
Setelah perbicangan makan malam tersebut. keesokan harinya Miranda mengudang Nelson, Edgar, dan tidak ketinggalan Robert selaku ayah kandung dari ketiga putrinya.
Mereka berempat ditambah dengan ketiga putrinya kini berkumpul di ruang tamu, karena hari ini Miranda akan mengatakan keputusannya akan hubungan Edgar dan Lara.
"Aku mengundang kalian untuk membicarakan hubungan Edgar dan Lara." Miranda membuka pembicaraan mereka setelah cukup lama saling menatap dalam diam. "Aku bersedia merestui hubungan Edgar dan Lara."
Semua orang yang ada diruangan tersebut pun terkejut, terutama Edgar dan Lara. Keduanya tidak menyangka Mom Miranda akan merestui hubungan mereka. Karena hampir satu bulan lamanya Mom Miranda tak tergoyahkan sama sekali dengan apa yang dilakukan Edgar.
"Mom serius?" Tanya Lara dengan tak percaya, karena semalam Mom Miranda memintanya untuk menyerah tidak lagi mencintai Edgar, tapi kini Mom Miranda justru merestui hubungan mereka.
"Tentu sayang." Miranda menggenggam tangan putri bungsunya.
"Terima kasih Mom." Bukan Lara yang mengatakan namun Edgar.
Ya, Edgar bahkan berlutut dihadapan Mom Miranda karena begitu bahagia telah direstui. Tidak lupa ia mencium tangan wanita yang sebentar lagi menjadi ibu mertuanya itu sebagai ungkapan terima kasih.
"Kau jangan senang dulu." Miranda yang tersenyum kini menatap Edgar dengan ekspresi wajah yang serius. Ia menyuruh Edgar untuk kembali ketempat duduk sebelum meneruskan perkataannya.
Semua orang yang ada di ruang tersebut kini kembali menegang menunggu apa yang akan disampaikan Miranda.
"Aku merestui hubungan kalian dengan satu syarat, putuskan hubunganmu dengan Nela."
Begitu pun Lara, Edgar, Nelson, dan Robert. Bahkan Edgar sampai tak bisa berkata-kata dengan persyaratan yang diminta Miranda.
"Aku ingin kau tidak lagi bertemu dan berkomunikasi dengan Nela untuk selamanya. Dan persyaratan ini harus tertulis di sebuah surat perjanjian, agar kau tidak lagi melanggarnya."
"Miranda apa lagi ini? Aku sudah senang kau akhirnya berubah pikiran dengan merestui hubungan mereka. Tapi sekarang?" Robert tak habis pikir dengan persyaratan yang diminta mantan istrinya itu. Meskipun Robert sangat membenci Nela, tapi dia tidak akan pernah tega memutus hubungan ibu dan anak.
"Aku tidak bisa menerima Nela, Robert. Aku membencinya karena dia begitu jahat hampir menyebabkan Lara tiada bahkan sampai menyebabkan Lara keguguran. Apa salahnya aku meminta itu? Jika Edgar memang tulus mencintai Lara, dia pasti setuju dengan syarat yang ku minta."
"Tapi Miranda, mana ada seorang anak memutus hubungan begitu saja dengan orang tuanya." Nelson ikut protes. Karena bagaimana pun dia tidak tega melihat Edgar berada di posisi sulit tersebut, harus memilih antara Ibu kandung dan wanita yang dicintai. Meskipun dulu Edgar sempat memutus hubungan dengan Nela sampai setahun lamanya, tapi keponakannya itu tetap memantau dan membantu Nela.
"Aku tahu tidak mungkin, tapi hanya itu yang aku inginkan jika Edgar ingin menikahi Lara." Karena Miranda ingin hidup tenang dan damai tanpa dibayang-bayangi kehadiran Nela. Bahkan untuk melihat wajah Nela saja sudah membuatnya emosi, jadi ia memutuskan agar Edgar meninggalkan Nela jika ingin bersama putrinya. "Jadi bagaimana Ed, apa kau bersedia memutuskan hubunganmu dengan Nela. Setidaknya selama aku masih bernyawa."
"Mom..." Lara menggelengkan kepalanya dengan sendu.
"Sayang, maaf jika permintaan Mom terdengar jahat. Tapi setidaknya Mom ingin hidup tenang disisa umur Mom. Dan sekarang pilihan ada ditangan Edgar." Miranda kini menatap Edgar begitu pun dengan Lara.
Lara menatap Edgar yang terlihat bingung, dan ia pun tahu posisi Edgar saat ini tidak mudah. Jika pun nanti Edgar memilih Nela, Lara tidak akan bersedih karena ia pun lebih memilih Mom Miranda. Dan jika itu sampai terjadi, maka hubungan mereka benar-benar akan berakhir untuk selamanya.