Scandal

Scandal
S2 - Part 47


Semenjak mengidam—meski Krystal yang hamil, Kai jadi memilih-milih makanan. Ia tidak bisa memakan masakan dari luar, satu-satunya yang membuat ia berselera adalah makanan yang Krystal masak.


Hampir setiap hari Krystal akan memasak untuk bekal makan siang Kai. Beruntung kehamilan yang kedua ini tidak menyusahkannya, atau lebih tepatnya Kai lah orang yang harus menanggung gangguan hormon kehamilan yang dimiliki semua ibu hamil.


Tepat jam satu siang, Kai akan menyuruh supir kantor untuk mengambil bekal makan siang yang sudah Krystal masakan. Lelaki itu akan makan di dalam ruangannya tanpa mau diganggu oleh siapapun. Namun hari ini berbeda, jika biasanya yang masuk sambil membawakan bekal makan siangnya adalah sang sekertaris, kini Kai dikejutkan dengan teriakan nyaring sang buah hati yang langsung masuk ke ruangannya.


"Ayaaaahhhh," Kai tersentak, mengalihkan pandangannya dari dokumen dokumen di meja ke arah pintu.


Selain tubuh sang anak, Kai juga mendapati senyum manis sang istri di depan sana.


"Loh ... kok ke sini gak bilang-bilang?" Kai beranjak dari kursi putarnya, berjongkok untuk menerima pelukan dari jagoannya.


"Kata bunda kejutan," sahut anak laki-laki itu.


Kai berdiri sembari menggendong tubuh mungil Kean. Ia lantas menghampiri wanita dengan perut membuncit itu dan segera mencium puncak kepalanya. "Tumben kasih kejutan." ledeknya.


Krystal terkekeh pelan dan menunjukan bekal makan siang yang ia bawa untuk Kai tadi. "Aku mau makan siang sama kamu."


"Wahhhh ... makan siang spesial nih." seru Kai senang.


"Spesial itu apa ayah?" tanya bocah lima tahun itu yang masih berada di gendongannya.


Kai duduk di single sofa, diikuti oleh Krystal yang mendudukan dirinya di sofa yang lebih panjang. "Spesial itu artinya gak boleh dibagi-bagi."


"Ayah gak mau bagi makanan sama bunda?" tanya bocah itu lagi.


Krystal tersenyum gemas. Semakin besar, semakin banyak pertanyaan yang sering ditanyakan oleh anaknya itu. Pernah suatu malam mereka terpegok oleh Kean yang saat itu terbangun karena mimpi buruk.


Kai sedang berada di atas Krystal dengan tubuh mereka yang sama-sama telanjang. Kean bertanya apa yang sedang kedua orang tuanya itu lakukan, dan Kai seolah mati kutu dan bingung harus menjawab apa.


Salah mereka yang tidak mengunci pintu kamar, mereka pikir sudah aman mengingat waktu itu sudah menunjukan tengah malam, tapi Kean terbangun dan melontarkan pertanyaan yang sangat sulit sekali untuk mereka jawab.


"Ayah lagi jenguk adek." ujar Kai saat itu dengan gugup. Sumpah, ia seperti lelaki yang sedang ketahuan meniduri anak gadis orang.


"Spesial itu artinya istimewa. Untuk orang-orang yang disayang. Bunda sayang ayah, jadi bunda buatin makan siang spesial untuk ayah." jelas Krystal mencoba membuat sang jagoan berhenti memperpanjang pertanyaannya.


Tapi, memang dasar Kean turunannya Kai, anak laki-laki itu kembali melemparkan pertanyaan untuk kedua orang tuanya. "Bunda sayang aku?"


"Sayang dong."


"Bunda buatin makanan spesial buat aku?"


"Iyaa, pastinya." jawab Krystal sembari mengeluarkan bekal makanan mereka. Disodorkannya tempat makan bergambar tobot x untuk sang buah hati. "Ini spesial untuk Kean."


"Asik..." anak laki-laki itu turun dari pangkuan sang ayah, lalu duduk manis di sebelah sang bunda. "Kalo ayah sayang aku?"


"Sayang dong."


"Spesial untuk aku apa?"


"Ini." Kai menunjuk ruangan besar itu.


"Semua yang ada di sini itu buat Kean, spesial dari ayah."


Kai kini sadar, mengapa sejak ia muda papa Kevin selalu mengajaknya ke kantor, selalu membahas hal-hal tentang bisnis. Sama seperti papa Kevin, Kai juga ingin melepaskan aset kekayaannya untuk Kean, untuk masa depan sang pewaris.


Tapi sepertinya Krystal kurang setuju. Baginya, Kean bebas memilih masa depannya, kalau ia tidak mau melanjutkan usaha turun temurun itu, Krystal tidak ingin Kai memaksanya.


"Jangan bahas itu, dia belum ngerti."


Kai paham, perempuan yang sedang sibuk membuka bekal makan siang itu sedang memprotesnya. Senyum tipis-tipis yang tadi ada di wajahnya mendadak berubah cemberut.


"Diajarin dikit-dikit dari kecil, Krys." balas Kai.


"Kean bebas menentukan masa depannya, kamu gak bisa melarang dia kalo dia gak mau."


Kai mengernyit. "Loh, aku gak ngelarang kok. Aku cuma lagi mengarahkan."


"Tapi dia belum paham." Krystal menatapnya tajam. "Kamu tau kan rasanya gak enak disodorin masalah perusahaan sementara kamu masih suka main."


"Demi masa depan, Krys."


Rasanya setiap berdebat dengan Kai mengenai masa depan Kean membuat Krystal mual. Semakin bertambah umur, cara berpikir Kai memang berubah. Ia sudah merancang semuanya untuk Kean, bukan hanya tentang hak waris, tapi Kai tidak ingin anaknya hidup susah hingga ia memberikan masa depan yang cerah, tapi bagi Krystal itu adalah beban untuk Kean.


"Tapi aku maunya tobot x aja, Yah. Aku gak mau tinggal di sini." sahut Kean.


Krystal menatap sang suami dengan satu alis terangkat, seperti menujukan kalau Kean tidak ingin mereka membahas itu.


"Iya-iya, udah makan aja." Kai mengalah, demi kebaikan, dari pada nanti malam ia tidak dapat jatah.


Ia memakan makan siangnya dengan lahap, Kean pun demikian. Masakan Krystal memang yang paling terenak untuk mereka berdua.


"Oh iya, aku mau ngasih tau kabar baik buat kamu." Krystal tiba-tiba menginterupsi.


Kai mengangkat wajahnya, menghentikan makan siangnya untuk menatap sang istri. "Apa?"


"Anak kita ...," Krystal menyentuh perutnya yang sudah sedikit membuncit. "Laki-laki."


Sontak sendok di tangan Kai jatuh ke bawah.


Astaga, ternyata bukan Keysa.


T A M A T


tolong dibaca


ini udah tamat ya genks, tapi aku kadang suka nulis kisah cinta mereka sampe aku bosen, jadi jangan ditunggu, aku cuma nulis kalo lagi mau aja kok. bisa jadi besok aku update lagi, bisa juga seminggu kemudian. update scandal cuma buat seneng-seneng aja kok. tolong jangan ditunggu, anggep aja scandal buat selingan kalian baca cerita lain yaaa hahaha karena part part selanjutnya cuma seru seruan aja gak akan ada konflik. palingan perdebatan suami istri dan urusan ranjang hahahaha


terima kasih ❤❤❤