kancing piyama Krystal, kebiasaan anak laki-laki itu saat akan tidur. Krystal menghentikan usapannya pada punggung Kean saat dirasa anak itu sudah terlelap.


Kai sendiri sudah mengganti kemeja kerjanya dengan kaos miliknya yang ada di lemari kamar itu, sengaja ditinggal kalau ada hal terdesak seperti ini. Mereka berdua sama-sama sulit terpejam. Apalagi Kai, sudah hampir sebulan ia tidak tidur bersama mereka.


Kai memiringkan tubuhnya, membuat pandangannya bertemu dengan mata Krystal yang masih terjaga. Meski terhalang Kean, tapi Kai bisa melihat kalau perempuan itu sedang menatap ke arahnya juga.


"Kok belum tidur?" tanyanya.


Krystal menggeleng. "Tiba-tiba gak ngantuk." Lalu ia melemparkan pertanyaan yang sama. "Kok kamu belum tidur juga?"


"Gak bisa tidur?"


"Kenapa?"


"Gak dipeluk kamu soalnya."


Dahi Krystal mengernyit aneh. Masih saja Kai suka mengeluarkan kata-kata konyol. Ia kira setelah ditinggal lelaki itu akan berubah, maksutnya, tidak akan berbicara konyol seperti tadi.


"Kean aku geser ya?" pinta Kai.


"Untuk apa?" Krystal berujar pelan agar Kean tidak bangun.


"Biar aku bisa peluk kamu."


Wajah Krystal berubah ganas. "Jangan aneh-aneh, deh, nanti Kean bangun, susah lagi aku tidurinnya."


Memang dasar Kai, gertakan wajah galak dari Krystal tidak berpengaruh padanya. Ia geser tubuh Kean hingga pegangan pada kancing piyama Krystal terlepas, untuk sesaat anak laki-laki itu menggeliat kecil, namun ia kembali tertidur.


Kryst sudah melotot tajam, tapi Kai tidak peduli. Ia kemudian berpindah posisi di sebelah sang istri, Krystal di tengah dan ia di pinggir, memeluk pinggang Krystal dari belakang.


"Aku kangen banget kayak gini." bisik Kai, tepat di telinga Krystal membuat perempuan itu meremang. "Udah lama...." dan tangannya menyusup masuk ke dalam piyama Krystal.


Tentu saja ia tersentak dan buru-buru menahan tangan itu. "Jangan."


"Hum?"


"Aku masih belum bisa."


Dapat Krystal dengar desahan frustrasi dari bibir Kai di belakangnya. Tangan lelaki itu keluar lagi, tapi kini wajahnya yang terbenam di ceruk leher Krystal.


"Tidur, Krys."


"Kamu juga."


Bagaimana Krystal bisa tidur kalau dari belakang Kai memeluknya dan dari depan Kean memeluknya juga. Ia terhimpit oleh dua laki-laki pelengkap hidupnya.


Waktu terus berjalan, Krystal masih belum bisa terpejam, sementara ia bisa merasakan kalau Kai sudah tertidur dari hembusan napas teratur yang menerpa lehernya.


Benarkan, Krystal masih butuh banyak waktu untuk menghapus bayangan itu.


Saat dirinya masih terbayang-bayang kejadian kelam itu, ponsel Kai berdering nyaring, membuat Kean menggeliat dan merengek kecil. Sedangkan Kai tersentak kaget.


Lelaki itu bangun dan segera menyambar hapenya yang berdering. Krystal menenangkan Kean.


"Kenapa gak di silent sih, kak?" kesal Krystal.


"Iya, maaf, aku lupa." Dengan mata yang masih mengantuk Kai mengangkat panggilan itu. "Hallo? .... kenapa? Ya udah saya langsung ke sana."


Krystal penasaran, Kai terdengar begitu terkejut saat mengangkat telepon tadi, apalagi sekarang lelaki itu sedang bergegas ingin pergi.


"Mau kemana?"


Kai menoleh sekilas pada Krystal saat ia sedang memakai celana panjangnya. "Aku ada urusan sebentar."


"Udah malem, kenapa gak besok pagi?" Larang Krystal. Ia tidak ingin Kai pergi malam ini karena perasaannya tidak enak.


Kemarin saat Kai mengatakan ada masalah di kantor, Krystal juga merasakan perasaan yang seperti ini, dan terbukti Kai malah ketahuan berada di apartemen bersama wanita lain.


Dan sekarang, apa lagi?


"Tapi ini mendesak banget." Kai sudah selesai memakai celananya, ia menyambar jaket yang ada di lemari. "Aku cuma sebentar kok."


"Gak!" Krystal melarangnya lagi. Ia turun dari ranjang dan menghampiri Kai. "Perasaan aku gak enak, udah deh kamu di sini aja."


"Ini penting, sayang. Ini cara buat aku ngebuktiin sama kamu kalo aku dijebak kemarin." mohon Kai.


Krystal tetap mencoba memaksa Kai untuk tetap tinggal. "Iya, aku udah percaya, aku percaya kamu dijebak, jadi sekarang kamu gak usah pergi!"


Kai mengerutkan dahinya. "Kamu percaya biar aku gak pergi kan? Krys, aku udah janji mau kasih bukti. Pokoknya kamu tenang-tenang aja di rumah, aku bakalan pulang." Ia mengecup puncak kepala Krystal lembut, lalu memakai jaketnya dan beranjak dari sana dengan sangat terburu-buru.


Tadi, anak buahnya memberi kabar kalau posisi keberadaan Raisa sudah diketemukan. Sebenarnya Kai cukup terkejut mengetahui satu fakta tentang perempuan itu.


Raisa adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur setahun yang lalu. Ia sempat dinyatakan memiliki ganguan kejiwaan karena skandalnya dengan petinggi perusahaan tersebar. Kali ini ia kembali untuk membalas rasa sakit itu pada semua orang yang menjahatinya, terutama Krystal.


Entah apa yang membuatnya begitu membenci Krystal, tapi tujuan utamanya adalah menghancurkan perempuan itu.


Dan saat ini, perasaan Krystal benar-benar tidak tenang. Ia menghela napas kasar, lalu beranjak menuju meja kaca. Ditariknya laci kecil di bawah sana, lalu diambilnya satu alat berbentuk persegi yang di atasnya terdapat dua garis merah.


Tanpa sadar air matanya mengalir deras. Ada apa sebenarnya dengan ketakutan ini? Krystal merasa tidak tenang dan resah. Niatnya pagi ini Krystal ingin menunjukan hasil test pack itu pada Kai, sebagai kejutan. Apa yang diinginkan lelaki itu akhirnya terkabul, ia hamil.


Mungkin Kesya, atau Keenan?


Krystal tersenyum, mengapus air matanya lalu mengelus perutnya yang masih rata. "Kamu harus pulang ya, kak, aku sama anak-anak nungguin kamu."


••••


Hihihi dua atau tiga episode lagi akan berakhir. Kuatin hati yaaa, dan berdoa semoga Kai gak kenapa-napa hehehe


Betewe kalo aku minta poin masih bisa gak sih?? Hahaha vote yaa buat yang punya, lumayan bisa masuk 20 besar aku minggu ini padahal cuma post tiga part hehehe


Makasih genks! Ilopyu