
"Dimana Lara?" tanya Edgar setelah menyadari wanitanya menulis akan pergi ke luar negeri. Sesuatu yang baru ia ketahui, karena perjanjiannya hanyalah dia akan menikah dengan Julia agar anak yang dilahirkan Lara bisa di asuh oleh mereka.
"Dia ada di luar, dan tugasku membawamu kesana sebelum adikku pergi." Lily pun berjalan menuju pintu setelah membawa beberapa kudapan untuk Lara.
"Diluar? Kau meninggalkan Lara ku sendirian?" Tanya Edgar dengan tak percaya, kini ia khawatir pada keadaan wanitanya.
Lily memutar bola matanya dengan malas saat melihat bagaimana kecemasan di wajah Edgar. "Dia diluar, tepatnya di dalam mobilku yang terparkir di seberang jalan tidak jauh dari hotel ini. Harusnya yang kau khawatirkan itu aku, karena berjalan kaki untuk sampai ke hotel demi menjemputmu." Ucapnya panjang lebar dengan ketus. "Dari pada kita terus berbicara tidak jelas seperti ini, lebih baik cepat kita keluar untuk menemui Lara!"
"Tunggu!" Edgar melepas jas putih yang dikenakannya lalu membawa ponselnya yang ada di atas nakas.
Kedua orang tersebut pun keluar dari kamar, dan beruntungnya seperti tadi di lantai tersebut tidak ada siapa pun. Namun sialnya saat masuk ke dalam lift, bertepatan dengan Robert dan Nela yang keluar dari lift satunya hingga mereka melihat Lily dan Edgar yang pergi.
"Robert putra kita dibawa pergi Lily " Teriak Nela dengan marah.
"Sial, ayo cepat kita kejar." Robert kembali masuk ke dalam lift yang diikuti oleh Nela.
Sementara itu Edgar dan Lily yang sudah keluar dari Lift, berjalan dengan tergesa-gesa sambil bergandengan seolah mereka sepasang kekasih.
"Ayo cepat!" Edgar menarik Lily, saat wanita itu menghentikan langkahnya. Edgar sudah tidak sabar untuk bertemu Lara setelah lama tidak bertemu.
"Tunggu!" Lily menatap seseorang yang baru saja datang. "Mommy..."
Sementara Edgar yang tidak sabaran terlebih Dad Robert yang pasti mengejarnya, akhirnya memilih meninggalkan Lily untuk mencari sendiri dimana Lara nya.
"Ed tunggu!" Teriak Lily sambil mengikuti Edgar yang berlari, tanpa menyadari teriakannya itu di dengar Miranda.
"Lily?" Miranda yang terkejut dengan keberadaan putri keduanya, segera mengejar Lily. Sedangkan Nelson beserta orang kepercayaan Miranda pun ikut menyusul meskipun mereka bingung dengan apa yang terjadi.
Sementara itu Lara yang berada di mobil, kini melihat sosok yang sangat dirindukannya tengah berlari dengan bingung seperti mencari sesuatu. Lara pun dengan segera keluar dari mobil, untuk menghampiri Edgar tanpa peduli peringatan dari Lily yang menyuruhnya tetap berada di tempat tersebut.
"Kak..." Teriak Lara dengan tersenyum dan berlari menyebrang jalan tanpa menengok kanan dan kiri, karena tatapan tertuju hanya pada Edgar seorang.
Edgar yang melihat Lara pun tersenyum, namun senyum itu langsung menghilang saat melihat sebuah mobil hitam melaju dengan sangat kencang kearah wanitanya.
"Lara awas!" Teriak Edgar sambil berlari.
Sementara itu Lily dan Miranda yang berada ditempat yang sama dengan Edgar pun ikut berteriak memanggil nama Lara saat melihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Keduanya pun menjerit histeris saat sebuah dentum keras terdengar ditelinga mereka bertepatan dengan terjatuhnya tubuh seseorang di atas aspal.
"Lara... " teriak Miranda dengan histeris begitu pun dengan Lily. Tubuh keduanya terasa lemas saat mobil hitam yang melaju kencang itu berlalu begitu saja, meninggalkan sosok yang tergeletak bersimbah darah.