
Elin tersentak saat melihat jam kecil yang berada di atas nakas sudah menunjukan pukul setengah 8 pagi , ia tidak lagi memiliki waktu untuk pulang dan berangkat ke kantor karena waktu yang begitu sempit.
" Apa aku meminta ijin tidak masuk kerja hari ini " gumamnya ragu , " tidak ada pilihan lain dan semoga Ms.Laurent berbaik hati padaku " lanjutnya lalu segera mencari benda pipih miliknya yang masih tergeletak dengan tenang di atas nakas .
" Ternyata aku belum kembali mengaktifkannya " gumamnya saat menemukan handphonenya dalam keadaan off , mata Elin tertegun saat melihat pemberitahuan history di dalam layar handphone yang baru saja hidup , 398 panggilan yang mencoba masuk dan ratusan pesan yang secara berderatan masuk ke dalam aplikasi chattnya.
Ia masih tertegun menatap semua pesan yang masuk , terlebih pada nama kontak yang berada di bagian teratas deretan pesannya , " apa mereke mencariku " gumamnya menatap sendu, namun matanya kembali membulat saat melihat waktu yang semakin terlambat , dengan cepat ia mencari kontak Laurent di dalam handphonenya.
Ia begitu cemas menunggu panggilan telepon pada Laurent terjawab karena merasa begitu tidak tahu diri , baru berapa hari masuk kerja namun ia sudah dengan beraninya meminta ijin tidak masuk , namun ia terpaksa melakukannya karena sudah begitu terlambat dan ia yakin Meili pasti akan mencarinya di kantor .
" Hallo " jawab Laurent dari seberang telepon .
" Hallo Ms.Laurent , ini Elin "
" Ya Nona , ada apa kau meneleponku sekarang ? "
" Maafkan aku karena begitu lancang dan mendadak memberitahumu .. emm " katanya begitu ragu untuk menyampaikan maksudnya , " katakan Nona , kau membuatku bingung dan emm..dimana kau sekarang ? " tanya balik Laurent karena seharusnya perempuan itu sudah berada di kantor.
" Maafkan aku Ms.Laurent , sepertinya hari ini aku tidak bisa masuk.... "
" Apa kau sakit ? " tanya Laurent cepat.
" emm ya , aku sedikit tidak enak badan " katanya berbohong walau keadaan sebenarnya memang sedang tidak baik baik saja , " Ya istirahatlah , akan aku sampaikan pada teman temanmu nanti " sahut Laurent begitu santai.
" Jadi kau memberi ijin padaku ? " tanyanya tidak percaya , " ya , memangnya aku harus memaksakanmu untuk tetap masuk " kata Laurent yang terdengar tertawa.
" Terimakasih Miss " ucap Elin sedikit merasa bersalah karena telah membohongi perempuan itu.
" Ya , istirahatlah nona dan cepatlah sembuh " ucap Laurent membuat Elin semakin merasa bersalah , " sekali lagi terimakasih "ucapnya ,lalu menutup panggilan teleponnya pada Laurent .
****
" Dia begitu sungkan , padahal aku tidak mungkin untuk tidak memberi ijin padanya " gumam Laurent tersenyum , lalu beranjak dari tempat duduknya menuju ruangan kerja Elin.
" Selamat pagi " ucap Laurent yang membuat semua orang yang berada di dalam ruangan sedikit terkejut karena kehadiran tiba tiba darinya , " Pagi Ms.Laurent " jawab gugup Bimbim.
" Aku hanya datang untuk memberitahukan pada kalian kalau nona Merlinda tidak masuk hari ini " jelas Laurent , " apa yang terjadi padanya Miss ? " tanya Kasih begitu khawatir dan semua orang yang menatap serius termasuk David.
" Dia sedang tidak enak badan dan aku tidak mungkin memaksanya untuk tetap datang " sahut Laurent yang sedikit memberi penjelasan atas ijin yang sudah ia berikan pada Elin , mengingat perempuan itu baru saja bergabung di dalam perusahaan.
" Dia sakit ? " sambung Bimo.
" Bagaimana keadaannya Miss ? " timpal Kasih.
" Tenanglah dia hanya butuh istirahat " jelas Laurent tersenyum.
" Apa sepulang dari sini kita menjenguknya " ajak Frans orang yang paling jarang berkomentar , namun mengingat perempuan itu begitu baik , ia menjadi tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya , "Aku rasa itu ide yang bagus Frans " sambung Kasih menyetujui.
" Eemm..biarkan dia istirahat untuk hari ini , kalian bisa menjenguknya besok jika dia masih belum kembali berkerja " ucap Laurent memberi saran , " Ya , Ms.Laurent benar , sebaiknya kita membiarkan dia istirahat hari ini , karena sepulang kerja aku harus segera pergi " sambung David membuat semua orang melempar pandangan terkecuali Laurent yang memang tidak mengerti pada situasi di dalam ruangan itu.
" Kau begitu bersemangat David " ucap Bimbim menggodanya.
" Aku begitu takut kalau Sharen telah mengganggu Elin " ucap pelan Kasih namun masih terdengar di telinga Laurent yang baru saja ingin beranjak , namun menjadi batal dan kembali memutar tubuhnya , " Sharen , ada apa dengannya dan Elin ? " tanyanya dengan kedua alis yang sedikit bertautan.
" Tidak Miss , hanya terjadi salah paham " jelas Kasih yang tidak ingin masalah menjadi runyam dan mengutuk mulutnya yang telah salah berbicara.
Drrrtt drrrttt " suara handphone di tangan Laurent berdering , membuat perempuan itu menghentikan niatnya untuk kembali berbicara dan dengan cepat menjawab panggilan telepon yang masuk oleh nama Nona Muda M. di dalam layar handphonenya , " Ya Nona " jawabnya sambil segera beranjak dari hadapan semua orang.
" Kau dimana Laurent ? " tanya Meili dari seberang telepon.
" emm..ya , apa Elin .. " kata Meili menggantung.
" Anda tidak perlu khawatir nona , aku sudah memberikan ijin padanya " potong Laurent .
" Memberi ijin ? " ulang Meili yang terdengar begitu terkejut , " apa dia menghubungimu ? " tanyanya lagi.
" Ya Nona , baru beberapa menit yang lalu dia menghubungiku dan memberi kabar kalau hari ini dia tidak bisa berkerja " kata Laurent menjelaskan , " tidak bekerja ? " ulang Meili .
" Apa anda tidak tahu Nona , saya mengira anda menghubungi saya karena itu "
" Jelaskan padaku Laurent ? "
" Dia hanya mengatakan kalau dia sedang tidak enak badan "
" Apa dia mengatakan padamu sedang berada dimana ? " tanya Meili tidak sabar.
" Tidak Nona "
" Baiklah , hubungi aku segera jika dia kembali menghubungimu "
" Baik Nona " jawab Laurent dengan penuh kebingungan , ia begitu sungkan untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi , namun itu bukanlah menjadi urusannya dan terlebih ia akan terlihat begitu ikut campur dalam urusan orang lain.
****
" Apa yang terjadi Meili ? " tanya Daniel mendekat , " Dia baru saja menghubungi Laurent " jelas Meili pelan , " lalu ? "
" Dia hanya meminta ijin untuk tidak berkerja hari ini "
" Astaga kau harus menghubunginya sekarang Daniel , berarti dia sudah kembali mengaktifkan handphonenya " lanjut Meili cepat dan tidak menunggu Daniel yang nampak begitu kacau segera mengambil benda pipih miliknya .
" Shiit " umpatnya tiba-tiba.
" Ada apa Daniel ? "
" Handphonenya kembali tidak aktif " jelasnya namun masih terus berusaha menghubungi perempuan itu , " kau bisa melihat GPS'nya " sambung Meili .
" Dia tidak mengaktifkannya " ucap Daniel menghela nafas , mata Meili tertegun melihat kakaknya yang terlihat begitu kacau dan prustasi , walau ia menyalahkan sepenuhnya pada Daniel , namun melihat kondisi Daniel yang memprihatikan cukup membuatnya sedih.
" Pulanglah Daniel , kau nampak begitu kacau " ucapnya , namun laki-laki itu tidak menghiraukannya , bahkan ia terus terlihat sibuk dengan benda pipih di tangannya , ntah siapa yang sedang di hubunginya namun ia terus berteriak setiap berbicara pada teleponnya.
" Daniel tenangkan dirimu " ucap Meili.
" Bagaimana aku bisa tenang Meili , sampai saat ini dia belum kembali dan kita juga belum menemukan dimana keberadaannya "
" Tapi setidaknya kita tahu dia sedang baik baik saja , maksudnya kita tidak kehilangan sepenuh kabar darinya "
" Tapi tetap saja itu tidak bisa membuatku tenang Meili " teriak Daniel yang tidak lagi bisa mengontrol emosinya.
" Sekarang kau tahu bagaimana pentingnya dia untukmu " ucap Meili , membuat Daniel benar benar terdiam.
" Bahkan aku tidak pernah melihat kau sekacau ini " lanjutnya dengan perasaan yang begitu sedih menatap kakak satu-satunya yang jauh dari kata gagah seperti julukannya , yang terlihat sekarang hanya wajah prustasi dan ke putusasaan.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚