Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Berbunga Bunga


" Tuan " panggil Reza saat melihat Daniel berjalan masuk ke dalam Lobby.


" Kita bicara di apartemenku " pinta Daniel yang kembali berjalan menuju pintu lift dengan Reza yang mengikutinya.


~


" Apa yang terjadi ? " tanya Daniel , setelah mereka duduk di sofa apartemennya.


" emm ..saya sudah selesai menutup berita tentang anda Tuan .. " kata Reza menggantung.


" Tapi " sambung Daniel.


Reza menarik nafas sebelum melanjutkan bicaranya " tapi begitu banyak sosial media yang memposting foto anda Tuan dan kita tidak bisa menutup sosial media yang di miliki secara pribadi " jelas Reza dengan jantung yang berdebar karena rasa takut " perlihatkan padaku " pinta Daniel , dan Reza langsung memperlihatkan layar ipad kerjanya dengan berbagai macam foto Daniel dan Elin yang di ambil dari berbagai angel.


Dengan begitu teliti Daniel memeriksa satu persatu gambar dirinya dan Elin " Apa masih ada lagi ? " tanyanya dengan wajah yang terlihat lebih santai.


" Sejauh ini hanya ini Tuan " jelas Reza dengan kedua alis yang bertautan.


" Kau bereskan sisanya , pastikan tidak ada lagi sosial media manapun yang kembali memposting foto ini " ucap Daniel , ia sedikit bisa bernafas legah setelah memastikan tidak ada wajah Elin yang terlihat begitu jelas di dalam foto mereka yang terposting.


" Baik Tuan " jawab Reza.


" Apa sebaiknya aku mengumumkan tentang perpisahanku dan Hannah " tanyanya menatap Reza.


" emm .. itu terserah anda Tuan , tapi kita masih memiliki sisa kontrak kerja bersama perusahaan jewelry yang menjadikan anda dan Nona Hannah sebagai Brand Ambassador mereka , dan perusahaan kita menanamkan modal yang cukup besar dalam proyek ini " jelas Reza hati hati.


" Tapi semuanya tergantung pada anda tuan , tapi kalau saya boleh memberi saran , sebaiknya di selesaikan dulu kontrak kerjanya karena akan banyak yang di rugikan dalam hal ini , bukan hanya kita dan Jewelry tapi juga Nona Hannah " lanjut  , Daniel mencengkram bagian sofa begitu kuat , tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk melindungi Elin jika tiba tiba identitasnya di ketahui oleh semua orang.


" Gunakan orang orang yang di pekerjakan untuk mengamati semua unggahan di sosial media dan berita cetak , dan jangan biarkan mereka mencari lebih lanjut tentang perempuan yang bersamaku " pinta Daniel , setidaknya ini yang bisa ia lakukan sekarang.


" Baik Tuan , apa ada lagi yang bisa saya lakukan ? " tanya Reza pada Daniel yang sudah terdiam dengan tangan yang memijat pelan pada dahinya.


" Pulanglah , aku akan menghubungimu jika ada lagi yang harus kau lakukan "


" Baiklah saya permisi Tuan , sampai bertemu besok " ucap Reza yang sudah berdiri dan membungkukkan kepalanya pada Daniel.


Daniel mengangguk dan Reza segera beranjak menuju pintu keluar " tunggu Reza " panggil Daniel sambil ingin membuka jaket hitam yang sejak tadi terus ia gunakan.


" Iya Tuan " jawab Reza dan kembali mendekat pada Daniel.


Mata Reza membesar dengan pipi yang sudah menggembung karena menahan tawa saat melihat Daniel menggunakan baju kaos yang sedikit ketat dengan gambar Teddy Bear di dadanya.


" Aku butuh beberapa orang penjaga yang bisa di gunakan untuk penjagaan dari jarak jauh " pinta Daniel.


" Baik Tuan " jawab Reza yang berusaha setengah mati mengembalikan wajah normalnya di hadapan Daniel.


" Aku butuh dua atau tiga orang , dan besok orang orang itu harus sudah bisa berkerja "


" Iya Tuan " kata Reza lagi.


" Ada apa ? " tanya Daniel , karena melihat wajah Reza yang memerah.


" Tidak Tuan , apa ada lagi " tanya Reza kembali.


" Tidak pulang lah , sepertinya kau juga butuh istirahat  "


" Terimakasih tuan , saya permisi " pamit Reza yang sudah tidak sabar ingin beranjak dari hadapan Daniel.


Belum ada satu detik pintu apartemen Daniel tertutup , Reza sudah tertawa terpingkal pingkal dengan tangan yang memegang perutnya " ada apa dengan dia , astaga aku tidak bisa berhenti tertawa " ucap Reza dengan mulut yang terus menganga " apa sekarang dia ingin terlihat lebih lucu " katanya lagi , namun tiba tiba saja bibirnya tertutup begitu rapat.


" Sepertinya aku sedang bunuh diri " ucap Reza dengan mata yang membesar menatap pada cctv yang mengarah begitu tepat ke arahnya.


Setengah berlari Reza meninggalkan pintu apartemen Daniel sebelum laki laki dingin itu menyadari kalau ia sedang mentertawakannya.


~


Daniel menghela nafas begitu berat " kenapa semua menjadi serunyam ini " gumamnya lalu beranjak dari duduknya menuju ruang tidur.


Ia hempaskan tubuhnya di kasur tidurnya yang empuk " oh God please , aku benar benar tidak ingin terjadi apapun pada dirinya " ucapnya prustasi.


Di ambilnya benda pipih yang masih tersimpan di saku celananya , di hidupkannya layar handphone dan segera membuka aplikasi chatt online.


Jari Daniel berhenti bergeser tepat di contact nama Merlinda.


" Apa dia sudah tidur ? " gumamnya sambil menatap kolom chatt yang masih kosong pada Elin.


Tiba tiba tulisan " online " muncul dari profil kontak Elin , Daniel beranjak dan segera duduk di sisi tempat tidur.


" Belum tidur ? " isi pesan yang tanpa sadar di kirim oleh Daniel pada Elin.


" Dia tidak membukanya , apa aku terlalu berlebihan " gumamnya , yang tidak berhenti menatap pada layar handphone.


" Dia sedang berkomunikasi dengan siapa di jam segini " lanjutnya lagi sambiil melihat ke arah jam yang sudah menunjukan hampir setengah sepuluh malam , chatt darinya masih belum terbuka sedangkan kontak Elin masih online di dalam aplikasi chatt.


" Ya aku memang bukan prioritasnya " ucapnya sedih karena merasa di abaikan oleh Elin , ia letakan kembali handphonenya di atas tempat tidur dan beranjak menuju kamar mandi.


Daniel memundurkan langkahnya saat melewati cermin yang tadi ia lewati " apa sejak tadi aku sudah seperti ini ?" ucap Daniel dengan mata yang membesar menatap dirinya di cermin.


" Astaga ini sungguh memalukan " ucapnya lagi , ia bergidik menatap bayangannya sendiri di cermin dengan baju kaos bergambar Teddy Bear.


" Oh my God , aku menjatuhkan harga diriku sendiri " ucapnya sambil menepuk dahinya.


Daniel segera membuka baju kaos yang tadi ia gunakan dan membawanya menuju kotak sampah.


" Tidak tidak ini miliknya , walau ini menjijikan tapi aku harus menyimpannya dengan baik " gumam Daniel dan mengurungkan niatnya untuk membuang baju yang sudah mempermalukan dirinya di hadapan Reza , bahkan mungkin di hadapan Elin sendiri.


Di masukkannya baju Elin dengan begitu hati hati ke dalam tempat pakaian kotor dan ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk kembali membasuh tubuhnya walau tadi sudah ia lakukan di apartemen Elin.


Ting " suara pesan masuk pada handphone yang belum di sadari oleh pemiliknya.


****


Drrtttt Drrrtttt " berulang kali suara panggilan di handphone Elin terdengar , dengan mata yang masih terpejam Elin mencari asal suara di handphonenya.


Ia berusaha membuka matanya saat sinar layar handphone memaksanya untuk terbangun , di tambah suara dering handphone yang tidak berhenti berbunyi.


" Ada apa Hannah menghubungiku di jam segini ? " gumamnya dengan mata yang menyipit karena cahaya handphone.


" Ya Hannah " jawab Elin.


" Apa kau sudah tidur ? " tanya Hannah di balik telepon.


" Ya , tapi aku sudah terbangun , ada apa Hannah ? " tanya balik Elin.


" Apa boleh malam ini aku tidur di tempatmu ? " kata Hannah begitu hati hati.


" Aku sudah bilang Hannah , apartemen ini akan selalu terbuka untukmu " ucap Elin begitu lembut.


" Terimakasih , maafkan aku karena sudah begitu banyak merepotkanmu "


" Simpan kata maafmu itu , sekarang kemarilah dan kabari aku jika sudah berada di lobby "


" iya , sekali lagi terimakasih Elin " ucap Hannah sebelum menutup sambungan telepon.


" Apalagi yang terjadi padanya ? " gumam Elin setelah sambungan telepon bersama Hannah di matikan , Elin meletakan handphone di atas nakas namun urung saat melihat ada satu pesan yang masuk di dalam aplikasi chatting miliknya.


Pipinya mengembang saat melihat nama pengirim pada pesan masuk dan tanpa sadar jari kecilnya sudah mengetik balasan.


" Sudah , tapi terbangun karena ada teman yang meneleponku "


" Kamu ? " balas Elin pada pesan , ia menatap dengan senyum semuringah pada kolom chatt yang baru saja di mulai bersama Daniel.


" Apa dia sudah tidur ? " gumamnya karena tidak kunjung menerima pesan balasan dari Daniel.


Drrtttt drtttt " handphone Elin berdering , dan seperti kebiasaannya dia selalu menjawab tanpa melihat dengan jelas siapa yang sedang menghubunginya.


" Apa kau sudah di lobby ? "


" Tunggu sebentar , aku akan menjemputmu " lanjutnya sambil beranjak dari tempat tidurnya.


" Siapa yang datang ke apartemenmu di jam segini ? " tanya orang di balik telepon , Elin menautkan kedua alisnya dan segera melihat ke layar handphone.


" Astaga maafkan aku , aku kira kau temanku " ucap Elin dengan bibir yang terkulum karena menahan senyum.


" Apa aku juga bukan teman bagimu ? " tanya Daniel.


" emm.. ya kau juga temanku , tapi maksudku temanku yang lainnya lagi " jelas Elin.


" Aku cukup kecewa ternyata kau hanya menganggapku teman " ucap Daniel sedih.


" emm bukan seperti itu " sahut Elin yang menjadi gelagapan dengan perkataannya sendiri.


Daniel tertawa pelan di balik telepon " aku kira kau mengabaikan pesanku " kata Daniel.


" Tidak , aku hanya belum membaca pesanmu , karena telepon temanku yang tiba tiba masuk , sungguh " jelas Elin , pipi Daniel semakin mengembang karena menahan bibirnya untuk tersenyum.


" Siapa temanmu ?, kenapa di jam segini bertamu ? " tanya Daniel yang sengaja sedikit meninggikan suaranya.


" Dia perempuan Daniel , dia baik padaku dan aku tidak mungkin menolaknya " jelas Elin.


" Baiklah , jangan melewatkan waktu istirahatmu ? " ucap Daniel lembut.


" Iya "


" Dan jangan terlalu percaya pada orang yang baru di kenal " lanjut Daniel.


" Iya " jawab Elin menurut , membuat Daniel menjadi begitu gemas di balik telepon.


" Bye , selamat malam dan selamat tidur " ucap Daniel.


" Bye , selamat tidur juga untuk kamu " balas Elin , dengan wajah semuringah di balik telepon ,


ia tidak sadar bahwa sekarang wajahnya terlihat begitu berbunga bunga menatap layar handphone dengan panggilan telepon yang baru berakhir.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚