Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Maafkan Aku Daniel


" Good Morning " sapa Elin sambil berjalan masuk kedalam ruangan yang menjadi tempat baru baginya itu , " Oh syukurlah kau datang , kami sungguh mengkhawatirkanmu " kata Kasih mendekat di ikuti Bimbim.


" Nanti apapun yang terjadi jangan lagi meladeni tiga serangga itu " sambung Bimbim , " Selama mereka tidak mengganggu kita , maka aku tidak akan mencari masalah, " sahut Elin begitu santai.


" Untuk dalam hal apapun , karena akan sangat merepotkan jika harus berurusan dengan mereka dan kami tidak ingin kau terkena masalah karena itu ".


" Memang mereka siapa di sini , dan kenapa kita tidak bisa melawan ? " tanya Elin yang tidak akan terima jika dirinya harus diam saja tanpa perlawanan , mengalah bukanlah sifat dirinya.


" Salah satu dari mereka adalah anak dari petinggi perusahaan ini , jadi pilihannya ada dua , mengalah atau kehilangan pekerjaan " jelas Kasih , membuat Elin terdiam dengan ujung bibir yang terangkat , " aku memang membutuhkan tempat ini , namun jika tingkah mereka keterlaluan maka aku tidak akan tinggal diam " ucap Elin begitu serius.


" Duduklah " kata Bimbim memberi saran , dan Elin menurutinya.


Matanya melihat ke arah sekelilingnya dan segera memutar bola matanya , saat matanya bertemu dengan mata biru yang kedapatan juga sedang melihat ke arahnya , begitu pun David , ia segera mengalihkan tatapannya pada layar komputer yang berada di hadapannya ,


" Dimana Frans ? " tanya Elin mengalihkan ke gugupannya , " mungkin sedang berada di pantry , ada apa ? "


" Tidak , aku hanya bertanya karena tidak melihatnya " katanya menjelaskan sambil sesekali matanya diam diam melirik ke arah David , " Kasih bisa bantu aku mengerjakan ini , aku masih belum mengerti " pintanya sambil menunjuk ke arah layar komputer.


" Bisakah kau mengucapkan namaku dengan benar nona " ucap Kasih seraya berjalan mendekat kearahnya , " Casee bukan Kasih " jelasnya pada Elin.


" Terserah , tapi aku lebih suka memanggilmu Kasih , karena di dalam bahasa Negaraku itu bisa di artikan kata cinta " katanya menjelaskan , " Baiklah terserah padamu " sahut Kasih pasrah dan Elin tersenyum menyetujui.


" Ada apa ? " tanyanya tanpa menurunkan wajah dinginnya , " bisa kau bantu Nona Elin , dia belum mengerti tentang ini dan aku juga kurang memahaminya " jelas Kasih , David mencodongkan tubuhnya ke arah komputer dan sedikit menggeser lebih dekat pada Elin , membuat Kasih harus menjauh supaya tidak menjadi penghalang , " jelaskan dimana tepatnya yang belum kau mengerti ? " kata David tanpa melihat ke arah perempuan yang sudah terdiam karena gugup , " Sial , aku selalu kalah dengan lelaki tampan " batinnya sambil menghirup nikmat aroma maskulin dari tubuh lelaki di hadapannya ini yang membuat lidahnya mendadak menjadi keluh , " bisa kau jelaskan Nona ? " ulang David yang kini sudah melihat kearahnya , " maaf , tapi aku rasa aku belum mengerti semuanya " katanya pelan dengan mengeluarkan senyuman dan wajah memelasnya.


" Kau begitu kau harus mengulang dari awal " kata David yang kembali menatap layar komputer setelah terdiam sesaat menatap wajah dekat Elin , " saya akan menjelaskan dari ini dan tolong anda perhatikan dengan baik " katanya lagi , Elin mengangguk namun matanya bukan menatap ke arah komputer melainkan pada wajah yang terlihat dari samping namun tetap begitu tampan walau tidak setampan Tuan Daniel , namun ia sangat yakin bahwa laki laki di hadapannya adalah lelaki paling tampan di perusahaan ini , dengan alis tebal , bulu mata lentik , hidung mancung dengan cuping yang tidak mengembang , bibir yang sedikit tebal serta wajahnya yang kaku namun bisa di pastikan akan sangat menggoda jika tersenyum.


" Apa sampai di sini sudah mengerti ? " tanya David membuat Elin sedikit kelabakan , karena tidak ada satu angka pun yang masuk ke dalam otaknya terkecuali jika David bertanya berapa kali terhitung ia menarik nafas , mungkin perempuan itu akan langsung menjawab.


" Maaf bisa anda ulangi ? " katanya tanpa rasa bersalah.


David menghela nafas dan kembali menjelaskan dengan penuh teliti supaya tidak ada lagi alasan perempuan di sampingnya tidak mengerti , " apa sudah paham ? " tanyanya lagi setelah ia selesai menjelaskan di tahap pertama dan Elin segera mengangguk karena dalam kesempatan kedua ia memang memperhatikan dengan benar , " kalau begitu kita lanjut dengan sketsa untuk tahap ini " ucap David yang sedikit beranjak dan mengubah posisi tubuhnya dengan mengurung Elin supaya begitu leluasa menggunakan mouse karena dalam tahap ini benda itu sangat penting di gunakan.


Elin menelan ludahnya dengan jantung yang berdegub begitu cepat , benar benar ujian yang luar biasa berada begitu dekat dengan lelaki tampan dan detak jantungnya akan selalu kalah jika berhadapan dengan titisan Nabi Yusuf yang terkenal dengan ketampanannya , " Aku akan berpindah supaya kau lebih leluasa " ucap Elin yang bersiap untuk beranjak , " tetaplah di tempatmu dengan begini kau akan lebih fokus dan cepat mengerti " jelas Daniel yang terus menatap ke arah layar komputer , " dia bilang aku akan fokus , yang ada otakku menjadi blank " batin Elin dengan menahan kegugupannya , " berikan tanganmu " pinta David dan Elin mengarahkan pelan tangannya , " letakkan disini " katanya lagi sambil menunjuk kearah mouse yang masih di pegang oleh tangannya , " Disini ? " tanya Elin tidak yakin dan laki laki itu mengangguk sambil melepas tangannya membuat Elin sedikit bernafas legah ,


karena akan bagaimana kabar jantungnya jika ia benar benar harus menggenggam tangan itu , " pegang mousenya " pintanya lagi dan Elin segera menurutinya namun selang beberapa saat tangannya sudah tertutup oleh tangan besar yang kini sedang mengendalikan mouse di balik tangannya.


" Oh My God cobaan apa ini " gumamnya dengan kaki yang sudah bergetar karena begitu nervous serta aroma maskulin yang tiada henti menusuk hidung yang membuat otaknya tidak bisa berpikir , " pahami gerak tanganku " ucap David begitu serius mengajarkan cara membuat sketsa desain grafik , tidak ada maksud dari cara ia mengajarkan karena itu cara yang efektif untuk lebih cepat mengerti , karena ia tidak tahu jika cara itu akan berujung pada jantung Elin yang ingin meronta dari tempatnya ," maafkan aku Daniel , aku sungguh tidak berselingkuh , walau sebenarnya dia juga begitu menggoda " gumamnya di dalam batin.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚