
happy reading genkss!!!!
****
Sejak Kean pulang dan langsung di kuasai oleh sang istri. Kai hanya menghabiskan waktunya di dalam ruang kerjanya. Sejak mendapat kabar buruk dari Krystal pagi tadi, Kai sempat meninggalkan benerapa pekerjaannya yang menumpuk itu, ia bahkan tidak menghadiri meeting penting menyangkut pembangunan hotel baru di Makasar.
Tidak apa-apa, setidaknya ia masih bisa berada di samping sang istri saat perempuan itu membutuhkannya. Bagi Kai tidak ada yang lebih penting dari keluarganya, apa lagi itu menyangkut Krystal. Kai mungkin bisa membatalakan puluhan kontrak kerja sama asal ia bisa berada di samping istrinya yang sedang bersedih.
Sudah berjam-jam ia berada di ruangan ini, dan Krystal pun tadi sempat membuatkannya kopi untuk menemani pekerjaannya semalaman. Waktu sudah menujukan pukul dua belas malam, tidak sadar kalau ia sudah melewati hari ini tanpa celotehan sang anak.
Ah Kean ...
Entah kenapa Kai jadi merindukan anak laki-lakinya itu.
Menutup dokumen di atas mejanya, Kai lantas berdiri untuk beranjak keluar. Tujuannya saat ini adalah kamar di ujung lorong tangga di dalam rumahnya. Kamar sang anak yang seharian tidak ia temui.
Membuka pintu kayu berwarna putih dengan banyaknya stiker tobot x di depannya, Kai mendorong pintu itu dan mendapati dua orang sumber kehidupannya sedang tertidur sambil berepelukan.
Rasa damai tiba-tiba menyusup masuk ke dalam rongga dadanya. Ya Tuhan, tolong lindungi mereka selalu. Kai berdoa dalam hati. Bagaimana dunianya berubah karena dua orang itu, dua orang yang menjadi prioritasnya hampir lima tahun ke belakang.
Lima tahun memang bukan waktu yang lama, tapi Kai selalu berharap semoga kebahagiaan mereka akan terus bertahan selamanya.
Dilangkahkan kakinya menuju sisi ranjang, mengamati satu wajah mungil hasil copyan dirinya. Kean memang sangat mirip dengan Kai, apa lagi bentuk wajahnya. Bulu mata anak laki-laki itu sangat lentik, mungkin itu berhasil ia dapat dari gen Krystal.
Lalu perhatiannya jatuh pada wajah damai sang istri, meski sudah terpejam, tapi Kai dapat melihat kesedihan di wajah manis itu. Matanya membengkak—bagaimana tidak, seharian ini Krystal tidak berhenti menangis. Lalu bibir mungil itu, astaga Kai ingin sekali mengecupnya.
Kemudian perlahan ia menundukan tubuhnya, merendahkan wajahnya dan merealisasikan keinginannya untuk mengecup bibir Krystal. Untuk beberapa saat perempuan yang sudah berstatus sebagai istrinya itu bergerak pelan seolah terusik dengan aksinya, tapi tak lama kembali tertidur lagi.
Kai rasanya gemas.
Ia melangkah ke sisi ranjang sebelah Kean yang lainnya, naik ke atas, mengangkat kakinya masuk ke dalam selimut, lalu ikut merebahkan dirinya di sana. Meski tidak seluas ranjang yang berada di kamarnya dan Krystal, namun ranjang itu muat menampung tiga tubuh sebuah keluarga yang harmonis.
Berulang-ulang menatap buah hatinya, lalu beralih menatap sang istri, hingga Kai lelah dan perlahan matanya ikut terpejam. Kai merasa begitu tenang berada di anatara mereka. Sudah berapa lama mereka tidak tidur bertiga? Sejak Krystal hamil anak kedua mereka, Kai tidak ingin di ganggu oleh Kean.
Sebut saja ia jahat, tapi sebelum tubuh Krystal di kuasi oleh anak keduanya, Kai ingin memiliki tu uh perempuan itu seutuhnya tanpa di ganggu Kean.
Hahaha dasar anak dan ayah sama saja.
Paginya, Kai merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku karena semalaman ia duduk di depan laptop untuk mengerjaka pekerjaannya yang tertunda. Mengerjap perlahan, Kai menyipitkan mata untuk mengetahui keberadaannya saat ini. Bukan seperti kamarnya, apa lagi di tambah dengan gambar-gambar tobot x dimana-mana.
Tidak butuh waktu lama, Kai sudah sadar dimana ia tertidur semalam. Bukannya memindahkan tubub Krystal ke kamar mereka, Kai malah ikut-ikutan tidur di sana.
Kepalanya menoleh ke samping, tepat dimana posisi Krystal tertidur semalam. Saat itu juga matanya langsung bersitatap dengan Krystal yang ternyata sudab terbangun lebih dahulu. Perempuan manis itu tersenyum menatapnya.
"Selamat pagi," ujar sang istri begitu lembut di dalam telinganya.
Kai membalasnya dengan senyuman juga. "Selamat pagi istri ku yang cantiknya ngalahin dewi bulan," sapanya nyeleneh, seperti biasa.
Krystal terkekeh pelan, menaikan selimut untuk anaknya.
Bibir Krystal mencibir. "Apa ngaruhnya?"
"Ngaruh dong, kalo abis di cium kamu aku tuh kayak ngerasa ada sengatan listrik yang bikin aku langsung membuka mata untuk tahu siapa bidadari yang udah nyium aku," kelakar Kai yang sontak membuat Krystal tergelak.
"Sekarang kamu seneng ngegombal ya? Dulu kayaknya gak gini deh."
Kai pura-pura berpikir. "Masa sih? Kayaknya dulu aku sama sekarang emang sama-sama romantis deh."
"Huh ... ngawur." cibir Krystal dengan senyum geli di wajah.
Kai sedikit bangkit dari baringannya. "Morning kiss." ujarnya seraya mengedipkan mata genit.
"Ada Kean," mata Krystal turun menuju tubuh sang anak yang masih betah dengan dunia mimpinya. "Gak bisa morning kiss."
"Bisa kok." Kai dan segala kemauannya yang harus terwujud saat itu juga. Dengan tangan yang menopang berat tubuhnya, Kai memajukan diri dengan hati-hati agar tidak menimpa tubuh Kean untuk mengecup bibir Krystal.
Cukup lama. Awalnya hanya kecupan tapi lama-lama berubah menjadi pagutan mesra. Mengecap bibir yang menjadi candunya itu sejak dulu. Menggigit kecil-kecil hingga Krystal menggeram. Perempuan itu juga menahan dada Kai sejenak untuk menatap matanya.
"Aku belom gosok gigi, ih." keluhnya.
Kai menyengir lucu. "Gak apa-apa, aku suka kok kamu apa adanya. Mau wangi atau bau, aku gak masalah."
"Aku yang masalah." tolak Krystal sambil mencebik. Sebelum Kai bergerak semakin jauh, Krystal sudah lebih dulu mendorongnya, beranjak menjauh dan turun dari ranjang kecil itu. "Gosok gigi dulu deh, kalo gak kamu mandi dulu."
"Berdua, ya?" tawar Kai.
Dan sumpah demi apa pun, wajahnya saat mengatakan itu sunggu sangat menjengkelkan, dengan kedua alis yang naik turun, Kai menyunggingkan senyum miring ke arah Krystal.
"Asik mandi berdua." Segera ia turun dari ranjang, lalu mengejar Krystal yang sudah lebih dulu keluar dari kamar anak mereka.
Ya bodo amatlah, kalau hanya pegang-pegang, itu tidak masalah untuk Kai. Jadi, setelah Krystal memperingati bahwa ia tidak ingin lebih dari sekedar mandi berdua—yang artinya benar-benar mandi, Kai menyetujuinya.
Krystal tahu suaminya itu pasti akan mencari kesempatan dalam kesempitan, tentu saja Kai selalu melanggar apa pun yang Krystal peringati. Seperti saat tangan lelaki itu menyentuh inti tubuhnya, Krystal memberi cubitan di perut. Saat lelaki itu mengecupi dadanya, Krystal membalasnya dengan gigitan di bahu. Begitu pun saat Kai duduk di atas kloset dan membawa Krystal pada pangkuannya, ia tahu kalau pagi itu mereka akan bergerak seirama, menggerang untuk mencapai kenikmatan bersama hingga menuju nirwana dengan peluh yang sama-sama membanjiri tubuh telanjang mereka.
Ya ... seperti itu lah Kai, seharusnya Krystal tidak mengizinkan mereka mandi bersama, karena selicik apa pun ia melarang Kai untuk menyatukan tubuh mereka, selicik itu pula Kai membuat mereka menyatu.
Ah pagi ini, terasa indah bukan?
****
hahahaha apa iniiiii?? apaaaa genksss????
hihihi oh iya, aku mau ajak kalian baca cerita baru aku ya, judulnya the agreement, serius itu seru loh ceritanya. buka profil aku, judulnya THE AGREEMENT YAAAA.
makasihhhhh ❤❤❤