Scandal

Scandal
Part 67


Ditengah tangisan Miranda dan Nela yang masih shock dengan apa yang terjadi setelah sadar dari pingsannya. Kedua orang tersangka yang telah membuat kekacauan itu terjadi, justru tampak mengkhawatirkan satu dan lainnya tanpa sungkan dihadapan mereka. Membuat Robert, Miranda, dan Nela sampai mengelus dada mereka.


"Sakit tidak kak?" Tanya Lara sembari menyentuh sudut bibir Edgar yang mengeluarkan darah setelah dipukuli oleh Robert.


Ya, tadi setelah mendengar Mom Miranda dan Nela berteriak bahkan sampai pingsan, Robert dan Lily menyusul masuk ke dalam kamar. Melihatnya yang hanya menggunakan selimut menutupi tubuh, membuat Robert dan Lily sangat marah hingga memukuli Edgar sampai babak belur.


"Tidak. Kau bagaimana?" Edgar bertanya balik setelah Lara sempat di jambak oleh Mom Nela yang lebih dulu sadar dari pingsannya. Untung ada Lily yang melindungi Lara kalau tidak wanitanya pasti akan terluka ditangan Mom Nela.


Lara meng-gelengkan kepala dengan menahan tangisnya, tidak menyangka akan mengalami insiden mengerikan seperti tadi karena kecerobohannya yang tidak mengikuti perkataan Edgar untuk mengunci pintu kamar.


"Kalian ini!" Robert menggebrak meja didepannya dengan kasar karena begitu emosi melihat Edgar dan Lara. Ia bahkan tidak peduli meja tersebut milik Kenan karena begitu marahnya. "Kalian sadar apa yang telah kalian lakukan?"


Edgar dan Lara tertunduk. Bahkan Lara yang sangat ketakutan mulai menangis dengan terisak. Edgar pun menggenggam tangan Lara untuk menguatkan wanitanya.


Melihat bagaimana putra dan putri mereka seperti itu, Miranda dan Nela semakin menangis histeris. Miranda bahkan sampai melempar semua barang yang ada diruangan tersebut pada Edgar, pada anak ***-*** yang sudah merusak putri bungsunya.


"Kalian itu kakak adik, bagaimana bisa melakukan hal terlarang seperti itu." Robert yang masih shock sampai kehabisan kata-kata. "Sudah berapa kali kalian melakukannya, Ha!" Bentak Robert.


"Hanya dua kali." Jawab Lara keceplosan masih dengan terisak.


"What?" pekik Miranda dan Nela bersamaan sambil memegang kepala dan dada mereka agar tidak pingsan lagi.


Sementara Edgar hanya bisa menghela napasnya dengan ucapan Lara, yang begitu polos menjawab pertanyaan Dad Robert. Andai saja tidak dalam kondisi genting, sudah pasti Edgar akan mentoyor kepala Lara.


"Oh my God, Edgar Collins." Robert tak mengerti jalan pikiran putra kebanggaannya itu, yang sampai dua kali meniduri adiknya sendiri meskipun status Lara yang sesungguhnya masih ia simpan rapat, tapi tetap saja yang Edgar tahu Lara adiknya jadi bagaimana bisa putranya itu meniduri adiknya sendiri.


"Tidak, disini Lara lah yang salah. Karena kecerobohan Lara, kami..."


"Lara Collins!" Bentak Miranda. Menatap tajam pada putrinya yang dengan terang-terangan membela Edgar. "Kau itu keterlaluan, untuk apa membela anak ja-lang itu?"


"Hei, yang ja-lang itu putrimu! Bisa-bisanya dia mau ditiduri kakaknya sendiri." Nela tak terima putranya disalahkan, meskipun jelas-jelas disini Edgar pun salah.


"Kau!" Miranda yang tak terima putrinya dihina langsung menjambak rambut Nela.


Nela yang tidak mau mengalah, membalas perbuatan Miranda sampai akhirnya kedua wanita itu saling menjambak, membuat Robert frustasi menghadapi permasalahan yang tengah terjadi. Jantungnya tidak kuat menahan semua permasalahan tersebut sampai membuatnya lemas dan hampir terjatuh.


"Dad..." Lily menahan tubuh Daddy nya.


Miranda dan Nela pun menghentikan pertengkaran mereka. Nela dengan sigap menghampiri suaminya, sementara Miranda lebih memilih menghampiri Lara.


"Kita pulang sekarang! Kau harus Mommy hukum!" Miranda menarik kasar tangan Lara hingga putrinya terjatuh dari atas sofa.


"Lepaskan dia!" Edgar yang tak terima melihat Lara terjatuh, tanpa sadar mendorong Miranda dengan kasar. "Jangan menyakiti Lara, dia sedang mengandung anakku."


Duar.


Bagaikan disambar petir di siang bolong, semua orang yang ada diruangan tersebut begitu shock. Miranda bahkan sampai pingsan, sedangkan Nela dan Robert sampai tak bisa bernapas dengan baik mendengar pengakuan Edgar. Sedangkan Lily, wanita itu kembali memukul Edgar yang sudah berani membuat adik kesayangannya hamil.