Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Begitu Terkejut


Semua orang terlihat begitu cemas menunggu perempuan yang tiba-tiba saja pingsan , " sepertinya kita harus telepon dokter Albert " ucap Viona memberi saran karena hampir 15menit perempuan itu tak kunjung sadarkan diri.


" Apa dia kelelahan " timpal Meili dan Daniel hanya terus diam , tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah terpejam kekasihnya.


" Mam telepon dokter Albert , aku tidak lagi bisa menunggu " ucapnya tiba-tiba dan Viona segera memanggil kepala pelayan untuk melakukan perintah anaknya.


" Sayang " panggil Daniel tanpa sadar , saat perempuan yang begitu ia khawatirkan telah membuka matanya , " aku kenapa ? " tanyanya yang sudah lupa dengan apa yang terjadi terakhir kali sebelum ia pingsan dan tidak sadarkan diri.


" Lin " panggil Meili yang ikut mendekat bersama Viona.


" Kau baik-baik saja ? " tambahnya karena begitu khawatir pada keadaan sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu.


" Apa kepalamu masing pusing sayang ? " timpal Daniel , sedangkan Viona langsung menyentuh dahinya , " suhu tubuhmu baik " ucap Viona legah.


" Aku tidak apa-apa " jelasnya begitu malu.


" Kami terkejut karena kau tiba-tiba saja pingsan " ucap Meili.


" Apa kau kelelahan nak , maafkan mami telah mengundangmu makan malam di waktu yang tidak tepat " timpal Viona begitu menyesal,


" tidak tidak Nyo..emm maksudku mam "


" Aku hanya begitu terkejut " jelasnya tanpa sadar.


" Terkejut " ulang Daniel.


" Ya , kau begitu banyak memberikan kejutan padaku hari ini " sahutnya sambil menghela nafas , " aku tidak melakukan apapun " bantah Daniel tidak mengerti.


" Ceh " desisnya , lalu mengalihkan tatapannya pada Meili , " dan kau , kenapa tidak menceritakannya padaku " hardiknya.


" Tentang ? " tanya balik Meili begitu bingung.


" aaaahhh.. apa kau sudah memberitahunya ? " tanyanya pada Daniel , setelah mengerti maksud dari ucapan kekasih kakaknya itu , " ya dia bukan lagi memberi tahu tapi hampir saja membunuhku dengan membuatku serangan jantung " sambung Elin menjawab dengan sedikit kesal.


" Kau lihat mam , mungkin hanya dia perempuan di dunia ini yang terlihat keberatan setelah mengetahui kalau kekasihnya adalah seorang CEO " ucap Daniel tertawa pada Viona.


" Kau begitu lucu Elin " timpal Meili ikut tertawa bersama Viona , " kenapa kau tidak mengatakannya dari awal "


" Kenapa ? , biar saja itu menjadi kejutan untukmu "


" Ya , rencanamu berhasil Meili aku memang terkejut bahkan sampai pingsan " ujarnya.


" Apa keadaanmu sudah lebih baik nak ? " potong Viona begitu lembut , " baik mam " sahut Elin dengan begitu canggung , ia masih belum terbiasa memanggil wanita paruh baya itu dengan panggilan yang begitu dekat.


" Kalau begitu ayo kita makan , perutmu pasti sudah kosong " ajak Viona dan Elin mengangguk.


" Kalau begitu mami tinggal " tambahnya sambil beranjak.


" Ayo mam " ajak Meili dengan bibir yang tersenyum nakal kearah kakaknya.


" Hilangkan rencana kotormu Meili " ucap Daniel yang mengerti ," ceh sangat menggelikan " sahutnya lalu segera menyusul ibunya untuk meninggalkan sepasang manusia itu.


" Jangan terlalu lama " teriaknya sambil tertawa.


Setelah semua orang pergi , Daniel ikut beranjak dari duduknya di atas tempat tidur , " mau kemana ? " tanya Elin cepat sambil memegang tangan laki-laki itu.


Daniel tersenyum sambil mengelus lembut tangan yang memegang jari-jarinya , " aku hanya ingin mengganti pakaianku " jelasnya.


" emmm "


" Istirahatlahlah dulu , kita akan turun jika aku sudah selesai " tambahnya dan perempuan mengangguk setuju.


Namun matanya membesar setelah melihat Daniel dengan enteng membuka pakaian di hadapannya , " Daniel apa yang kau lakukan ? " teriak Elin histeris sambil menutup kedua matanya.


" Aku hanya telanjang dada sayang , kenapa harus berteriak " sahut Daniel.


" Dasar mesum , pakai kembali bajumu atau kau berganti pakaian di dalam kamar mandi " teriaknya lagi sambil terus menutup matanya.


" Jangan membahas hal yang masih lama " sahut Elin.


" Lama , itu tidak lama lagi , karena aku akan segera melamarmu "


" Melamar ? " ulang Elin yang tanpa sadar membuka tutup matanya , namun segera kembali ia tutup setelah melihat laki-laki itu belum menggunakan pakaian apapun selain hanya menyisahkan celana pendek pada tubuh atletisnya.


" Sial , kenapa dia begitu seksi " gumamnya sambil menelan ludah.


Daniel menyadari tingkah kekasihnya , dengan bibir tersenyum ia kembali mendekat , " kita akan segera menikah " bisiknya begitu pelan , " menikah " ucap Elin yang kembali membuka matanya dan matanya semakin membesar saat melihat tubuh atletis itu dengan jarak yang begitu dekat , " Daniel please pakai bajumu " pintanya begitu pelan bersama pipi yang sudah memerah.


" Kenapa kau begitu menggemaskan " ucal Daniel sambil menarik hidung kekasihnya , " cepat pakai bajumu Daniel , atau aku akan kembali sendiri " ancamnya dengan mata yang kembali di tutup.


" Kau tidak bisa kemana-mana karena pintunya sudah aku kunci dan kuncinya ada padaku "


" Kau " teriak Elin yang langsung berlari untuk mengejar laki-laki yang terus mengerjainya hari ini ,


" ambil jika kau bisa " katanya Daniel sambil mengangkat tangannya begitu tinggi bersama kunci yang berada di genggamannya , " berikan Daniel "


" Ambil cepat "


" Bagaimana bisa aku mengambilkan , kalau tinggi tubuhmu sudah seperti mercusuar " ucapnya begitu kesal.


cup " Daniel mencium singkat bibir perempuan yang terus melompat-lompat di hadapannya.


" Jangan mencuri kesempatan Daniel " gerutunya kesal sambil terus berjuang , namun Daniel terlihat tidak peduli , ia terus mencium gemas bibir mungil yang begitu menantang di hadapannya , " Daniel " teriaknya tertahan karena lelaki itu telah melumpat bibirnya lebih lama dan menjadi lengah.


Dengan tubuh yang sudah mencondong kebelakang karena serbuan bibir Daniel , akhirnya ia bisa tersenyum setelah mendapatkan kunci pintu kamar itu tanpa di sadari oleh pemiliknya yang terus menikmati bibir ranum Elin.


" Sudah ? " tanyanya dengan tersenyum setelah Daniel melepas bibirnya.


" Aku dapat " tambahnya lagi sambil memperlihatkan kunci yang sudah beralih di tangannya.


Daniel hanya tersenyum , lalu menarik tubuh perempuan itu untuk masuk kedalam rengkuhannya , " kuncinya sekarang sudah tidak penting " bisiknya di telinga Elin.


" Daniel lepaskan " teriak Elin.


" Daniel , pakai bajumu " tambahnya.


" Sayang , jangan berteriak orang akan mengira kalau aku terlalu sadis " ucap nakal Daniel , namun tidak membuat perempuan itu berhenti memberontak.


" Daniel , sakit " tambahnya meringis karena laki-laki itu tak kunjung melepaskan rengkuhan pada tubuhnya ,


" awwww " teriak Daniel karena kaki yang tiba-tiba di injak oleh Elin dengan begitu kuat , " weeeekkk , sekarang kejar aku kalau kau bisa " katanya menantang dengan tangan yang sudah siap untuk menekan knop pintu , " bye " tambahnya semakin menantang sambil berlari dengan tertawa begitu puas karena telah mengalahkan kekasihnya.


Daniel masih berdiri dengan tersenyum sambil terus menatap pintu yang sudah di buka oleh kekasihnya , " kenapa dia begitu menggemaskan " gumamnya begitu gemas.


~


" Apa sudah selesai " goda Meili pada Elin yang baru saja bergabung di meja makan , Elin hanya tersenyum dengan penuh kebingungan karena tidak mengerti apa maksud dari kalimat ambigu yang terlontar dari mulut temannya itu , " Dimana Daniel nak ? " tanya Viona yang baru saja ikut bergabung.


" Emm..Daniel sedang.."


" itu dia datang " sambungnya saat melihat laki-laki itu sudah berjalan kearah mereka dengan menggunakan pakaian yang begitu santai , " apa kalian sedang menunggu aku ? " tanya Daniel dan duduk memilih duduk di kursi samping kekasihnya.


" Hanya 30 menit " ucap Meili tiba-tiba dengan senyum nakalnya pada Daniel.


" Mam , tolong besok periksa otak kepala Meili , mungkin ada letak saraf yang tidak normal " pinta Daniel begitu kesal , " kau yang harusnya memeriksa keadaanmu , kenapa bisa hanya begitu singkat " sahut Meili sambil terus tertawa.


" Maaf aku terlambat " ucap suara besar yang baru saja datang , membuat semua orang yang berada di meja makan melihat kearahnya dengan pandangan yang begitu terkejut , " mam apa kau juga mengundangnya ? " tanya Daniel pelan bersama raut wajahnya sudah berubah menjadi begitu marahc.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚