Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Untuk Sekali ini Saja


Reza menghela nafas saat menyadari ada hal yang harus ia selesaikan bersama tatapan mata semua orang yang terus melihat kearah dua orang yang baru saja pergi , " tolong semuanya bubar " pinta Reza membuyarkan semua orang.


" Reza , apa hubungan tuan Daniel dengan Karyawan magang itu ? " tanya Sam yang tidak kalah penasaran , " kau sangat tidak sopan Mr.Sam " ucap Reza membuat laki-laki paruh baya itu kembali terdiam.


Reza kembali menghela nafas , ia tidak mungkin meninggalkan semua orang dengan pikiran yang bukan-bukan tentang Daniel dan juga Elin , " emm.. tolong perhatian untuk semuanya " ucapnya lantang.


" Tolong jangan berasumsi yang tidak-tidak dengan apa yang baru saja terjadi , kalau kalian tetap ingin bekerja disini " ancamnya , karena hanya itu yang bisa ia lakukan untuk meredahkan omongan semua orang nanti , dan ia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena tidak ada perintah untuk melakukan itu.


~


"Daniel lepaskan tanganku "


" Daniel "


" Ada apa denganmu ? " tanya Elin , setelah tangannya terlepas oleh pegangan erat tangan Daniel ,


laki-laki itu tidak bicara , namun segera mengambil handphonenya dan mengarahkan benda itu ke telinga " hallo Reza , tolong bawa kotak obat keruangan saya sekarang juga " pintanya, lalu kemudian duduk di kursi kerjanya dan tanpa bicara sepatah kata pun , " hey apa kau marah ? " tanya Elin mendekat , namun laki-laki itu tetap diam dengan menyenderkan tubuhnya di senderan kursi , " maaf tuan, ini kotak obat yang anda minta " ucap Reza yang baru saja masuk kedalam ruangan yang nampak hening.


" Letakan disana ? " kata Daniel sambil menunjuk kearah meja soffa di ruangannya.


" Apa ada lagi yang anda butuhkan tuan ? " tanyanya , namun Daniel tidak menjawab dan ia cukup paham kalau keadaan di antara sepasang kekasih itu sedang tidak baik-baik saja, " anda bisa menghubungi saya jika ada yang di perlukan lagi " lanjutnya sebelum beranjak.


" Terimakasih" ucap Elin dan laki-laki itu mengangguk dan tersenyum dengan begitu ramah.


Elin terkejut saat tangannya tiba-tiba kembali di tarik , lalu tubuhnya di dudukan di soffa tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu,


dan matanya di buat terpanah oleh perlakuan laki-laki dingin yang sejak masuk ke dalam ruangan belum berbicara sepatah kata pun,


" ssshhhhh "


" Perih ? " tanya laki-laki itu dan ia mengangguk.


" Aku akan lebih hati-hati " ucapnya lembut namun masih terasa begitu dingin.


" Aku tidak apa-apa Daniel " ucapnya , sambil menarik kembali tangannya.


" Tidak apa-apa katamu " bentak Daniel yang kembali emosi , " kau lihat kulitmu sudah memerah seperti ini dan kau bilang tidak apa-apa " tambahnya dengan semakin meninggikan suaranya.


" ini sungguh tidak sakit Daniel , aku justru lebih sakit jika kau mendiamkan aku " ucap Elin , membuat raut wajah Emosi di wajah laki-laki itu memudar dalam sekejap dan berganti dengan senyum yang tertahan.


" Diamlah " ucapnya pura-pura kembali dingin.


" Apa kau marah padaku ? " tanya kembali Elin , saat yakin kalau emosi laki-laki itu sudah meredah , " tidak " jawabnya singkat.


" Kau berbohong " ujar Elin sengaja, namun laki-laki itu tampak tak merespon dengan terus mengobati luka lecet di tangannya , " Sayang " panggilnya dengan begitu manja dan untuk kali ini laki-laki itu bereaksi , terlihat dengan ia menarik nafas dan menatap kearahnya , " apa kau marah padaku " ulangnya dengan begitu pelan.


" Aku tidak bisa terus berdiam diri melihat kau terus di sudutkan disana , di tambah lagi dengan adanya super hero kesiangan itu " ujarnya kembali kesal dan Elin hampir saja tersedak saat Daniel menyebut Hero kesiangan dan ia tahu yang di maksud darinya adalah David.


" Aku akan memecat Sam dan anaknya " tambahnya , yang membuat Elin menjadi kalang kabut , " jangan lakukan itu "


" Kenapa , mereka telah menyakitimu dan aku tidak terima "


" Jangan membawa urusan pribadi di dalam pekerjaan sayang , pertengkaran aku dan Sharen tidak ada hubungannya dengan pekerjaan mereka "


" Kenapa kau begitu baik huh , dia sudah membuat kau terluka seperti ini "


" Orang lain akan curiga padaku jika kau melakukan itu " kata Elin berusaha menasehati laki-laki itu dengan tenang , " aku tidak peduli dan biarkan saja mereka tahu "


Elin menghela nafas , dan begitu bingung untuk berbicara seperti apa lagi untuk menenangkan laki-laki itu , " mereka tidak tahu aku kekasihmu " ucapnya.


" Kalau begitu biarkan mereka tahu "


" Daniel "


" Jangan membalasku seperti itu "


" Kau yang pertama kali melakukannya " sahut Daniel tak mau kalah.


" Sayang please , aku mau menikmati masa magangku disini dengan baik , semua akan berbeda jika mereka mengetahui aku kekasihmu "


" Apa kau tidak senang menjadi kekasih dari orang sepertiku Elin " ucap Daniel kecewa.


" Bukan seperti itu sayang , tolong dengarkan aku baik-baik "


" Apa yang sulit jika semua orang tahu kau kekasih Daniel Remkez dan cepat atau lambat mereka juga pasti akan tahu "


" Kalau begitu biarkan mereka tahu nanti , untuk sekarang aku ingin kita seperti orang asing di mata karyawan lain "


" Saat aku menarik tanganmu , aku yakin semua karyawan lain sudah curiga apa hubungan kita "


" Aku bisa berkilah dengan mengatakan kalau aku teman adikmu "


" Baiklah , terserah padamu " ucap Daniel yang terlihat begitu kecewa , " jangan marah " kata Elin yang langsung memeluk pingang laki-laki itu , " untuk kali ini saja , setelah itu aku tidak akan lagi berkilah jika mereka kembali curiga tentang hubungan kita"


" Apa kau menyembunyikannya karena laki-laki itu "


" Laki-laki " ulang Elin bingung , namun otaknya segera menangkap siapa yang dimaksud oleh kekasihnya ," jangan gila sayang , kau lihat mataku" pintanya sambil memutar tubuh laki-laki itu untuk kembali menghadap kearahnya , " kau lihat , apa mungkin aku melakukan itu " ucapnya begitu serius.


" Aku tidak tahu seperti apa isi hatimu "


" Tapi aku yakin , kau pasti tahu sebesar apa perasaanku padamu "


" Ceh , kau selalu saja bisa membuat aku mengalah " ujar Daniel lemah dan tanpa menunggu Elin kembali memeluk tubuh gagah itu dan merengkuhnya dengan begitu kuat , " untuk sekali ini saja " kata Daniel memberi peringatan dan Elin mengangguk setuju.


Cup " Daniel mencium dahi perempuan itu sedikit lebih lama dan membalas pelukannya dengan tidak kalah erat , " aku senang bisa bekerja dan terus bisa melihatmu " ucapnya sambil menatap dua bola mata yang mengadah kearahnya , " aku juga senang "


Klek " pintu tiba-tiba terbuka mambuat Elin segera berhamburan dari pelukan Daniel , " maaf tuan " ucap Reza menyesal dan mengutuk ke bodohannya sendiri yang masuk kedalam ruang kerja Daniel tanpa mengetuk terlebih dahulu , ia lupa kalau sekarang dirinya tidak lagi bisa seenaknya untuk masuk , apa lagi jika ada Elin disana.


" Maaf nona " ucapnya lagi pada Elin.


" Tidak apa-apa , silahkan lanjutkan urusanmu " sahut Elin , lalu kembali mendekat pada Daniel.


Cup " ia mencium singkat pipi laki-laki itu dengan malu-malu , " aku keruanganku " pamitnya.


" Tapi kakimu belum di obati "


" Kita bisa melakukannya nanti "


" Kalau begitu kita harus pulang bersama " ucap Daniel dan Elin mengangguk setuju ," asal kau tidak meminta aku menjemputmu di pintu lobby " ucapnya tertawa , lalu berjalan menuju pintu , namun sebelum itu ia masih menyempatkan menganggukkan kepalanya pada Reza.


" Bye " pamitnya , yang sengaja mengoda kekasihnya dengan tersenyum begitu nakal , membuat laki-laki itu harus melihat bibirnya untuk menahan diri agar tidak terus tersenyum , " maaf tuan , apa sudah bisa saya bicara " ucap Reza , yang sedikit jengah dengan suasan romantis antara tuan dan kekasihnya itu , yang membuat hatinya yang kesepian meringis.


" Kau juga harus punya kekasih sepertiku Reza " ucap Daniel tiba-tiba.


" Bagaimana aku bisa mencari kekasih , kalau siang dan malam aku terus di repotkan oleh pekerjaanmu " gerutunya kesal.


" Kau mengatakan apa Reza ? "


" Tidak tuan , hanya saja anda dan nona Elin terlihat begitu serasi " kilahnya ,


" terimakasih Reza " ucap Daniel yang tidak tahu jika asistennya itu sedang mengumpat padanya.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚